Yoel Sumitro

4.2K posts

Yoel Sumitro

Yoel Sumitro

@YoelSumitro

Killing time here

Katılım Ocak 2020
942 Takip Edilen26.4K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
Terinspirasi usaha "ternak lele" @lwastuargo , gua mau coba jualan jasa latihan interview untuk posisi UX (Design, Research, Leadership). Please check this form: bit.ly/YoelSumitro !
Indonesia
7
46
263
504.6K
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
4. Satu orang dari Burundi (coba cek di wiki, negara ini kaya apa). Ambil s2 di univ swasta bahasa inggris yg berbayar di Berlin. Akhirnya buat bulan Juni ini dpt internship as software engineer di salah satu startup di Berlin.
Indonesia
2
0
31
9.8K
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
3. Satu orang dulu jadi lead pm di toko ijo. Ikut suami pindah ke Berlin. Udah setahunan apply2 kerjaan di Berlin belum dpt juga. Bulan Januari pindah full ke Berlin, and ini di bulan ke5 akhirnya dapet full time senior PM di Berlin.
Indonesia
1
0
26
11K
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
Ada 5 cerita org sukses #kaburAjaDulu gw denger lately. Semoga jadi inspirasi. 1. Satu orang dulunya kerja jadi head of design di toko ijo, mulai Maret kemarin jadi Director of Product design di perusahaan tempat gw kerja dulu di Berlin.
Indonesia
6
96
1.1K
78.7K
Yoel Sumitro retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Dari 4 hakim anggota, 2 hakim vonis Ibam 4 tahun, tapi 2 hakim lainnya justru minta suami saya dibebaskan. Sampai dua hakim menyatakan keyakinan berbeda lewat dissenting opinion terhadap tiga hakim lainnya jarang sekali kejadian. Bagi keluarga kami, ini tanda nyata kalau sebenarnya ada keraguan yang sangat mendalam dari majelis hakim sendiri soal perkara Ibam. Rasanya sedih banget, kenapa putusan yang menentukan masa depan keluarga kami penuh keraguan seperti ini? Bahkan di ruang peradilan, hakim ketuanya pun terlihat ragu-ragu untuk memutus berdasarkan pertimbangan vonis 4 tahun seperti 2 hakim anggota yang lain. Padahal Bapak Presiden @prabowo selalu ingatkan kalau putusan penegakan hukum itu nggak boleh ada keragu-raguan sedikit pun. Sedangkan, dua hakim anggota yang berkeyakinan Ibam secara terang benderang seharusnya dibebaskan dari seluruh dakwaan dalam putusan kemarin, dari matanya tampak kalau tidak ada keragu-raguan untuk menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa Ibam seharusnya bebas. Aku terharu banget, ternyata masih ada hakim yang sangat amanah dan objektif melihat kasus Ibam, terlebih ketika puluhan isi keyakinan kedua hakim yang mulia tersebut dibacakan di sidang. Semuanya tentang Ibam yang aku kenal, semuanya berisi tentang keadilan yang muncul dari fakta persidangan yang dipahami secara utuh. Tapi kenapa, putusan akhirnya penuh kejanggalan dan kezaliman? Ini sangat jauh dari keadilan yang didasarkan fakta persidangan. Keyakinan kedua hakim tersebut bantu memperkuat keyakinan keluarga kami juga, kalau Ibam seharusnya bebas. Bikin kami makin yakin juga untuk terus berjuang demi keadilan. Mohon terus bantu kawal ya, teman-teman. Tolong bantu suarakan juga ke Komisi III DPR dan Pak Presiden Prabowo, supaya keraguan yang sangat kentara terlihat ini bisa berganti jadi kepastian hukum. Jangan sampai ada lagi orang yang niatnya bantu negara dengan keahliannya malah dikriminalisasi. Terima kasih banyak atas dukungannya selama ini. 🙏
Ibrahim Arief tweet mediaIbrahim Arief tweet media
Indonesia
39
716
1.5K
129.5K
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
13. Jadi 3 hal itu lebih penting: minimum penghasilan per order/waktu/km, transparansi algoritma, dan status & hak sebagai pekerja. Semoga hidup para ojol ini makin diberkati. Salam satu aspal.
Indonesia
0
10
35
3.5K
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
12. -jalan terus. Perusahaan sudah meminta kewajiban ojol ini untuk bekerja penuh waktu - tapi mereka suka mengelak di belakang tameng fleksibilitas/pekerja paruh waktu untuk tidak mau memberikan hak2 ini. Inggris adalah contoh kasus yang cukup sukses untuk memberikan hak ini.
Indonesia
1
3
22
3.9K
Yoel Sumitro
Yoel Sumitro@YoelSumitro·
