4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶

8.9K posts

4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶ banner
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶

4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶

@YaaWildan_

Seo-gu, Republic of Korea Katılım Kasım 2012
177 Takip Edilen187 Takipçiler
jek
jek@jek___·
kurang2in lah gini-gininya
jek tweet media
Indonesia
88
431
3.1K
114.5K
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶ retweetledi
ビンセント
ビンセント@halleluhellyeah·
Cewek yang sibuk ngulik isi HP cowoknya biasanya bukan lagi mencari kebenaran, tapi pembenaran untuk curiga. Kalo rasa aman lo bergantung pada apa yang lo temukan di HP dia, berarti yang rapuh bukan hubungan lo, tapi diri lo sendiri.
Tanyarlfes@tanyarlfes

💚 guys gen ask. fyp cowoku sering muncul VT cewe dengan pd besar. pengakuan cowoku, dia ngga stalk tapi TikTok munculin sendiri. menurut kalian gimana? aku pribadi jujur ragu kalau dia ga stalk. aku no hate ke ciwi ciwi di gambar yaa🫰🏼🫰🏼

Indonesia
1
14
45
9K
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶ retweetledi
Never
Never@neVerAl0nely___·
Apa sebenarnya yang membuatnya dihujat begitu luas? Previle pejabat, ngaku orang susah Jika hanya soal perpindahan kewarganegaraan, sebagian publik merasa reaksinya tidak akan sebesar ini. Sorotan kemudian melebar, setelah muncul fakta bahwa ia disebut pernah menjadi penerima beasiswa LPDP—program yang dananya bersumber dari pajak rakyat—yang turut berperan dalam membawanya ke titik saat ini. Ia juga diketahui menikah dengan Arya P. Iwantoro. Mertuanya, Syukur Iwantoro, tercatat pernah menjabat sebagai Sekjen Kementerian Pertanian dan Dirjen Peternakan. Dengan latar belakang keluarga tersebut, suaminya malahmeraih LPDP dan mangkir dari kewajiban. Berbagai fragmen itulah yang kemudian membuat kemarahan publik semakin bulat. Sebagian mempertanyakan bukan hanya soal pilihan pribadi, tetapi juga soal komitmen, tanggung jawab, dan kaitannya dengan fasilitas negara yang pernah diterima.
Never@neVerAl0nely___

Nama Arya Iwantoro mendadak ramai diperbincangkan publik setelah unggahan istrinya, Dwi Sasetyaningtyas tentang kewarganegaraan anaknya viral dan menuai pro-kontra. Sorotan terhadap Arya semakin tajam karena latar belakangnya sebagai akademisi sekaligus alumni beasiswa LPDP yang kini berkarier di Inggris. Arya Iwantoro merupakan lulusan S1 Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2013 sebelum melanjutkan studi ke Belanda. Nama Arya mulai "diburu" publik setelah muncul spekulasi mengenai statusnya sebagai alumni penerima beasiswa LPDP untuk jenjang S2 dan S3. *Mungkin kalau pake uang orang tua untuk kuliah akan beda

Indonesia
138
551
3.1K
1.1M
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶ retweetledi
SuhonoSuwardi
SuhonoSuwardi@SuhonoSuwardi·
@neVerAl0nely___ Cerita tetangganya di karangpilang surabaya, ybs anak tunggal dari keluarga asn yg biasa saja alias tdk kaya raya. Begitu dpt suami anak orang kaya, utk validasi diri maka pamer utk dpt pengakuan.
Indonesia
14
16
167
38.1K
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶
Ini bank paling bar2 kalau masalah cc 😂 Back in 2021,dapet cc bank ini dari sales yg kebetulan temen. Dijanjiin limit 10juta,seminggu kemudian dateng kartunya dengan limit 30jt 😂 Udh gitu dikasih tau cara biar bisa free annual fee 🤣
Icha | No Sleep for Kaname Date – AI: Somnium 🎮@Ichavarma_

gw & nyokap seperti biasa pura2 ngga liat sales cc bank mega kalo lewat transmart apapun. sampe nolak asbun pake “males mbak isi2 formulir”. salesnya ngomong “ngga kok kak, aku cuman minta email, no telp, dan alamat. saya ketikkin” tiba2 kami dikirim cc is bank retail dying?

