wiwinsuwandi

5.2K posts

wiwinsuwandi banner
wiwinsuwandi

wiwinsuwandi

@Wi2nSuwandi

Advokat|Pemerhati Tata Negara dan Anti Korupsi

Kota Makassar Katılım Nisan 2014
993 Takip Edilen1.3K Takipçiler
wiwinsuwandi retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Jika kami "kampungan" krn menolak praktik buruk kalian dgn menipu aturan, iya kami memang kampungan. Jika kalian merasa "kotaan" dgn permainan busuk kalian di kekuasaan, ambillah "kekotaan" itu dengan perasaan bangga. Ini soal tapal batas perjuangan, panjang umur perjuangan.
Indonesia
80
2.9K
6.3K
93.9K
wiwinsuwandi retweetledi
ferizandra
ferizandra@ferizandra·
Kritikan Untuk Orang-orang NU Oleh : Gus Baha NU itu terlalu banyak  pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama. Saya ga mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet. Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau. Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya. Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet. Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan. Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahunya memuliakan kiai dengan uang, kiainya juga senang. Musibah. Terutama di Jawa Timur. Makanya saat saya diundang di Tebu Ireng, Pondok Syaikhona Kholil, Termas … Saya mau asal, disediakan naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Kholil, Syaikh Mahfudz Termas. Ya, saya ngajinya kitab para pendiri pesantren itu. Bukan ngaji Gus Baha tapi ngaji Mbah Hasyim Asy’ari, dll. Ini kan musibah. Selama ini dzurriyah, para cucu tidak peduli dengan naskah pendiri. Padahal ada ahli filologi, pengumpul naskah. Naskah masyayikh kita ada di luar negeri, cucunya ga punya. Saya punya naskahnya Syaikh Mahfudz yang tidak ada di Termas. Saya dikasih Mbah Moen. Akhirnya, para cucu ngaji ke sini. Coba, Sirojut Tholibin di cetak di mana-mana, termasuk Yaman. Namun, kita tahu nasibnya di Jampes. Kiai-kiai NU itu sudah alim. Ngerti hukum secara tafsil, kok malah hobi bicara yang mujmal. Ini kan sudah mau pinter, disuruh goblok lagi. Anda itu ngaji, sampai buka kamus, meneliti tiap kata, harusnya ngajarnya seperti itu. Agar tetap alim. Ada kiai yang sehari manggung 3 kali. Padahal, pasti dia tidak paham problem dakwah di setiap tempat itu. Dia tidak tahu objeknya, tidak tahu obatnya. Pasti bicaranya standar, itu-itu saja, yang penting lucu dan menarik. Mana ada waktu untuk belajar lebih dalam? Akhirnya ada orang ceramah ditambahi musik macam-macam. Karena dia tidak alim. Tidak terkontrol, yang penting menarik. Akhirnya ya goblok beneran. Pondok NU juga ikut-ikutan tren. Bikin acara, ya pengajian umum. Yang datang banyak. Masak, pondok NU mengundang Ustad/Kiai yg tidak jelas. Karena ikut tren tadi. Tidak tahu, keduanya itu kategorinya apa, detailnya mereka. Musibah lagi, warga NU membaca tulisan Gus Ulil, Nusron bahkan Abu Janda, tapi tidak tahu naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari. Saya hanya ingin, tradisi ilmiah di NU itu kembali. Kiai tidak boleh diatur orang kaya. Jika tidak, NU bisa habis (orang alimnya). Saya di NU ditugasi ini, bukan yang lain. Maka, saat saya di Lirboyo, saya bilang ‘Gus Kafa, saya lebih senang disambut 4 santri yang benar-benar niat ngaji daripada banyak santri yang niatnya tidak jelas’. Kemudian, setiap kali saya ke Lirboyo, anak, mantu, cucu dikumpulkan dulu ngaji sama saya. Jika, kita 5 tahun saja memulai. NU akan hebat. Jika bukan anak kita yang jadi alim, cucu kita akan jadi ulama. Itulah NU. NU itu harusnya melahirkan kiai – allamah, bukan kiai-mubaligh seperti sekarang. Dan saya melihat sudah lampu merah. Padahal di zaman kakek saya, bahasa Arab itu seperti bahasa Jawa. Saya punya tulisannya Mbah Hasyim Asy’ari yang surat-suratan dengan kakek saya dengan bahasa Arab. Keilmuan, kealiman ini jangan habis. Dulu para pendiri, kakek kita, allamah, punya naskah. Jika kita terus begini, bisa habis. Sumber : FB
ferizandra tweet media
