
lila
528 posts






Dulu aku melihat acara seperti ini rasanya lucu, tapi makin bertambah usia, makin sadar ada yang salah. Acara semacam ini memperkuat pandangan bahwa anak boleh dijadikan objek hiburan selama “lucu” dan “tidak ada yang terlihat kasar”. Konsen dari si anak tentu digantikan orang tuanya yang sering kali terpengaruh oleh kontrak, bayaran, atau tekanan industri hiburan. Anak sekecil itu butuh perhatian orang tuanya 24/7. Kontennya sengaja mau nangkap momen anak yang sedang tidak nyaman (rewel, hampir menangis, gelisah) lalu “diselamatkan” oleh idol untuk menciptakan narasi “cute rescue”. Eksploitasi emosional anak untuk komoditas hiburan yang sejujurnya memuakkan. Baik di Korea maupun di mana pun format serupa diadopsi. Tidak ada alasan yang cukup kuat untuk bisa membenarkan penggunaan anak kecil sebagai konten hiburan massal hanya karena “mereka lucu”. Tolong fans K-Pop bisa lebih kasi kritik kayak gini ke acara-acara idol kalian.










semua opini tentang perokok

Kalo di umur segini lu blm pernah morotin cowo buat beli skincare, bodycare, outfit, makan, dll. Sumpah lu KERENN BANGETT
















