Winter Rose

4.2K posts

Winter Rose banner
Winter Rose

Winter Rose

@WinterQueen96

Tempat sampah emosi yg isinya curhatan galau remaja 30 tahun. so, please jangan difollow ya akun ini, entar pada sawan 😂

Katılım Kasım 2022
127 Takip Edilen0 Takipçiler
Winter Rose retweetledi
- saniw
- saniw@ochiachaa·
#motivasi dari wonu, it's giving : "tabrakin aja semuanya caratdeul, ah tapi ah tapi, bagaimana mau sakses kalau terlalu banyak ah tapi, tabrakin aja caratdeul, semangat" #PAHAM CARATDEUL
- saniw tweet media
Indonesia
11
2.4K
6.2K
40.5K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
Tebak kerjaan yukkkk Sender: Query, Looker, Power BI, Python Kalo kalian? 💚
Indonesia
431
72
3.9K
600.7K
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
Bener. Hari gini uang jadi gak ada harganya. Kita kerja mati²an, dimaki atasan, dimarahin customer, dimusuhin rekan kerja, 1 orang dikasih 5 jobdesc, tapi gaji yg diterima masih aja gak bisa nutup kebutuhan.
Kr@karirfess

Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.

Indonesia
0
0
0
47
Winter Rose retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia
203
6.9K
19.3K
826K
Winter Rose retweetledi
티티
티티@snowflakemlet·
All things you need to know about Picheolin, #Seventeen's #Dino's alter ego. Sebuah guide untuk non-fans dan Baby Carats 🔥
티티 tweet media
English
1
58
243
7.3K
Winter Rose retweetledi
ch
ch@ch_sj2013·
Self reminder yang terus dipegang sama Park Jihoon.. Jangan biarin perasaanmu jadi perilakumu. Mood boleh berantakan, tapi attitude harus tetap dijaga. Sedih atau capek tuh wajar, tapi jangan sampe orang lain yang ga salah apa2 kena imbasnya. "Let's not let our feelings become our attitude. ​I don't want to lose that (values). Because even i sometimes feel those moments. I don't express it outwardly, but when i'm having a really hard time or something, i feel like my mood might start affecting my attitude if i'm not careful. Since those moments exist, i think i need to be cautious about it."
🦷@sarangniek

260510 #박지훈 위드뮤 미니토크회 #4 지훈이가 잃고 싶지 않은 가치관은? 🐰‘기분이 태도가 되지 말자’ 제 스스로가 그렇게 느낄 때가 있어요 그걸 막 표현하지는 않는데.. ‘아 여기서 조금 더 있으면 내 태도가 조금 바뀌겠다’ 그런 모습들이 있어서.. 조금 조심을 해야될 거 같아요 #Parkjihoon

Indonesia
10
2K
5.1K
118.1K
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
Udahlah paling bener lu ngilang aja kek kemareeen. Lu gini jadi bikin gue ngarep lagi anjeng. Ah elah
Indonesia
0
0
0
1
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
@kiyowooou____ Itu semua, kecuali darah rendah. Aku lebih ke darah tinggi 🙃
Indonesia
0
0
0
33
🦋
🦋@kiyowooou____·
🦋 tweet media
ZXX
451
434
2.4K
110.1K
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
Now my best friend know my story. Gak ekspek bakal nangis sesenggukan. Emang semenyedihkan itu ya kisah gue? Atau guenya yg udah berdamai ama keadaan? 🤔 But thanks girl for crying out loud for me 🥰. Ya meskipun ujung²nya gue didoain masuk rsj sih 😂
Indonesia
0
0
0
0
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
Foto begini jadi kangen doi 🥲
Winter Rose tweet media
Indonesia
0
0
0
2
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
Kecewa kecil 🤌
Indonesia
0
0
0
4
Winter Rose
Winter Rose@WinterQueen96·
HaHaHa 🙃
Winter Rose tweet media
Filipino
1
0
0
6
Winter Rose retweetledi
AiSh TLG 🦋
AiSh TLG 🦋@MeeeAisha·
“If there's anyone out there living in the endless darkness, I hope u continue to endure until the morning eventually comes” “Yesterday has passed, tomorrow is yet to come & today is still unknown, so let's live well for today” Her acceptence speeches are always so deep 🥹
English
28
9.6K
32.5K
560.4K
Winter Rose retweetledi
gitanaceah.
gitanaceah.@bbycoffelss·
maybe i will shed tears throughout the eps 🥹🤍
English
3
328
1.8K
19.7K
Winter Rose retweetledi
otot
otot@myottlife·
<미지의 서울> 박보영 백상 최우수연기상 세상에 많은 사슴들과 소라게들에게 어제는 끝났고 내일은 멀었고 오늘은 아직 모르니까 오늘의 하루를 잘 살아보자고 꼭 인사드리고 싶습니다
한국어
44
13.1K
31.1K
1.1M
Minda 🦅
Minda 🦅@MindaXtv·
POV: minivlog mama muda 18 thn anak 2 ...😭
367
805
18.5K
2.1M
Winter Rose retweetledi
티티
티티@snowflakemlet·
KHA sunb: Umurmu berapa? 🦦: 28 thn, Tante KHA sunb: Aduh, aduh seumuran sama anak Tante yg laki 🦦: Mamah 💖
Indonesia
29
3.5K
31.7K
494.4K
Winter Rose retweetledi
쿱정원
쿱정원@wonubliss·
yoon jeonghan
쿱정원 tweet media
Indonesia
0
7K
22.4K
182.7K