syfaza
285 posts



Subscription yang paling worth di beli buat sekarang : shopee vip!

Prabowo Tuding Banyak Orang Takut MBG Berhasil

blio ini bener bener ngikutin kata otak 😭😭😭

Dadan menegaskan motor BGN berbeda, Emmo untuk merek Indonesia, sedangkan di luar negeri memakai merek Tinbot. “Itu akun bodong. Baterai motor listrik saja harganya Rp 7 juta, belum dinamo dan controller, dan peralatan lainnya,” tegasnya.

[anak fhui bikin grup isinya lecehin perempuan tiap hari???]

Breaking News !!! MBG ditolak oleh masyarakat Ekonomi Menengah Kebawah. here we go !!! Mengapa Warga Berpendapatan Menengah-Bawah Menolak MBG? Hasil Survei Persepsi Publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Maret 2026 • 1.168 responden nasional • 80,4% penerima langsung MBG Temuan Utama (Lintas Kelas, Satu Suara) • 80,1% responden TIDAK setuju MBG dilanjutkan (hanya 19,9% yang mendukung). • 88,5% menilai manfaat MBG dinikmati elite & pejabat politik (44,5%) serta pengelola/mitra SPPG (44%). • Hanya 6,5% yang menyebut anak-anak sebagai penerima utama ANOMALI FAKTA 🌱 Penolakan Tertinggi Justru dari Kelompok Sasaran. Kelompok berpendapatan menengah-bawah (sasaran utama MBG) paling banyak menolak: RENTANG PENGHASILAN : 🌱 < Rp2 juta/bulan → 80,2% menolak 🌱 Rp2–4 juta/bulan → 74% menolak 🌱 Rp4–8 juta/bulan → 86,1% menolak (tertinggi) Semua kelompok pendapatan menunjukkan penolakan tinggi (74–86%). Empat Temuan Kunci : 🌱 87% warga yakin MBG rawan dikorupsi, 🌱 79% percaya kualitas makanan sengaja diturunkan demi keuntungan pengelola, 🌱 76% menyatakan makanan tidak sebanding dengan anggaran Rp8–10 ribu per porsi, Indeks persepsi negatif rata-rata 4,22 (dari skala 5) Suara Warga Berpendapatan Menengah-Bawah. Meski mayoritas sudah menerima MBG, mereka tetap menolak karena: 🌱 Makanan tidak bergizi (sering hanya cemilan atau roti biasa), 🌱 Program dianggap “maling berkedok gizi” — uang pajak rakyat menguntungkan elite, 🌱 Tidak transparan, rawan korupsi, dan suara warga tidak didengar, 🌱 Banyak yang lebih memilih diuangkan langsung kepada orang tua. Masalah Struktural (Bukan Hanya Implementasi) : 🌱 Tata kelola buruk: top-down, opasitas anggaran,non-disclosure. 🌱 Semua partai politik memiliki SPPG (termasuk keluarga pejabat) 🌱 Program redistribusi dibajak menjadi arena rent-seeking elite 🌱 Respons publik tinggi (97,8% ingin bertindak), tapi kelompok miskin paling banyak “pasrah” Kesimpulan dari Lembaga Porec. 🌱 Program MBG telah kehilangan legitimasi sosial. Bukan lagi pertanyaan “apakah dilanjutkan?”, melainkan “untuk siapa dan dalam kerangka apa?” 🌱 Tanpa perubahan struktural, MBG berisiko menjadi regressive redistribution in disguise — tampak pro-rakyat, tapi justru memperkuat ketimpangan. Sumber : Laporan Policy Research Center (Porec) • Maret 2026 policyresearch.id Link : drive.google.com/drive/folders/… cc : @dosenkesmas @iPoopBased @gibran_tweet @prabowo