1. Gw pernah kerja di bagian product & tech selama lebih dari 5 tahun untuk Food Delivery / ojol companies (Uber & Delivery Hero). Gw mau kasih argumen bahwa kebijakan baru untuk penghasilan ojol ini hanya populis dan tidak akan efektif untuk menaikkan taraf hidup mereka.
Yoel Sumitro tweet mediaYoel Sumitro tweet media
Indonesia
22
314
985
50.7K
Yoel Sumitro retweetledi
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ririe istrinya Ibam. Makasih banyak atas dukungan yang terus mengalir untuk Ibam dari berbagai tempat. Teruntuk yang belum paham perkara suami saya, atau yang tidak mengikuti sidang, saya mohon sebesar-besarnya untuk mempelajari kasus Ibam secara jujur agar tidak menzalimi keluarga saya dengan mengutip setengah-setengah informasi yang tidak sesuai dengan fakta persidangan. Sebagai seorang istri yang terus mendampingi Ibam dalam setiap persidangan, izinkan saya membagikan empat fakta yang telah terungkap sepanjang sidang hingga tuntutan: 1.⁠ ⁠Pertama, terungkap di persidangan, Ibam diminta peserta rapat 17 April 2020 untuk menjelaskan masukan terkait kebutuhan laptop hanya untuk aplikasi asesmen/ujian. Namun, kemudian masukan Ibam dikutip tidak utuh oleh pejabat, dan dinarasikan seakan-akan masukan itu adalah "arahan" untuk SELURUH pengadaan. 2.⁠ ⁠Kedua, setelah rapat 17 April 2020 di atas, Ibam sudah memberi masukan tertulis spek yang netral, yaitu Windows dan Chromebook sekaligus, di tanggal 22 April 2020. Faktanya, terungkap dari kesaksian Tim Teknis, pada 27 April 2020 mereka ditunjukkan satu potongan dokumen masukan Ibam, namun oleh pejabat dipelintir bahwa masukan tersebut hanya Chromebook. Kemudian Tim Teknis diarahkan pejabat tersebut untuk buat survey dan kajian Chromebook, SEBELUM buat kajian Windows. Terus bagaimana dengan kesaksian pejabat yang bilang "kajian sebelumnya diabaikan, dikasih yang baru, dan spesifikasinya sudah ditentukan"? Tak lain tak bukan adalah upaya cuci tangan yang tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap sepanjang sidang-sidang berikutnya. Karena kemudian terungkap: pejabat itu sendiri yang ternyata menyuruh tim teknis untuk buat kajian Chromebook dulu, baru setelahnya buat kajian Windows. Jadi sudah terungkap bahwa narasinya dibolak-balik, agar yang disalahkan atas agenda pejabat tersebut adalah Ibam. Terungkap juga di fakta persidangan: pejabat tersebut mengubah spek masukan Ibam, membocorkan spek ke vendor, berkoordinasi dengan vendor untuk pilih merk pemenang, serta terima keuntungan dari vendor. 3.⁠ ⁠Ketiga, terkait narasi "Ibam buat kajian Chromebook", bahkan di dalam tuntutan akhir JPU sudah TIDAK ADA LAGI tuduhan Ibam sebagai yang buat kajian teknis Chromebook. Hal ini karena sudah dipatahkan oleh fakta-fakta persidangan, seperti rekaman sidang di bawah. Tim Teknis mengakui: Ibam tidak ikut pembuatan kajian Chromebook, 80% masukan Ibam ditolak dan tidak masuk kajian, bahkan bukti screenshot yang ditampilkan di sidang menunjukkan Ibam tidak tahu kapan kajian selesai dibuat. 4. Keempat, pegawai yang mengurusi pendanaan yayasan tempat Ibam jadi konsultan, sudah bersaksi di sidang, kalau gaji Ibam berasal dari CSR (donasi) dua perusahaan: Djarum Foundation dan Wardah. Keduanya tidak ada hubungannya dengan pengadaan dan tidak punya konflik kepentingan. Mereka berdonasi sebagai perusahaan yang punya kepedulian atas pendidikan Indonesia. Semuanya terang benderang, kalau saja lihat sidang secara keseluruhan, dan bukan sepotong-potong. Sekarang sudah H-2 putusan. Insya Allah semua fakta tersebut sudah terbuka di depan majelis hakim. Saya tak hentinya berdoa semoga Allah membukakan mata hati para majelis hakim agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk Ibam. Mohon juga dukungan dan doa teman-teman semua untuk yang terbaik bagi keluarga kami.
Ibrahim Arief@ibamarief

Saksi Tim Teknis: kajian yang merekomendasikan Chromebook BUKAN atas arahan Ibrahim Arief 🚨 Ibam didakwa membuat kajian 8-16 Juni 2020 yang mengarah pada Chromebook ⚠️ Terungkap dalam sidang: Kajian tersebut dibuat sejak 27 April 2020 atas arahan Cepy Lukman ke Tim Teknis 🚨

Indonesia
24
947
2K
137.9K