uwa

13.7K posts

uwa banner
uwa

uwa

@WIRAPAMUNGKSS

.

7°92′-8°29′ 110°91′-111°43′ Katılım Haziran 2023
1.8K Takip Edilen1.9K Takipçiler
bin–a
bin–a@stxrgazingx·
Tambah gendut aja ni bocil
bin–a tweet media
Indonesia
2
0
5
49
Bantalleher
Bantalleher@Bantalleherr·
@idextratime Dlu fungsi VAR tuh untuk memperjelas dan mempertegas keputusan wasit, tp sekarang” ko ga guna jga ada VAR wkwk
Indonesia
2
0
1
2.5K
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
Momen gol Daizen Maeda yang memastikan kemenangan Celtic sekaligus menggagalkan Hearts meraih gelar juara pertama mereka sejak 1960… 😭
Indonesia
43
96
1.3K
119.6K
dien
dien@duappuluhdua·
mwahh😙🫰🏻
dien tweet media
HT
1
0
2
37
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
@Caplin_15 hahaha anak gua juga bahas ini trus jadi kenangan paling seru dia masa TK kayanga
Indonesia
0
0
1
1.8K
ʙᴏᴛᴏʟ_ᴋᴇᴄᴀᴘ🍾
👧ayah, kata bu.guru besok bawa baju ganti 🧒lho, mau renang kah? 👧tidak ayaah, mau mainan air sma pak damkar 🧒yaudah besok bawain dalam hati(oh, mungkin pelajaran damkar) *yg terjadi:
Indonesia
98
275
4.4K
350.6K
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
@sukapokka ada nanti gen alpha bakal jadi temen kita kok beberapa tahun kedepan
Indonesia
0
0
0
29
Vi Tu
Vi Tu@vianratulangi·
Seluruh delegasi AS membuang SEMUA hadiah dari Tiongkok ke tempat sampah di depan tangga pesawat Air Force One, sebelum naik pesawat, di depan kamera. Setiap lencana, pin, suvenir…ditinggalkan. Setiap HP buatan Tiongkok yang diberikan kepada staf dan pers… dibuang.
Vi Tu tweet media
Indonesia
160
319
3.8K
841.8K
Kang Dien Wae
Kang Dien Wae@KangDien_Wae·
💔Amarah yang tak terkendali menghancurkan segalanya dalam sekejap. Rumah yang seharusnya menjadi pelindung, berubah menjadi ruang trauma bagi istri dan anak-anak. Saat akal sehat dikubur emosi, yang tersisa hanyalah luka mendalam. Terima kasih Pak Sony dan aparat yang bertindak cepat. Kita tidak boleh diam. #StopKDRT
Indonesia
35
170
861
143.9K
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
@GandalfsWhisper @nelsonafis @JapaneseIced @03__nakula uu apa yg dilanggar sejauh ini bang? kalau melihat twitt Abang semua udah bisa terbantahkan loh contoh investasi Google terjadi sebelum ia menjabat menteri, ia sudah mundur dari posisi di perusahaan terkait untuk menghindari konflik kepentingan, dan Google bukan vendor langsung
Indonesia
1
0
0
21
ravenclaw
ravenclaw@GandalfsWhisper·
@WIRAPAMUNGKSS @nelsonafis @JapaneseIced @03__nakula Poin dr twit sy di awal adl bukti nyata Google & NM adl rekan bisnis lm sjk di Gojek hingga GoTo, ini jls2 menabrak UU. Mau blg harga CB lbh murah kek ato apa, sekalipun logis, ini bakal susah. Soalnya hukum ga cm bicara logika, tp bicara ada UU yg dilanggar ga. Itu poin saya.
Indonesia
1
0
0
39
Nakula
Nakula@03__nakula·
Asal usul kasus Chromebook berawal dari sini. Pahamkan siapa yang kepentingannya terganggu. 🤭
Nakula tweet media
Indonesia
254
2.5K
17.1K
1.4M
Ombahku
Ombahku@Ombahku·
Berapa banyak pejabat, menteri, petinggi partai, pimpinan BUMN, hingga pengusaha besar di era pemerintahan Jokowi yang pernah diperiksa, didakwa, bahkan dipenjara oleh aparat penegak hukum, termasuk @KejaksaanRI. Sekelas Ahok, Hasto, Tom Lembong, Rommy, Nadiem Makarim, Eber, Yaqut, hingga pejabat BUMN, pengusaha besar, dan elite politik pernah terseret kasus hukum. Mereka bukan orang kecil, bukan rakyat biasa, mereka adalah tokoh yang punya jaringan kekuasaan, pengaruh politik, dan dekat dengan Jokowi serta lingkar kekuasaan. Namun oleh @KejaksaanRI dan @KPK_RI, mereka tetap diproses hukum bahkan berakhir di penjara. Tapi ada yang berbeda dengan seorang #SilfesterMatutina, yang hanya seorang relawan dan buzzeRp pendukung militan Jokowi, tapi @KejaksaanRI dibuat "tak berdaya" bak ayam diguyur air. Begitu "istimewa-nya" orang ini di mata Jokowi, sampai @KejaksaanRI tak bisa berbuat apa-apa.
Indonesia
1
3
25
