Hanifah
2.7K posts

Sabitlenmiş Tweet
Hanifah retweetledi

Jadwal suami :
07.00 - 16.00 : ke sawah.
16.00 - 18.30: makan,mandi,sholat magrib.
18.30 - 00.00: kerja jadi tukang service hp (disambi sesekali main sama anak beberapa menit)
00.30: deep talk dengan istri sambil rebahan. Kadang pelukan untuk recharge energi.
Jadwal saya:
07.00 - 12.00: urus anak. (Mandi, makan, sekolah, terapi)
13.00 - 15.00: nidurin anak. Dan beres2 rumah (biasanya yg beres2 rumah suami. Sekarang peralihan peran haha)
15.00 - 22.00 : ngurus anak sambil jualan (konter pulsa,topup,acc,dll)
22.00-00.00 : anak tidur. Bantu suami nutup konter
00.30: deep talk dengan suami
Semoga aku dan suamiku selalu di beri kesehatan.
Indonesia
Hanifah retweetledi

BAYAR HANYA RATUSAN RIBU,
BENEFIT HINGGA 40AN JT DAN LANGSUNG CAIR
KOK BISA?
ini bukan sulap dan bukan keajaiban. ini namanya skema asuransi sosial berbasis gotong royong.
prinsipnya sederhana: jutaan peserta bayar iuran kecil setiap bulan, dan uang itu dikumpulkan jadi satu pool besar.
ketika salah satu peserta mengalami musibah, mereka mendapat manfaat dari pool tersebut yang jauh lebih besar dari total yang pernah mereka setorkan.
sama persis dengan konsep asuransi pada umumnya, bedanya ini dikelola negara dan tidak mencari untung.
dari postingan disebutkan baru bayar 4 kali iuran dengan nominal sekitar 20 ribuan. artinya total yang disetor hanya sekitar Rp 80.000 sampai Rp 100.000 sebelum meninggal dunia.
dan yang cair: Rp 42 juta.
artinya negara menanggung selisih Rp 41,9 juta lebih dari uang yang dikumpulkan peserta lain dalam pool yang sama.
ini bukan kerugian sistem, ini memang cara asuransi sosial dirancang untuk bekerja.
INI PAKET APA DAN MANFAATNYA BERAPA?
BPJS Ketenagakerjaan BPU punya beberapa pilihan paket untuk pekerja informal atau mandiri yang tidak terikat perusahaan seperti petani, pedagang, ojol, freelancer, dan lain-lain.
Paket JKK + JKM (Jaminan Kecelakaan Kerja + Jaminan Kematian): iuran sekitar Rp 16.800 per bulan. manfaat Jaminan Kematian jika meninggal bukan karena kecelakaan kerja sebesar Rp 42 juta, terdiri dari santunan kematian Rp 20 juta ditambah santunan berkala Rp 12 juta dibayar sekaligus ditambah biaya pemakaman Rp 10 juta.
Paket JKK + JKM + JHT (ditambah Jaminan Hari Tua): iuran sekitar Rp 36.800 per bulan tergantung upah yang dilaporkan. manfaat sama seperti di atas ditambah saldo JHT yang bisa dicairkan di hari tua atau jika berhenti menjadi peserta.
jadi Rp 42 juta yang cair itu adalah manfaat JKM standar yang memang sudah ditetapkan dari awal. bukan keberuntungan, bukan lotre, ini hak peserta yang sudah terdaftar.
kalau si bapak hidup lebih lama dan terus bayar selama 10 tahun dengan iuran Rp 20.000 per bulan, total yang disetorkan hanya Rp 2,4 juta.
manfaat kematiannya tetap Rp 42 juta. masih untung 17 kali lipat dari yang dibayarkan.
kalau sampai 20 tahun, total setoran Rp 4,8 juta. manfaat tetap Rp 42 juta. masih untung hampir 9 kali lipat.
kalau pakai paket dengan JHT dan meninggal setelah 20 tahun, saldo JHT-nya bisa mencapai belasan juta tambahan di atas manfaat kematian, tergantung upah yang dilaporkan.
tidak ada produk keuangan swasta yang bisa menandingi rasio manfaat seperti ini untuk segmen pekerja informal berpenghasilan rendah.
semua pekerja yang tidak terikat hubungan kerja dengan perusahaan. petani, nelayan, pedagang, ojol, driver, freelancer, content creator, ibu rumah tangga yang punya usaha, buruh harian lepas, tukang bangunan, dan lain-lain. tidak perlu slip gaji, tidak perlu NPWP perusahaan.
syaratnya hanya KTP dan uang iuran pertama. bisa daftar online di aplikasi BPJSTKU atau langsung ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat.
KENAPA BANYAK YANG BELUM TAHU?
ini pertanyaan yang lebih penting dari segalanya. program ini sudah ada bertahun-tahun, manfaatnya nyata, iurannya terjangkau bahkan untuk petani dan nelayan sekalipun. tapi penetrasinya masih rendah karena sosialisasinya tidak cukup masif dan banyak yang masih menganggap BPJS itu hanya untuk karyawan perusahaan.
padahal justru yang paling butuh perlindungan adalah mereka yang bekerja sendiri tanpa jaring pengaman dari perusahaan manapun.
KESIMPULAN PRAKTIS:
kalau kamu punya orang tua yang kerja mandiri, dagang, tani, atau apapun yang bukan karyawan, daftarkan sekarang sebelum terlambat. dengan Rp 20.000 per bulan, kalian sudah punya perlindungan Rp 42 juta untuk biaya pemakaman dan kebutuhan darurat keluarga jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Rp 20.000 itu harga dua gelas kopi kekinian.
nilainya bisa jadi Rp 42 juta di saat paling dibutuhkan.
jangan tunggu sampai menyesal karena terlambat daftarnya.

