Yurika Agustina

12K posts

Yurika Agustina banner
Yurika Agustina

Yurika Agustina

@YurikaAgustina

I am a happy, simple and independent woman ✝️🇲🇨

Jakarta, Indonesia Katılım Kasım 2009
68 Takip Edilen604 Takipçiler
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
Saudara Matahari begitu cerah ceria menyilaukan mata hangatnya membuat pori-pori merekah terbuka Kehangatannya menembus sampai dalam dada Saudari Bulan begitu lembut tatapannya Tak lagi malu-malu mengintip di balik tirai awan Senyumannya tetap menggoda Membuat mata lensa terpana #tahunsantofransiskusassisi Musik dan lagu: AIGC by Karmic Sin
Indonesia
0
0
0
57
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
Orangutan ini butuh lawyer yang baik dan bagus untuk bisa memenangkan kembali rumahnya yang dihancurkan pemda setempat atau perusahaan tertentu
Indonesia
0
0
0
31
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
10 hal utama dari Ensiklik “Magnifica Humanitas” nya Paus Leo 14 yang bertujuan untuk melindungi harkat martabat manusia di era kecerdasan buatan (AI). “AI bisa menjadi alat yang luar biasa untuk membangun dunia yang lebih manusiawi, atau menjadi alat baru yang menjauhkan kita dari kemanusiaan itu sendiri” Pilihannya terletak di tangan manusia itu sendiri.
Indonesia
0
0
0
41
Yurika Agustina retweetledi
Vatican News
Vatican News@VaticanNews·
After the presentation of Pope Leo’s first encyclical, Professor Léocadie Lushombo of the Jesuit School of Theology at Santa Clara University in California drew attention to victims of AI development, stressing the need to "adopt the perspective of victims" as the Pope wrote.
English
20
94
284
14.3K
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
Paus Leo 14 mengeluarkan ensiklik pertamanya, berjudul “Magnifica Humanitas” (Kemanusiaan yang Agung). “Sebuah ensiklik yang didedikasikan bagi kemanusiaan Anda yang agung. Kemanusiaan yang diciptakan Allah. Kemanusiaan yang harus kita jaga dan lindungi. Kemanusian yang pada era AI (kecerdasan buatan), sebuah transformasi sejarah, menghadapi keputusan penting: apakah untuk mendirikan Menara Babel yang baru atau membangun sebuah Kota Suci untuk didiami oleh Allah Sebuah keputusan yang mengkonfrontasi hati nurani kita. Kemanusian yang memilih Babel dengan memutuskan untuk menghilangkan batasan-batasannya sendiri dan menolak Allah, mengorbankan mereka yang lemah, menghapus perbedaan-perbedaan, serta menjadikan semuanya seragam. AI mengklaim menciptakan bahasa tunggal yang pada kenyataannya mereduksi manusia menjadi data. AI merendahkan martabat kita. Sebuah kemanusiaan yang memilih Kota Suci akan mengenali bahwa Kecerdasan Buatan (AI) membutuhkan panduan yang jelas yang menempatkan kesejahteraan manusia sebagai pusat perhatian, dengan mengakui keterbatasan umat manusia. Batasan-batasan yang membuka pada pengenalan akan Allah dan sesama manusia. Paus Leo II mengajak kita untuk berani terjun langsung ke "lokasi pembangunan" zaman ini. Beliau meminta kita untuk menyingkapkan dan melucuti kecerdasan buatan. Dengan mengungkapkan monopoli baru yang memusatkan kekuatan teknologi ini di tangan swasta, sehingga semakin sulit untuk mengarahkannya ke arah kepentingan bersama dan melucuti kekuatan tersebut. Ini bukan berarti menolak teknologi, tetapi mencegahnya untuk mendominasi manusia.”
Indonesia
0
0
0
84
Yurika Agustina retweetledi
Ken Hans
Ken Hans@kenhans03·
“Kalau hutan hilang, ya hilang sudah bahasa kami.” Kalimat di atas terlontar dari mulut Regina Bay, seorang tokoh perempuan adat Papua yang aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, kelestarian lingkungan, dan budaya di wilayah Grime Nawa, Kabupaten Jayapura. Kalimat itu jauh dari sebuah retorika. Bagi masyarakat adat, khususnya suku Namblong, hutan adalah segalanya. Hutan berkaitan erat dengan identitas budaya, ruang hidup, sumber pangan, dan masa depan masyarakat adat.
Indonesia
10
2K
3.5K
27.6K
Yurika Agustina retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Pernyataan resmi dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang dirilis pada 22 Mei 2026 ini merupakan sebuah dokumen moral dan refleksi sosiologis yang sangat berani. KWI secara komprehensif memotret penderitaan berlapis yang sedang dihadapi bangsa, mulai dari hancurnya ekonomi riil, kemunduran demokrasi, kembalinya gejala otoritarianisme, hingga kerusakan ekologis akibat proyek ambisius pemerintah. * utas Video : tribun.
