Umaruddin Masdar
1.2K posts

Umaruddin Masdar
@UmaruddinM
Pengasuh Majlis Zikir HAYATAN THOYYIBAH D.I. Yogyakarta, Koordinator Nasional DENSUS 26, Sekretaris DPW PKB DIY
Katılım Mayıs 2019
236 Takip Edilen3.6K Takipçiler

Sungguh bersyukur, beruntung dan berbahagia karena saya mendapat anugerah kesempatan untuk bisa menimba ilmu, pengetahuan, pengalaman dan kearifan kepada Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X di dalam berbagai kesempatan.
Semoga panjang umur Ngarso Dalem, sehat, berkah dan bahagia selalu.
Sehat, berkah dan bahagia juga untuk warga Daerah Istimewa Yogyakarta dan untuk kita semua. Amin




Indonesia

Nabi agung Muhammad SAW bersabda:
"Apabila ada tamu yang masuk ke suatu rumah maka ia masuk dengan membawa rezekinya, dan ketika tamu ini keluar pamit, maka ia keluar dengan membawa ampunan dosa-dosa para tamu dan penghuni rumahnya."
Semoga semua dipertemukan dengan Bulan Suci Ramadan tahun depan dalam kondisi yang lebih sehat, lebih sejahtera dan lebih bahagia. Amin
#lebaran2026terkendali
#pkb
Indonesia

Hari ini Pengurus DPW PKB DIY didampingi Pengurus DPC PKB dan Anggota Fraksi PKB DPRD bersilaturrahim dengan Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah PCNU se-DIY, diawali jam 07:00 pagi dari Kulonprogo dan berakhir jam 20:00 WIB di Kota Jogja. Sungguh bahagia dan bersyukur bisa diterima dengan baik, dan disuntik dengan nasihat, dukungan dan sumbangan gagasan dari para kiai dan pengurus NU untuk kemajuan PKB DIY ke depan
"Hidup itu seperti mengendarai sepeda, untuk menjaga keseimbangan, kamu harus terus bergerak." - Albert Einstein
Indonesia

Hari ini DPW PKB DIY dan Anggota FPKB DPRD DIY bersilaturrahim Idul Fitri dengan para kiai dan ibu nyai, merawat tradisi menjaga sinergi. Kebahagiaan, kebersamaan dan kemenangan berbaur menjadi satu dalam semangat baru. Dr KH A Malik Madani (Katib Am Syuriah PBNU 2010 - 2015), KH Mas'ud Masduki (Rois Syuriah PWNU DIY), KH Agus Masruri (Pengasuh Pesantren Al-Muhdi Sleman), KH Masrur Ahmad (Pengasuh Pesantren al-Qodir Sleman), Bu Nyai Ida Fatimah (Dewan Pengasuh Pesantren al-Munawwir Krapyak), dan Dr A Zuhdi Muhdlor (Ketua PWNU DIY). Mabruk.
"Hidup itu sederhana, kita yang membuatnya sulit." - Confucius
#SalamCINTA
#Idulfitri2026
#Lebaran2026
Indonesia

Namanya Mbah Abdul Hamid (biasa dipanggil Mbah Kamid). Usianya menjelang 90 tahun. Tinggal di Dusun Panjer, Desa Banioro, Kecamatan Karangsambung Kebumen. Daerah dataran tinggi di Kebumen bagian utara.
Waktu saya kecil, usia Sekolah Dasar, Mbah Kamid dan temen-temennya biasa turun gunung untuk mencari rejeki bekerja sebagai buruh tani di daerah kelahiran saya di Tanjungsari Petanahan Kebumen. Ketika musim panen atau musim tanam tiba, beliau turun gunung berjalan kaki sepanjang kira-kira 30 km dari rumah beliau sampai ke kampung saya, datang di musim panen, pulang setelah musim tanam selesai. Pulangnya pun berjalan kaki kembali, dengan penuh kebahagiaan, karena membawa pulang upah sejumlah uang dan "bawon" (padi kering) sebagai "upah derep" selama sekian minggu bekerja.
Saya yang masih kecil dulu lumayan akrab dengan beliau, karena beliau dan temen-temen "menginap" di surau dusun kami, tempat saya dan teman-teman belajar mengaji, belajar membaca al-Quran dan ilmu agama yang lain. Setelah jamaah salat Isya', beliau selalu berbagi dongeng dengan anak-anak surau, dongeng tentang kancil yang cerdik, tentang Ande-ande Lumut, dll. Tapi ada syarat untuk mendengarkan dongeng, anak-anak harus kumpul mengelilingi beliau, sambil memijit kaki beliau. Sepanjang apa beliau mendongeng, selama itu pula kami anak-anak memijit beliau dengan senang hati.
Selepas kegiatan di Surau, Mbah Kamid tidur di gubug yg dibuat khusus di sawah. Gubug untuk menjaga padi yang dijemur di sawah atau di pinggir jalan, agar padi tetap aman tidak diambil orang. Karena gabah belum dibawa pulang jika belum kering. Untuk sampai kering biasanya butuh 2 sampai 3 hari. Saya sering ikut tidur di gubug itu bersama Mbah Kamid. Suatu malam saya tidur di gubug bermimpi kencing, ternyata kencing bentulan, membasahi baju dan tubuh Mbah Kamid. Beliau terpaksa mandi sebelum Subuh, karena ketika waktu Subuh tiba, beliau lah yang menjadi muazin nya. Peristiwa kencing di gubug tadi saya ceritakan ke beliau, dan beliau pun samar-samar ingat, beliau menepuk-nepuk saya sambil tertawa dan meneteskan air mata.
Ya Allah limpahkan kesehatan, kebagiaan dan kasih sayang dari-Mu untuk Mbah Kamid dan kami semua. Amin
Indonesia