Indonesia
Hanifah retweetledi

Gesss.. hanya izin mengingatkan..
Nyambi santai makan siang..
Temen-teman wajib menabung yah..
Prediksi in this situation, kehidupan akan semakin anomali..
Nabung sebanyak-banyaknya..
Info nya ada kabar tidak baik.. segala bentuk "perizinan" harus punya backup plan..
Cluenya "kapal retak"
Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua, dan diperlancar segala urusannya.. pintu rezeki terbuka mengalir deras..
Gpp boleh percaya atau tidak.. haknya masing-masing..
Indonesia
Hanifah retweetledi

Istri saya resign dari mengajar di SMP karena ingin bisa lebih menutup aurat dan banyak waktu untuk ikut kajian dan workout.
Istri saya sendiri juga menyampaikan bahwa “sebaik-baiknya perempuan adalah yang berada di rumah.”
Alhamdulillah, sekarang mengajar online dari rumah income-nya gak jauh beda dengan gaji dari sekolah sebelumnya.
Jatuhnya rejeki malah bertambah karena bisa membantu suami, ikut kajian, workout, dan lainnya di rumah.
“Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Perempuan itu akan berkata, “Tidaklah ada seorang pun yang melihatku melainkan kagum.” Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya.” (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Bardan - Digital Marketer@bardanslm
buat cowok2, kalau sudah menikah kalian lebih suka pasangan kalian dirumah aja nemenin anak2, apa tetap berkegiatan dirumah sepeti jualan/freelance dll atau kerja diluar/kantoran aja???
Indonesia
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi

gue langsung praktein, padahal baru bangun tidur 😭😭😭
Suzuuumeom@Xsuzuuu
Abadikan aja momen yang sekarang di setiap foto, pasti kalian bakal nyesel kalo ngga abadiin, waktu udah ngga bis balik lagi ke waktu itu
Indonesia
Hanifah retweetledi

guy who doesnt deny its a date... just shy and wants to keep their secret only theirs 😭
Ⓙ archive@jjarchiv
260423 wv live 🎂 💚: what’s with you two at night? 🐶: there was a reason! why are you typing “...?” 😄 💚: what did the two of you do at night? 🐶: uh, it’s a secret. why do you keep asking why the two of us go on dates at night? ☺️
English
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi

Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Indonesia
Hanifah retweetledi
Hanifah retweetledi