2.8K
Presiden kopi
Presiden kopi@PresidenKopi·
Semua di penjara sama dia.
Presiden kopi tweet media
Indonesia
700
15.7K
74.3K
1.4M
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada yang gue rasa perlu dibahas lebih dalam soal kasus Nadiem dan ini bukan soal membela dia secara membabi buta. Ini soal menelusuri logika di balik kenapa kasus ini tiba-tiba meledak sekencang ini. Karena kalau lo telisik lebih dalam, ada pola yang sangat menarik dan sangat tidak nyaman untuk diabaikan. Apa yang sebenarnya Nadiem bangun selama jadi Mendikbud: Di era Nadiem, lahir satu sistem yang namanya SIPLah Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah. Platform digital untuk pengadaan barang dan jasa menggunakan dana BOS dan BOP. Artinya apa? Setiap transaksi tercatat online. Setiap pelaporan bisa dilacak. Nota kosong jadi jauh lebih sulit digunakan. Markup jadi jauh lebih sulit disembunyikan. Selama puluhan tahun sebelumnya dana BOS adalah salah satu ladang basah yang paling mudah dimainkan di tingkat sekolah sampai dinas. Nota fiktif, pengadaan barang yang tidak pernah ada, markup harga yang masuk kantong oknum. Semua itu bisa berjalan mulus karena sistemnya manual dan tidak bisa diaudit dengan mudah. Nadiem menutup lubang itu. Sertifikasi guru yang ikut didigitalisasi: Sebelumnya sertifikasi guru identik dengan biaya hotel, konsumsi, transportasi, administrasi tatap muka yang semuanya bisa di-markup dan bisa jadi sumber komisi bagi pihak-pihak tertentu. Di era Nadiem sebagian besar proses ini dipindahkan online. Lebih efisien. Lebih murah. Dan jauh lebih sulit untuk dimainkan anggarannya. Chromebook dan ekosistem Google yang sebenarnya paling mengancam siapa: Ini yang paling penting dan paling jarang dibahas. Kalau sekolah pakai Windows lisensi Windows 11 Home saja Rp2,6 juta. Microsoft Office saja Rp2,2 juta. Per laptop. Dikali ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Angkanya fantastis. Dan karena banyak yang pakai bajakan ada ruang untuk markup seolah-olah membeli lisensi asli padahal tidak. ChromeOS dan Google Workspace for Education? Gratis untuk institusi pendidikan. Tidak ada lisensi yang perlu dibeli. Tidak ada celah untuk markup lisensi software. Jadi pertanyaannya bukan hanya soal apakah Chromebook bagus atau tidak untuk pendidikan. Pertanyaannya adalah: siapa yang selama ini menikmati ekosistem pengadaan software berbayar di sekolah-sekolah Indonesia dan siapa yang dirugikan ketika ekosistem itu diputus? Polanya terlalu jelas untuk diabaikan: Digitalisasi SIPLah menutup celah korupsi pengadaan. Digitalisasi sertifikasi menutup celah markup pelatihan. Chromebook dan Google Workspace menutup celah markup lisensi software. Audit anggaran jadi lebih mudah karena semuanya tercatat digital. Dan kemudian tiba-tiba kasus Nadiem meledak. Dengan tuntutan 27 tahun. Dengan uang pengganti Rp5,6 triliun yang bahkan diambil dari nilai IPO Gojek di SPT pajak bukan dari uang yang terbukti masuk ke kantong Nadiem. PPATK sendiri tidak menemukan satu sen pun aliran dana ke Nadiem dari siapapun. Kalau ini murni kasus hukum kenapa tuntutannya lebih besar dari pembunuh dan teroris? Kenapa uang penggantinya diambil dari aset yang tidak ada hubungannya dengan dugaan korupsi yang dituduhkan? Gue tidak bilang Nadiem sempurna. Gue tidak bilang semua kebijakannya benar. Tapi ada pertanyaan yang jauh lebih besar di balik kasus ini: Siapa yang paling diuntungkan dari kembalinya sistem lama yang serba manual, serba gelap, dan serba susah diaudit? Dan apakah orang-orang itu memiliki kepentingan — dan kemampuan untuk memastikan bahwa orang yang menutup ladang mereka itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi? Kalau jawabannya iya maka yang sedang kita saksikan bukan penegakan hukum. Itu pembunuhan karakter sistematis terhadap orang yang paling banyak menutup pintu korupsi di dunia pendidikan Indonesia.

