Timnas Times

1.1K posts

Timnas Times banner
Timnas Times

Timnas Times

@TimnasTimes

Update & Highlight Sepak Bola Domestik & Internasional. 🇮🇩 Timnas & Liga 1 | 🇬🇧 EPL | 🇪🇸 La Liga | 🇮🇹 Serie A | 🇩🇪 Bundesliga | 🏆 World Cup & UCL

Katılım Ocak 2016
2K Takip Edilen260 Takipçiler
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
🇺🇿 Jersey baru Uzbekistan buat Piala Dunia 2026 rilis! Motif mosaik warisan budaya, dibuat 100% lokal.👏
Indonesia
0
2
2
36
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
🇳🇱 Netherlands WC 2026 Squad is here! Led by Virgil van Dijk, with Cody Gakpo, Memphis Depay, and a strong mix of experience & young talent. Who’s your prediction for their best player in the tournament? 👀 #WC2026 #Netherlands
Timnas Times tweet media
English
1
0
1
46
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
🚨 Como nekat pertahankan Nico Paz satu musim lagi! Meski ada kabar balik ke Real Madrid, Fabregas andalkan tiket Liga Champions pertama klub buat bujuk sang pemain 21 tahun stay. 👀
Timnas Times tweet mediaTimnas Times tweet media
Indonesia
0
1
2
44
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
🇮🇩🇮🇹 COMO 1907 !! Dari bangkrut total (2016-2017) → dibeli Grup Djarum (Hartono Brothers) cuma ~€200-800rb → naik dari Serie D ke Serie A → sekarang sudah lolos ke Liga Champions! Revenue meledak dari $1 juta jadi $60 juta. Cesc Fàbregas sebagai pelatih terbaik como !
Timnas Times tweet media
Indonesia
2
2
2
89
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
NAPOLI RESMI BIDIK VINCENZO ITALIANO GANTI CONTE! ADL lagi meeting sama agennya buat deal, Italiano siap nerima tawaran. Allegri cuma cadangan, bukan pilihan utama lagi
Timnas Times tweet media
Indonesia
0
0
2
96
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
Bingung mau cari mutualan biar tweet X rame gimana ya ? Mutuals mutualan follback
Timnas Times tweet media
Indonesia
0
1
2
45
Timnas Times retweetledi
United Focus Indonesia
United Focus Indonesia@utdfocusid·
Grup Djarum sering dipertanyakan soal komitmen mereka terhadap sepak bola Indonesia. Salah satu kritik yang paling sering muncul adalah kenapa Como nggak pernah mengorbitkan pemain Indonesia. Jawabannya simpel: mereka terhalang regulasi. Serie A punya aturan ketat soal pemain non-EU. Setiap klub hanya boleh mendaftarkan maksimal 2 pemain non-EU per musim, di semua kelompok umur. Mirwan Suwarso sendiri ngasih gambaran yang cukup jelas soal dilema ini: “Let’s say Como ambil anak Indonesia umur 16 tahun, maka jatah yang tersisa untuk slot non-EU di tim utama tinggal 1, yang biasanya diisi pemain Brasil, Argentina, Uruguay atau Afrika yang secara pengalaman sudah terbukti.” Artinya, kalau Como pakai satu slot buat pemain muda Indonesia, mereka harus rela mengorbankan satu slot untuk pemain berpengalaman yang bisa langsung berkontribusi di Serie A. Buat klub yang lagi berjuang membangun reputasi di level tertinggi Italia, itu bukan trade-off yang mudah. Yang menarik, Mirwan juga meluruskan satu hal. Meski slot pemain non-EU jadi penghalang, bukan berarti Como menutup pintu buat orang Indonesia sama sekali. Justru sebaliknya, Grup Djarum melalui Mirwan Suwarso memilih jalur lain: mengorbitkan pelatih muda, analis, dan staf profesional Indonesia ke dalam struktur klub. “Kita lebih memilih untuk memberikan banyak kesempatan pada pelatih dan analis. Ada salah satu analis kita orang Indonesia, anak Bandung. Kurniawan juga pernah jadi asisten pelatih di sini. Dari tim media sosial dan tim produksi juga banyak dari Indonesia, kurang lebih ada 11 orang anak Indonesia yang saat ini berada dalam tubuh tim.” Jadi bukan nggak ada kontribusi untuk Indonesia. Jalurnya beda aja, bukan lewat lapangan, tapi lewat ruang analisis, ruang pelatihan, dan balik layar. Jadi sebelum nuduh Group Djarum nggak cinta Indonesia, mungkin worth it buat pahami dulu sistemnya. Nggak semua hal bisa diselesaikan dengan niat baik kalau regulasinya nggak mendukung.
United Focus Indonesia tweet media
United Focus Indonesia@utdfocusid

Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an. Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini. Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data. Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama. Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak. Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga. Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A. Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️

Indonesia
157
337
2.1K
194.8K
Rii 🌞
Rii 🌞@anisrui·
kelakuan aku kalau gabut: memastikan udah 'following' semua followers wkwk
Indonesia
68
4
53
3.3K
Timnas Times retweetledi
Hinata
Hinata@Hinata_yui1·
I'm a Japanese will you marry me ?
Hinata tweet media
English
789
114
4.6K
52.5K
gigs - TapIn
gigs - TapIn@OghieGigs·
Melalui akun IGnya, Maya Denham (15 th) 🇮🇩🇺🇸 sudah resmi mendapatkan paspor Indonesianya. Dia mengurus paspornya di Konjen Indonesia di San Fransisco. Maya Denham lahir di California dengan ibu dari Jakarta dan ayah dari US. Maya sekarang bermain di Newark FC. Bisa ni segera dipanggil coach Mochi!
gigs - TapIn tweet mediagigs - TapIn tweet media
Indonesia
39
102
1.3K
86K
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
4 kambing yg lain nampak pasrah
TIRTA tweet mediaTIRTA tweet mediaTIRTA tweet mediaTIRTA tweet media
Indonesia
20
20
1.5K
71.4K
TIRTA
TIRTA@tirta_cipeng·
Alhamdulillah bisa qurban 1 sapi ama 4 kambing tahun ini. Dari pagi tadi, sapi yg kubawa duduk termenung gini 😔
TIRTA tweet media
Indonesia
797
572
20.7K
467.5K
Cityzens Indonesia
Cityzens Indonesia@CityzensIDN·
Akhirnya terpecahkan juga video Pep Guardiola lagi ngomong sendiri ini. 😭
Indonesia
19
56
621
64.5K
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
🚨 JUST IN: Erling Haaland could consider leaving Manchester City following Pep’s departure. Real Madrid menginginkan nya haaland, city masih mempertimbangkan untuk mempertahankan! [@SkySportPL]
Timnas Times tweet mediaTimnas Times tweet media
Indonesia
0
0
0
43
Timnas Times
Timnas Times@TimnasTimes·
FIX! Mauricio Souza resmi tinggalkan Persija Jakarta!Pelatih asal Brasil itu tidak melanjutkan kontrak untuk Liga 2026/27 setelah gagal juara . (Persija finis 3rd di BRI Liga 1 2025/26).
Timnas Times tweet media
Indonesia
0
0
1
32