IBU
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Seiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia obati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu..
Ibu…
Aku sayang padamu…
Tuhanku…
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia Selamanya...
- Chairil Anwar
Selamat Idul Fitri untuk semua..
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kepada kita semua hidup yang sehat, berkah, manfaat, bahagia-selamat dunia akhirat. Amin Ya Mujib ad-Du'a
Sungkem Bekti - Salam Ta'dzim
Umaruddin Masdar
dan Keluarga

Indonesia

"Ya Allah, janganlah Engkau siksa kami, jika di Hari Raya ada anak-anak kami yang bersedih hati karena kami kurang peduli."
“Ya Allah, sungguh kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”
🤲🤲🤲😭😭
Indonesia

YA ALLAH, AMPUNILAH SEGALA DOSA IBUKU
Di Yaman, tinggallah seorang pemuda bernama Uwais Al Qarni. Ia pemuda yang sangat berbakti kepada ibunya, seorang perempuan tua yang lumpuh. Uwais senantiasa merawat dan memenuhi permintaan ibunya. Suatu hari ibunya berkata: “Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan bersamamu. Usahakan agar ibu dapat menunaikan ibadah haji,” pinta sang ibu.
Mendengar ucapan sang ibu, Uwais termenung. Perjalanan ke Mekkah sangatlah jauh, lebih dari 1000 km, melewati padang tandus yang panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais yang miskin dan tidak memiliki kendaraan?
Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian, dibelilah seekor anak lembu. Uwais membuatkan kandang di puncak bukit. Setiap pagi ia bolak-balik menggendong anak lembu itu naik turun bukit. Banyak orang yang menganggap aneh apa yang dilakukannya tersebut. Tak pernah ada hari yang terlewatkan ia menggendong lembu naik-turun bukit. Makin hari anak lembu itu makin besar, dan makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Tetapi karena latihan tiap hari, anak lembu yang membesar itu tak terasa lagi. Kurang lebih 8 bulan, Uwais menggendong anak lembu turun naik bukit. Sampailah pada musim haji. Lembu Uwais telah mencapai 100 kilogram, begitu juga otot Uwais yang makin kuat. Ia menjadi bertenaga untuk mengangkat barang. Tahukah sekarang, apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata ia sedang latihan untuk menggendong ibunya.
Uwais menggendong Ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Makkah! Subhanallah, alangkah besar cinta Uwais pada ibunya itu. Ia rela menempuh perjalanan jauh dan sulit, demi memenuhi keinginan ibunya. Uwais berjalan tegap menggendong ibunya tawaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata telah melihat Baitullah. Di hadapan Ka’bah, ibu dan anak itu berdoa. “Ya Allah, ampuni semua dosa ibu,” kata Uwais. “Bagaimana dengan dosamu Nak?” tanya sang Ibu. Uwais menjawab, “Dengan terampuninya dosa ibu, maka ibu akan masuk surga. Cukuplah ridha dari ibu yang akan membawaku ke surga.”
Ya, ampunilah dosa ibu dan ayah kami. Sehatkan dan bahagikan mereka di dunia ini, dan di akhirat nanti. Amin
💚💚💚
Indonesia

Para ulama, kiai dan Bu Nyai adalah wasilah kita bahagia dunia dan bisa masuk surga di kehidupan akhirat kelak. Karena Allah menegaskan bahwa orang bertaqwa akan dimasukkan ke surga secara berkelompok (zumaro).
Para ulama, kiai dan Bu Nyai adalah wasilah kita bisa memahami dan menjalankan ajaran agama dengan baik dan benar. Mulai dari hal yg kecil dan sederhana, seperti kita membaca al-Quran dengan benar, itu semua berkat jasa ilmunya para ulama. Tanpa mereka kita tidak akan mengenal Tuhan kita.
Para ulama, kiai dan Bu Nyai adalah wasilah dan sumber energi kita membangun masyarakat dan bangsa yang damai, maju dan sejahtera. Karena sifat dasar pandangan keagamaan dan kemasyarakatan para ulama adalah "melihat masyarakat dengan pandangan penuh kasih sayang"
Siapalah kita, apalah artinya kita, jika tidak ada para ulama
Sehat selalu para ulama, kiai dan Bu Nyai Nusantara..
Indonesia

Ramadan Journey #2 DPW PKB DIY, berbagi CINTA di Panti Asuhan Mukti Insani, Bambanglipuro, Bantul. Berbagi cerita dan tali asih bersama anak-anak panti yang kreatif dan istimewa💚
#ramadankitabeda
Indonesia

Bersyukur malam ini bisa mendampingi anak-muda NU: Ansor, Fatayat, IPNU dan IPPNU Bantul, melakukan safari tarawih dalam rangka ikhtiar bersama untuk selalu hadir, melayani dan membersamai masyarakat
#RamadanKareem




Indonesia

Alhamdulillah hari ini DPW PKB DIY bisa berbagi CINTA Takjil di kawasan Malioboro dan Stasiun Tugu Jogja. Ada Pak Polisi, driver ojol, abang becak, kusir andong, pedagang kaki lima, para pemudik dan wisatawan. CINTA untuk semua, CINTA untuk Yogyakarta, CINTA untuk Indonesia.
#RamadanEkstraSeru




Indonesia

Rapat Koordinasi dan Buka Puasa Bersama DPW PKB dengan DPC PKB se-DIY dan Anggota Fraksi PKB DPRD se-DIY terkait kegiatan dan agenda akhir Ramadan dan Idul Fitri, serta koordinasi teknis persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak pada April 2026 nanti.
Bangkit - Solid - Menang
#ramadankitabeda




Indonesia














