W Indy
7.1K posts


@RagilSemar Rukun islam ke-5: haji bagi yang mampu.
"Sudah mampu ya Allah tp harus war ticket" kan lucu kalau ditanya nanti
Indonesia

Maksudnya gimana, Nil?
Misalnya pak tani di pelosok udah nunggu belasan tahun, tau2 bisa kalah 'war tiket' sama bocah yg punya koneksi internet ngebut dan duit lebih buat berangkat haji. Gitu?
Orang udah ngantri belasan tahun, terus cuma gegara pak Subi mau supaya haji gak pake ngantri, terus antrian dibubarin begitu aja???
Inget : JANGAN ZALIM.
Indonesia

@xendless_s Pas nenekku meninggal pas hari raya. Dan tiap hari lebaran itu bener2 gada warung buka, entah warung snack atau sembako. Jd bikin suguhan tahlilan seadanya. Daannn tetangga ku mencibir karena makanan yg disuguhkan kurang layak. Masih sakit hati aku.
Indonesia

@Zain_mrzk15 @kapten__monyet Tinggal masuk pilih film pilih kursi bayar tiket. Dah gampang ka
Indonesia

@kapten__monyet Seumur hidup gua g pernah ke bioskop jing, gimana sih caranya😭, terlalu kampung ga sih gua
Indonesia

@tempodotco Jd koruptor tak kira pinter pd nyuci uang, kenapa nyimpen dalam bentuk cash ya? dikubur di mana? Bunkerkah?
Indonesia

@kdrama_menfess Ga saran kalau punya anak belum 15+ karena gelutnya darderdor 😄
Indonesia

@zakiberkata Maklum suasana habis lebaran, ovt kena omongan tante2 budhe2 ipar atau dedesludes thrnya. Banyak faktor.
Indonesia

@LambeSahamjja Dari mana anggarannya?
Pokoknya ada ~ 💃
Indonesia

Guys, ini baru keluar dan gue rasa ini salah satu berita paling penting soal MBG yang perlu semua orang tahu.
BGN beli 21.000 motor listrik untuk program MBG. Tanpa laporan ke DPR.
Tanpa persetujuan Kemenkeu.
Dan kantornya distributor motor itu belum jadi.
Baca lagi.
Kantornya belum jadi.
Tapi motornya sudah ada di Indonesia.
Kronologi yang perlu lo tahu:
2025 Menkeu Purbaya sudah menolak pengadaan motor listrik ini.
Secara resmi.
Diblokir.
2026 BGN tetap beli.
21.000 unit.
Sudah masuk ke Indonesia.
Komisi IX DPR tidak pernah dikonsultasi.
Tidak pernah dapat laporan.
Tidak pernah diminta persetujuan.
Kalau disampaikan ke kami di sini, pasti akan kami tolak, kata Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris.
Dan ini yang paling bikin gue speechless.
Charles bilang dia nonton video dari salah satu media dan yang dia lihat adalah:
kantor distributor motor listrik itu belum selesai dibangun.
Tapi di dalamnya sudah disiapkan satu SPPG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang akan beroperasi di sana.
Terjemahannya:
motor sudah dibeli,
distributor sudah ditunjuk, l
okasi SPPG sudah disiapkan
semua sebelum kantornya selesai dibangun.
Something fishy, kata Charles.
Dan gue setuju.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu siapa yang beli?
BGN beli 21.000 unit motor listrik.
Dari merek apa?
Importir mana?
Harganya berapa per unit?
Total anggarannya berapa?
Dua dari anggaran mana?
Kalau Kemenkeu sudah blokir di 2025 dari mana uangnya keluar di 2026?
Ada pos anggaran yang tidak terpantau?
Tiga siapa distributornya?
Kantornya belum jadi tapi sudah jadi distributor resmi pengadaan pemerintah itu bisa terjadi hanya kalau ada yang melindungi di belakang.
Empat kenapa motor listrik untuk program makan bergizi gratis?
SPPG adalah satuan dapur kepala dapurnya butuh motor untuk apa?
Untuk koordinasi antar lokasi?
Oke, mungkin.
Tapi 21.000 unit?
Tanpa laporan ke DPR?
Ini bukan soal motor listriknya.
Ini soal tata kelola yang berantakan dari program yang anggarannya Rp71 triliun per tahun.
Kalau pengadaan motor saja bisa bypass Kemenkeu, bypass DPR, masuk diam-diam, dan kantornya belum jadi apa lagi yang bisa bypass dengan cara yang sama?
Dan ini yang paling menyakitkan:
Program MBG lahir dari niat mulia memberi makan anak-anak Indonesia yang kekurangan gizi. Itu niat yang tidak bisa diperdebatkan kebenarannya.
Tapi niat mulia yang dieksekusi dengan tata kelola yang kotor ujungnya bukan anak-anak yang kenyang. Ujungnya distributor motor yang belum punya kantor yang panen.
Dan yang rugi? Sama seperti biasa.
Rakyat yang bayar pajak.
Dan anak-anak yang harusnya dapat makan bergizi tapi anggaran programnya habis di jalan.
Senin 13 April 2026 BGN dipanggil Komisi IX DPR.
Dan gue harap DPR kali ini tidak cuma memanggil tapi benar-benar minta jawaban yang konkret dan transparan.
Karena kalau rapat Senin itu berakhir dengan jawaban normatif dan tidak ada yang dipecat atau diselidiki berarti kita semua tahu ceritanya akan ke mana.

Indonesia

Prabowo: Tahun Depan Kita Akan Kejutkan Dunia, This Giant Is Waking Up
Baca di otomotif.kompas.com/read/2026/04/0…
Indonesia





