Indonesia
317
4.3K
12.8K
1.2M
wiwinsuwandi retweetledi
#99
#99@PartaiSocmed·
Hari ini rencana mau bikin thread tentang gaya hidup hedon orang2 yg ditangkap dalam kasus judi online di Komdigi. Agar kita semua paham dibalik hancurnya kehidupan rakyat kecil dan dibalik sepinya usaha UMKM ada orang2 yg bergelimang harta karenanya.
Indonesia
140
753
4K
570.7K
wiwinsuwandi retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Bang @FaisalBasri adalah penjaga dan pemandu kewarasan dalam perapektif ekonomi kita. Hari ini, ia berjalan duluan meninggalkan kita dlm perjuangan dgn kondisi saat ini. Selamat jalan Bang, cepat atau lambat kita semua akan menyusul. Innalillahi wa inna Ilaihi rajiun.
Indonesia
17
666
2.5K
57.2K
wiwinsuwandi retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Aparat Kepolisian, tolong hentikan segera #kekerasanaparat pada mahasiswa dan pendemo. Mereka sedang melawan #begalkonstitusi ... Yang harusnya kalian tangkapi para pembegal serta perusak negara dan konstitusi itu.
Indonesia
172
2.4K
4.4K
129.1K
wiwinsuwandi retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Kalian bangun istana megah&ibu kota baru dgn pernik2nya. Kalian buat upacara megah dgn 87M. Tp laku kalian merobeknya, hari2 ini kalian makin pongah. Tak perlu ajari kami hormat bendera dan berbaris yang benar. Kami akan perbaiki&jahit kembali merah putih itu, di hadapan kalian!
Zainal Arifin Mochtar tweet media
Indonesia
135
3.9K
8.9K
221.3K
wiwinsuwandi retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Ada prof ketua partai yg nuduh pemilu rusak krn rakyatnya nda peduli program, mau terima duit. Dia lupa, sekian lama elit yg buat itu. Para parpol-kandidat yg lomba2 bagi uang, rakyat jd pragmatis. Mrk yg lakukan, rakyat yg salah. Asem! Bos, scr sistematis, kalian penyebabnya.
Indonesia
90
801
2.5K
119.5K
wiwinsuwandi retweetledi
Okky Madasari
Okky Madasari@okkymadasari·
Saya percaya Quick Count. Tapi ini bukan berarti apa yg salah menjadi benar, kecurangan & pelanggaran dibiarkan. Diksi2 "konfirmasi rakyat", "kehendak rakyat", "suara rakyat" jangan dijadikan pembenaran. Orde Baru pun pakai apologi serupa utk menghancurkan demokrasi.
Indonesia
83
816
2.7K
119.6K
wiwinsuwandi retweetledi
Zainal Arifin Mochtar
Zainal Arifin Mochtar@zainalamochtar·
Beli kawat duri di tokopedia Dapat hadiah daun salam dan nangka Selamat pagi Indonesia Eh, semalam ada yang jadi tersangka
Indonesia
62
152
875
74.4K
wiwinsuwandi retweetledi
A. Ainur Rohman
A. Ainur Rohman@ainurohman·
7 thn lau, saat kelas 4 SD, Mutiara menangis di pelukan ayahnya krn gagal di fase turnamen Audisi Umum PB Djarum di Surabaya. Meski kalah, tim pemandu bakat beri kesempatan kedua. Dia tampil habis2an di Kudus, masuk PB Djarum, tembus pelatnas.. Dan hr ini dia JUARA Asia Junior!
A. Ainur Rohman tweet mediaA. Ainur Rohman tweet media
Indonesia
320
3.5K
14.9K
1M
wiwinsuwandi retweetledi
#99
#99@PartaiSocmed·
Lihai! Cara @susipudjiastuti menjebak Cina dan negara2 lain untuk menyetujui kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan di lautan Indonesia. Pemenang menemukan jalan pecundang menemukan alasan.
Indonesia
61
826
3.7K
598.8K
wiwinsuwandi
wiwinsuwandi@Wi2nSuwandi·
Presiden itu mengkampanyekan program2 pemerintahannya, baik yg sdh maupun yg belum terealisasi, bkn mengkampanyekan capres. Jeruk koq makan jeruk.
Indonesia
0
0
0
55
wiwinsuwandi retweetledi
Abraham Samad
Abraham Samad@AbrSamad·
youtu.be/mTCFG74MSqs Prof. Denny Indrayana: Kasus Bocornya Dokumen KPK dan Pelanggaran Etik Firli Bahuri Segera Diperiksa Secara Bersamaan. Saksikan selengkapnya hanya di youtube Abraham Samad SPEAK UP Terima kasih
YouTube video
YouTube
Abraham Samad tweet media
Indonesia
5
7
33
5.1K
wiwinsuwandi retweetledi
Mesut Özil
Mesut Özil@M10·
Ramadan Mubarak to all my Muslim brothers and sisters. May this special month bring peace & happiness to everyone 🤲🏼🌎
Mesut Özil tweet media
English
3.9K
28.7K
336.8K
10.7M