Indonesia
0
0
0
210
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶ retweetledi
zhil
zhil@zhil_arf·
Dalam ceramah di Masjid al Musyawaroh, Kelapa Gading pada September 2000, Presiden Gus Dur mengungkap: 1. FPI adalah preman peliharaan keluarga Cendana seperti Tommy Soeharto. 2. Preman-preman FPI melaksanakan terorisme bom untuk menghalangi pengusutan korupsi keluarga Cendana.
zhil tweet mediazhil tweet media
zhil@zhil_arf

Mengapa Soeharto tak ditangkap setelah jatuh pada 1998? Pada tahun 2000, Gus Dur berusaha melakukan itu. Gus Dur berusaha menangkap Soeharto dan keluarganya. Sidang dijadwalkan pada 14 September 2000. Pada 13 September 2000, bom raksasa meledak di Bursa Efek Jakarta. 15 orang tewas terburai menjadi potongan-potongan kecil. Tubuh mereka hancur berceceran oleh bom mobil raksasa yang diparkir di basement Bursa Efek. Puluhan lainnya terluka parah. Asap tebal membumbung di tengah-tengah SCBD di jantung perekonomian Indonesia. Gedung-gedung kantor besar perusahaan multinasional, bank, dan pemerintahan yang berisi ratusan ribu karyawan dilanda kepanikan dan dievakuasi. Bom teroris besar itu menyebabkan kepanikan yang lebih besar. Saat itu, Indonesia sedang tertatih-tatih memulihkan diri dari krisis 1997 dan mengembalikan kepercayaan internasional. Kesejahteraan ekonomi ratusan juta rakyat bergantung pada kesuksesan pemerintahan Gus Dur melakukan hal itu. Bom teroris di Bursa Efek sangat menggoncangnya. Harga saham jatuh. Indonesia terancam roboh kembali. Jika Indonesia tak stabil, jutaan rakyat terancam kembali jatuh miskin dan menganggur. Tentu saja, secara teori, jika Indonesia roboh, Soeharto dan keluarga Cendana tak akan bisa ditangkap. Keluarga Cendana tidak akan pernah bisa ditangkap polisi apabila tidak ada polisi dan tidak ada penjara karena Indonesia bubar. Siapa dalang bom teroris tersebut? Kecurigaan tentu langsung tertuju pada keluarga Cendana, terutama Tommy Soeharto. Alasan pertama, serangan bom teroris terjadi satu hari sebelum persidangan kedua yang seharusnya menyeret Soeharto dan keluarganya ke peradilan hukum. Alasan kedua adalah Gus Dur yang langsung mengumumkan bahwa Tommy adalah tersangka utama dan memerintahlan pemeriksaan. Gus Dur sebagai presiden tentu berkuasa atas informasi intel. Alasan ketiga, sebelumnya Tommy sudah terlibat dengan serangkaian kasus bom dan penembakan. Lima bulan sebelumnya pada 13 Maret 2000, Tommy diseret ke hadapan Komisi V untuk diperiksa tentang kasus korupsi dan kegilaan monopoli cengkeh BPPC. Pada saat itu, jendela ruang rapat Komisi V tiba-tiba ditembak orang misterius dengan senjata api. Anggota Komisi V merasa sangat terancam. Bagaimana kalau yang ditembak berikutnya bukan jendela kosong, melainkan kepala mereka? Atau kepala anak mereka? 3 bulan kemudian, pada 4 Juli 2000, Tommy diseret Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk diperiksa di Kejaksaan Agung. Satu jam setelah Tommy meninggalkan gedung, gedung Kejaksaan Agung meledak oleh bom. Ternyata yang meledak seharusnya dua bom. Tetapi salah satu bom untungnya gagal meledak. Dua bulan kemudian, pada 31 Agustus 2000, sidang pertama kasus korupsi Soeharto dan keluarganya digelar. Tiba-tiba, bus yang diparkir mencurigakan di samping tempat persidangan meledak. Ada orang yang menaruh bom besar di situ. 2 minggu kemudian, sehari sebelum sidang kedua pengusutan keluarga Cendana, terjadilah bom di Bursa Efek yang sangat brutal dan mengerikan ini. Ini adalah pengeboman teroris paling mematikan sejauh ini. Gus Dur memerintahkan penyelidikan untuk mengusut Tommy dan antek-antek gerombolan premannya yang diduga keras menjadi dalang terorisme pengeboman Bursa Efek itu. Pada saat itu, Menteri Pertahanan Mahfud MD menjadi sangat resah. Ia membaca pola ancamannya: jika Gus Dur terus menginvestigasi Soeharto, gerombolan keluarga Cendana, dan pundi-pundi raksasa kekayaan pribadi hasil rampokan mereka selama 20 tahun terakhir, Indonesia akan terus digoncang bom dan instabilitas. Ini sudah masuk ranah ancaman pertahanan nasional. Mahfud seakan membaca tulisan yang ditulis dengan darah orang-orang Bursa Efek: "Jika kamu terus mengusut, Republik ini akan jatuh." Gus Dur bebal. Dua bulan kemudian, Gus Dur menolak permohonan grasi yang dengan sangat belagu diajukan Tommy Soeharto. Saat itu Tommy baru saja didakwa korupsi memaling aset tanah Bulog dan akan segera dipenjara. Apa yang dilakukan Tommy? Ia kabur dan menjadi buronan. Pada 14 November 2000, polisi mengirim 18 tim untuk melakukan penggerebekan di 18 lokasi. Sebanyak 206 anggota polisi diturunkan untuk melakukan penggerebakan serentak, termasuk di rumah Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta. Gagal. Tommy tak bisa ditemukan. Sebulan kemudian, rentetan bom teroris kembali meledak, yaitu pada Malam Natal 24 Desember 2000. Yang ini sangat mengerikan. 