tadi baca di threads cuma udah terlanjur ke scroll,
ada istri yg menyesal sejadi2nya,
suaminya freelancer, istrinya punya pekerjaan tetap.
suaminya kerja dirumah sambil ngurus anak dan bersih2. sedangkan istrinya kerja di kantor.
sayangnya rezekinya blm berpihak ke suami, penghasilan blm stabil padahal udah sering begadang dan berusaha.
istrinya sering merendahkan suaminya apalagi 2 bulan terakhir belum ada penghasilan, alhasil hidup dari gaji istri, sikap istri dingin dan meremehkan.
sampai suatu malam di kamar suaminya bilang mau kerja dengan senyum dan ramah karna mau begadang dan ngulik lagi depan laptop, istrinya masih judes karna si suami blm ada penghasilan 2 bulan itu.
paginya pas dicek suaminya sudah meninggal karna kecapean kerja di depan laptop dan kopi yg belum habis.
dan sedihnya lagi ketika cek hp, suaminya berhutang ke temen2nya untuk sekedar beli susu dan popok anaknya.
jujur sedih banget bacanya..
hasil itu urusan Allah, tugas manusia itu berusaha dan berdoa...
tolong bgt buat istri2, kalau suaminya sudah berusaha maksimal tapi hasilnya blm optimal, tolong tetap di support, di tenangkan mentalnya, cari jalan keluar bareng2, jangan dibuat makin hancur 😭
1 suami gugur ketika mencari nafkah, 19 juta suami merasakan penderitaannya 😭😭😭 semoga syahid.
Indonesia
Hanifah retweetledi

Pernah ngrasain kopi legend Golda, isoplus, atau mie sedap? itu semua produksi dari Wings Group.
Wings Group ini bukti nyata kalau jadi pengikut bukan berarti nggak bisa sukses. Dimulai dari bengkel kecil di Surabaya tahun 1948, strateginya nggak neko-neko, mereka konsisten pakai rumus amati, tiru, terus buat yang lebih murah. Strategi ini bikin mereka santai saja meski masuk belakangan di produk yang sudah ada market leadernya, kayak waktu mereka ngeluarin Mie Sedaap buat nantang Indomie atau Floridina buat saingan sama merek sebelah.
Rahasia kenapa harga mereka bisa murah karena mereka mainnya dari hulu ke hilir, Wings bikin bahan bakunya sendiri sampai kemasannya pun diurus sendiri, alias integrasi vertikal. Karena nggak banyak tangan kedua atau ketiga, biaya produksinya bisa ditekan sampai titik paling rendah, makanya mereka punya ruang buat pasang harga miring tapi tetap punya modal buat jor-joran iklan di TV biar orang-orang nggak lupa.
Selain soal harga, Wings juga jago banget urusan distribusi, mereka paham kalau di Indonesia, percuma jual barang murah kalau susah dicari di warung. Jadi mereka pastikan produknya ada di mana-mana, dari supermarket gede sampai kios kecil di gang sempit, mereka tahu banget karakter orang kita yang kalau fungsinya sama tapi harganya lebih murah, ya pasti bakal bungkus yang lebih murah. Jadi, ketersediaan itu kunci utama mereka buat nempel terus di keseharian masyarakat.
Intinya, Wings Group punya prinsip kalau barang bagus harusnya bisa dibeli sama siapa saja tanpa bikin dompet tipis, meski sering dibilang cuma ikut-ikutan, nyatanya eksekusi mereka di lapangan memang jempolan. Mereka nggak perlu jadi yang pertama buat menangin hati konsumen, cukup jadi yang paling murah dan paling mudah ditemuin.

Indonesia
Hanifah retweetledi

aku seorang ibu, ibu baru. ngalamin semua perubahan ditubuh dari yg pas gadis bagus sekarang badan aku dari perut sampe betis dipenuhin stretch mark, bahkan skrg luka sc pun belum sepenuhnya pulih
dengan sepenggal tweet kaya gini jangan nyepelin tugas ayah/suami juga, aku ngerasain gmn jeleknya hormon hamil, sakitnya rubah posisi tidur pas perut makin besar, sakitnya recovery setelah op cs, sakitnya kontraksi (iya aku rasain kontraksi walaupun akhirnya di sc karna ketuban habis duluan), aku ngerasain perjuangan melahirkan tapi aku gapernah lupain kalo disitu ada peran suami
aku gapernah bisa lewatin perjuangan itu sendirian tanpa peran suami meskipun masih ada orangtua yg dampingin.
jangan pernah nyepelein peran penting sebagai orang tua like "cowo gaada apa2 nya dibanding ibu yg ngerasain hamil" aku setuju sama statement itu, tapi saling menghargai ya? apalagi yg udah punya pasangan.
ʕᵔﻌᵔʔ@saphelune_
baru tau plasenta itu ternyata bagian dari ayah, bukan dari ibu, ternyata seorang ayah sudah melindungi anaknya sejak dalam kandungan makin nangis setelah baca komen ini🥺
Indonesia
Hanifah retweetledi















