Nova
4.8K posts



Bangga, semakin banyak WNI di luar negeri yang sukses berkarir di sektor transportasi. Tercatat saat ini sudah terdapat beberapa WNI yang telah lolos berkarir menjadi sopir bus di Jepang. 1. Iyus Jimin → Ryobi Group 2. Saruman Purwanto → Tokyu Corporation 3. Mahatmi Rismartanti → Tokyu Corporation 4. Bagus Endra Wardana → Tokyu Corporation 5. Azzam Al Antar → Meitetsu Bus 6. Dwi Harjanto → Meitetsu Bus 7. Seto Ramadhan Siswadi → Meitetsu Bus Perjalanan mereka untuk menjadi sopir bus di Jepang tidaklah mudah, mereka perlu mengikuti program Tokutei Ginou (特定技能) atau Specified Skilled Worker (SSW). Keberhasilan rekan² WNI kita juga tidak lepas dari perubahan kebijakan imigrasi yang dilakukan pada tahun lalu. Pemerintah Jepang merevisi undang² imigrasi untuk memperluas penerimaan pekerja asing, termasuk di sektor transportasi darat yang mencakup taksi & bus. Dikutip dari Kompas per 2025 penghasilan kotor sopir bus di Jepang dalam setahun dapat mencapai ¥4,5 juta atau setara Rp450 juta. Artinya penghasilan rata² sebulan sekitar Rp37,5 juta, belum termasuk lemburan. Keuntungan menjadi sopir bus di Jepang tentu bisa lebih nyaman nyetirnya, kondisi lalu lintasnya juga lebih tertib, tidak seperti di Indonesia.






Basement sebuah gedung perkantoran juga dijadikan markas sementara. Segitunya...

Demo di Bundaran HI ini unik, karena biasanya demo ke lembaga pemerintahan tertentu Tapi bundaran HI itu sumber traffic: masyarakt dan sosial media peluang media ngeliput naik peluang sosmed divideoin orang juga naik orang aware-> tujuan demo terpenuhi dengan cara baru