23 gereja berbeda yang tersebar di Batam, Pekanbaru, Jakarta, Mojokerto, Bandung, Ciamis, dan Lombok hancur oleh bom teroris yang dijadwalkan meledak serentak. Serangan bom serentak ini menewaskan jemaat Kristen yang sedang berdoa, juga menewaskan Riyanto, anggota Banser NU yang ditugaskan menjaga gereja dari ancaman teroris. Ia mati syahid ketika berusaha menjauhkan bom dari para jemaat gereja. Beberapa minggu kemudian pada Januari 2001, salah satu teman dekat Tommy, Elize Tuwahatu, berhasil ditangkap oleh Polda Metro Jaya. Elize tertangkap basah membawa-bawa tiga buah bom raksasa dari Tommy. Dari mulut Elize dan pelapornya, berbagai kelakuan Tommy berhasil dibongkar. Ternyata, berapa hari setelah Bom Malam Natal, Elize ditugasi Tommy untuk menyusun rencana membunuh Jaksa Agung Marzuki Darusman serta Menteri Industri dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan dengan bom. Bom pertama dan kedua ditujukan pada Marzuki dan Luhut, yang dianggap mengancam pundi-pundi raksasa kekayaan dan aset keluarga Cendana. Apabila Luhut berhasil dibunuh dengan ledakan bom, kematian sadisnya juga akan mengguncang stabilitas industri dan perdagangan Indonesia, mengingat jabatan strategis Luhut saat itu. Menperindag sebelum Luhut adalah Jusuf Kalla. Menperindag sebelum Jusuf Kalla adalah Rahardi Ramelan di zaman Habibie. Menperindag sebelum Rahardi Ramelan adalah Bob Hasan, operator bisnis keluarga Cendana. Barangkali Luhut yang saat itu jadi anak buah Gus Dur menyentuh "sesuatu" yang membuat keluarga Cendana dan kroninya (seperti Bob Hasan) sangat marah. Selain Marzuki dan Luhut, kedua bom itu juga diharapkan memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf Kejaksaan Agung dan staf Kemenperindag dan menciptakan sebesar-besarnya teror dan kekacauan nasional. Bom ketiga ditujukan untuk memutilasi dan membunuh acak sebanyak-banyaknya staf di kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk semakin menebar teror di sektor-sektor kunci pemerintahan dan kestabilan ekonomi. Tommy sendiri ternyata memiliki penyuplai bom yang menurut investigasi kepolisian diduga adalah suatu oknum pengkhianat negara di Kopassus. Secara semangat korsa, ini sangat menyedihkan mengingat Luhut sendiri adalah mantan komandan Kopassus. Tetapi memang, pada zaman Soeharto, Kopassus sempat dipimpin oleh orang yang sangat dekat dengan keluarga Cendana. Enam bulan kemudian, pada Juli 2001, tragedi kembali terjadi. Hakim yang sedang mengusut Tommy Soeharto, Syafiuddin Kartasasmita, dibunuh dengan sangat brutal di tengah jalanan Jakarta menggunakan senapan mesin ketika sedang menuju tempat kerjanya. Hakim Syafiuddin ini mati syahid dengan tubuh berlubang-lubang. Kematian mengerikannya sangat menghebohkan Indonesia. Pembunuhan Hakim Syafiuddin yang luar biasa sangat sadis inilah yang ternyata berhasil digunakan penegak hukum untuk mengumpulkan cukup bukti tak terbantahkan untuk menangkap Tommy Soeharto. Dalam suatu periode drama kehebohan nasional yang membuat rakyat menempel ke TV, Tommy si Penjahat Nomor Satu diburu oleh penegak hukum. Tim sangat elite ini diberi nama Tim Kobra dan dikomandoi oleh perwira lapangan bereputasi cemerlang yang sedang naik daun saat itu, Tito Karnavian. Meski begitu, awalnya penyelidikan mengalami kebuntuan. Menggunakan penyadapan sinyal telepon dan pengamatan intel, lokasi Tommy diisolasi ke sebuah rumah di Bintaro Jaya, Tangerang Selatan. Akhirnya Tommy berhasil digerebek, diseret keluar, dan ditangkap sebagai hewan buruan terbesar pemerintahan Gus Dur pada 28 November 2001, 4 bulan setelah Syafiuddin mati dibunuh. Tommy dipenjara selama beberapa tahun dan hidup mewah di penjara dengan sofa, kulkas, TV, dapur, dan akses untuk bermain golf di Jakarta. Tommy bebas dengan masa tahanan yang sangat dipotong remisi. Setelah bebas, ia langsung berusaha membeli Golkar pada tahun 2009 dengan pundi-pundi raksasa kekayaan keluarganya. Ia dikalahkan Aburizal Bakrie. Gus Dur sendiri tidak sempat melihat Tommy ditangkap dari posisi menjabat sebagai presiden. Gus Dur keburu digoncang dengan Operasi Semut Merah dan berbagai krisis politik. Akhirnya, Gus Dur kalah dan digulingkan dari kursi kepresidenan pada pertengahan 2001. --- Itulah bagaimana keluarga Cendana berhasil lolos dari jerat hukum. Soeharto mati dengan pulas dan santai pada tahun 2008. Tubuhnya dikubur di suatu ancient temple mistis di atas bukit yang tersembunyi di tengah hutan lebat kaki Gunung Lawu yang angker, seperti seorang raja Jawa kuno. Ketika gw solo travelling ke situ dengan motor, templenya dijaga segerombolan penjaga.

