
yora.
5.3K posts



@phetuniaa @iPopBase Based on your opinion, menurut lu posisi gw di homophobic atau hanya tidak mendukung?
Ada kata kata gw sumpah serapah ngatain kaum" Itu macem-macem?
Indonesia
yora. retweetledi

Bnyk yg menyalahkan Permadi Arya a.k.a Abu Janda atas keributan di dialog iNews TV yg dipandu Aiman Witjaksono, lebih karena preferensi politik.
Padahal kalau mau jujur, yg juga patut dikritik justru @officialinews_ & moderatornya.
Kenapa?
Karena media yg memberi panggung.
Kalau seseorang dgn gaya komunikasi provokatif terus diundang berulang kali, tentu bukan tanpa alasan. Televisi juga tahu persis bahwa model debat seperti itu sering memancing emosi, menaikkan tensi, & akhirnya menaikkan rating.
Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru dlm dunia talkshow politik di Indonesia.
Kita sudah sering melihat bagaimana dialog publik berubah menjadi ajang adu emosi.
Contohnya ketika Razman Nasution terlibat adu mulut dgn Ahmad Khozinudin [link: youtu.be/YvmOMjdKzfo ] dlm acara ‘Rakyat Bersuara’. Kalimat-kalimat keras terlontar, suasana memanas, bahkan jauh dari substansi diskusi.
Akhirnya yg terjadi bukan lagi pertukaran gagasan, melainkan pertunjukan konflik.
Di sinilah seharusnya peran moderator & media menjadi penting.
Moderator bukan hny pembagi waktu bicara, tetapi juga penjaga kualitas diskusi.
Jika narasi sudah keluar jalur, moderator seharusnya mampu menarik kembali ke substansi.
Kalau tidak, dialog publik berubah menjadi arena sensasi.
Dan ketika sensasi lebih diutamakan daripada substansi, maka yg kita lihat bukan lagi forum intelektual, tetapi sekadar konten keributan untuk konsumsi publik.
Jadi kalau ada yg marah pada Abu Janda, silakan saja.
Namun jangan lupa, panggung itu disediakan oleh media.
Tanpa panggung, tidak ada pertunjukan.

YouTube

Indonesia

yora. retweetledi
yora. retweetledi

Yth @Anak__Ogi dkk
Di
Rumah sambil rebahan.
Teriiring salam dan doa semoga hidup Anda selalu sehat, baik dan terus bersemangat.
Begini, tokoh yang dulu pernah Anda dukung dengan sepenuh jiwa dan sepenuh hati adalah tokoh yang masih sama.
Beliau ini tidak berubah dan tidak kemana-mana, area edar beliau sejak masih jadi Walikota Solo dua periode dan jadi Gubernur DKI Jkt hampir satu periode, lalu jadi Presiden RI dua periode masih sama.
Beliau ini beredar dalam ruang-ruang aktivitas keseharian rakyat secara kongkrit.
Kalau dulu waktu masih jadi Walikota solo ia rajin main ke tempat-tempat rakyat beraktivitas dan pasar adalah area favorit beliau, karena disanalah jantung rakyat berdenyut secara keras dan konstan.
Waktu jadi Gubernur DKI juga sama, beliau blusukan ke pasar, ke lorong-lorong sempit yang becek, kumuh, jorok dan tidak manusiawi. Tanpa pusing dengan jabatan yang mentereng di pundaknya, bahkan beliau ini rela masuk gorong-gorong hanya untuk memastikan apakah perintah dia sebagai Gubernur dipatuhi, bukan menikmati gaya Gubernur yang hanya bisa duduk dari balik kantor megah sambil pura-pura mikirin nasib rakyat.
Bukan, Jokowi itu adalah wajah otentik dari Rakyat Indonesia karena ia memang lahir dari sana.
Anak Ogi dkk Yth sepertinya perlu merenung sejenak, mengapa orang yang sukses membangun Indonesia dari ujung aceh hingga ujung papua ini begitu Anda benci dan bahkan ada agenda terselubung ingin menghancurkan reputasi politik Jokowi sampai-sampai sehancur-hancurnya dan GAGAL 👎☹👎
Saya kasih tau menerut penerawangan dan keyakinan saya sebagai rakyat Indonesia, gagalnya agenda-agenda merusak reputasi politik Jokowi karena satu alasan yang saya coba buat sesederhana mungkin, Jokowi itu otentik, real, dan apa adanya. Sementara barisan Anda plus geng Tiroris itu un otentik, politis, PALSU dan un real.
Itulah mengapa mereka selalu gagal, karena palsu sementara yang mereka lawan adalah sosok yang asli, otentik dan apa adanya.
Dalam bahasa politik saya menuliskan dengan kalimat ini "Jokowi adalah rakyat dan Rakyat adalah Jokowi" inilah yang bikin Anda dkk selama ini iritasi, karena itu saya singkat dengan istilah JOKOWISME.
Demikian surat keterangan ini saya buat dengan lurus, tidak di bawah tekanan apalagi di bawah perintah partai tempat saya belajar berpolitik.
Salam hangat dan hormat selalu 🤝
Dedy Nur Palakka
Bali, 16 Februari 2029

Indonesia



