Indonesia
1
0
0
34
ravenclaw
ravenclaw@GandalfsWhisper·
@WIRAPAMUNGKSS @nelsonafis @JapaneseIced @03__nakula Klo cari yg mewakili guru, jgn Ahok. Dia bkn representasi guru. Dia representasi PDIP. Ga tepat ngomong atas nama guru. Yg cocok ngomong atas nama guru ya organisasi guru. Ahok jujur, ok. Tp bkn pihak representative mewakili kelompok guru.
Indonesia
1
0
0
30
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dan dia ngomongnya bukan sebagai pembela Nadiem. Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja. Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah: Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat: Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata. Itu bukan preferensi yang genuine. Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.

Indonesia
1
0
0
54
Mbak kun
Mbak kun@empty__core·
wdyt?
Mbak kun tweet media
Polski
707
360
4K
370.4K
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
@rangeerrhitam lebih dari binatang cuy bahkan setan aja minder sama kelakuannya
Indonesia
0
0
0
11
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
@Heraloebss harus d kebiri ma di timpukin warga sampe mati si bapaknya
Indonesia
0
0
1
120
Miss Tweet |
Miss Tweet |@Heraloebss·
⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️ Video ini berisi narasi sentitif! Seorang anak mengaku trauma karena sering dicabuli oleh Ayah kandungnya , ia meminta ayahnya digebukin di penjara hingga membusuk.
Indonesia
601
1.9K
10.5K
530.8K
uwa
uwa@WIRAPAMUNGKSS·
@fhrizall @akunhewan di Pantura populasinya terlalu banyak bang bahkan di selatan Jawa aja kalau dah musim terlalu banyak, lagian nelayan juga gak ada yg fokus nyari gituan orang harganya juga gak ada. lagian kalau aku hujat ayolah datang langsung ke pelelangannya trus ngbrol tuh sama warganya
Indonesia
0
0
0
10
rizal
rizal@fhrizall·
@akunhewan orang2 kek gini harus di hujat aja sampai mentalnya jatuh, manusia langka spesies puncak rantai makanan. dengan alibinya gatau apa2 kalo dilindungin, demi konten apapun dimakan sampah.
Indonesia
1
0
0
1.1K