Indonesia
129
1.1K
5K
293.1K
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶ retweetledi
Art Gallery
Art Gallery@X_ArtGallery·
Max Svabinsky - The Fruit Was Never an Apple
Art Gallery tweet media
Art Gallery@X_ArtGallery

English
552
6.6K
79.6K
6.2M
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
🚨 HERE WE GO : DEAN HUIJSEN 🔜 REAL MADRID. • Real Madrid mengaktifkan klausul rilisnya sebesar £50 juta. • Pembayaran akan diangsur 3 kali. • Kontrak hingga 2030. • Dean Huijsen akan langsung bergabung di Piala Dunia antar klub 2025. 📝 @FabrizioRomano
Extra Time Indonesia tweet media
Indonesia
188
116
3.2K
303.1K
Jürgenholic Indonesia
Jürgenholic Indonesia@thejurgenholic·
"Kamu terlihat sedih Gen, ada apa?" tanya mang warkop seraya menyuwir ayam. "Dikhianati.." jawabku lirih. "Tersenyumlah Gen, bila memang bukan Entin takdirmu, akan ada matahari baru yang menunggu sambutmu nanti" sautnya bijak sambil mengaduk bubur. -Gen (2025) 🥀
Jürgenholic Indonesia tweet media
Indonesia
350
189
2.2K
182.6K
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶
Udh gak pernah nonton madrid semenjak kross pensiun,cuma liat sekali yg lawan barca abis itu gak kuat nonton. Kek anak kecil yg high energi tapi gaada yg ngatur
Indonesia
0
0
0
27
4̶0̶1̶ ̶U̶n̶a̶u̶t̶h̶o̶r̶i̶z̶e̶d̶
Kross hilang,modric kemakan usia adalah bencana madrid. Yang madrid punya sekarang adalah pemain dengan semangat juang tinggi tapi gak punya visi kreatif,gak ada jangkar yg ngatur di tengah. Gatau ance yg bebal atau perez yg gak mau keluar duit buat nambal lobang yg ada
The Flanker@theflankerID

Real Madrid jelas butuh sistem yang lebih rigid dari apa yang diracik Ancelotti. Emang sebelumnya works, tapi sekarang skuad berbeda. Mbappe & Vini bukan anugerah buat fase bertahan, Madrid butuh struktur Fase menyerang juga lebih sporadis tanpa Kroos, Madrid butuh pattern.

Indonesia
1
0
0
73