Indonesia
33
1K
2.1K
34.9K
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
“Bangsa kita juga sedang menghadapi luka ekologis yang serius. Deforestasi, kerusakan lingkungan, bencana ekologis, pencemaran, dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali telah membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, terutama masyarakat kecil dan masyarakat adat. Kita menyadari bahwa pembangunan ekonomi serta ketahanan pangan dan energi merupakan kebutuhan penting bangsa. Namun pembangunan harus dijalankan dengan kebijaksanaan, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap alam sebagai rumah bersama yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Sebagaimana diingatkan oleh Paus Fransiskus dalam Laudato Si', bumi bukan objek eksploitasi, melainkan rumah bersama yang harus dirawat dengan cinta dan tanggung jawab. Karena itu, kami mengajak seluruh pihak — pemerintah, dunia usaha, komunitas agama, masyarakat adat, kaum muda, dan seluruh warga bangsa — untuk membangun pertobatan ekologis yang nyata dan menjadikan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Kasus-kasus seperti pengabaian konsultasi publik yang transparan dan akuntabel seperti proyek panas bumi di Flores dan proyek pangan (food estate) di Papua bisa menjadi bumerang kalau dijalankan melalui pendekatan pembangunan yang top-down dan eksploitatif. Krisis iklim global dan bencana ekologis yang kian sering terjadi bukan lagi ancaman di masa depan, melainkan realitas pahit yang menggugah pertanggungjawaban serius dari semua pihak yang berkepentingan demi keutuhan ciptaan dan keberpihakan pada kearifan masyarakat adat.” Sumber: Seruan Konferensi Waligereja Seruan Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Dalam Rangka 118 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2026
Yurika Agustina tweet media
Indonesia
0
0
0
44
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
“Mungkin karena dulu lama liputan di Aceh, saya nggak ngalamin Timur Leste karena baru jadi jurnalis. Melihat Papua itu seperti Aceh yang tanpa liputan tapi level masalahnya berlipat-lipat dari Aceh. Perang Aceh aja sudah sedemikian berdarah dan banyak tragedi kemanusiaan, sedangkan di Papua semua menumpuk jadi satu: deforestasi, isu agraria, perampasan lahan, operasi militer, dan gelombang pengungsinya. Jadi skala masalahnya lebih besar tetapi liputannya sangat sedikit bahkan untuk zaman semua orang sudah punya handphone. Film “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” di Papua ini tidak ada di algoritma mereka karena: 1. Di Papua ada proyek pembukaan hutan terbesar di dunia sekarang, dua setengah juta hektar 2. Ada pengungsi sampai 107.000 yang tidak ada di headline media, algoritma dan nggak ada di trending topic 3. Ada konflik bersenjata yang masih aktif, artinya masih ada orang yang mati Jadi ada tiga peristiwa besar: kemanusiaan, ekologi dan perampasan tanah yang menumpuk jadi satu” youtu.be/lslu0_8OynQ?si…
YouTube video
YouTube
Indonesia
0
0
1
127
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
Waktu masuk ke Taman Doa Maria Mater Dei - Cura Animarum di Paroki St Antonius Padua, Bidaracina, Jakarta akan ketemu dengan patung seorang gelandangan yang sedang tertidur lelap di bangku taman. Nama patungnya: Homeless Jesus (Yesus yang tunawisma). Patung “Homeless Jesus” yang aslinya terbuat dari perunggu adalah karya pematung Kanada, Timothy Schmalz. Terinspirasi dari Mat 25:40. Tahun 2013 Paus Fransiskus memberkati replikasi model kecilnya di Vatikan.
Indonesia
0
0
0
100
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
Terpaksa berdesakan ala ikan teri saat naik KRL Masuk gerbong campurannya, bisa jadi korban pelecehan seksual Saat memilih gerbong khusus perempuan, kehilangan jiwa akibat dihantam kereta cepat Argo Beginilah nasib para perempuan pencari nafkah di ibukota 😓 RIP #Kereta #KRL
Indonesia
0
0
1
790
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
Kudu kecelakaan dulu, baru disiapkan…
Yurika Agustina tweet media
Indonesia
0
0
0
21
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
“Beberapa proyek yang tidak dianalisis secara memadai, dapat sangat mempengaruhi kualitas hidup dalam suatu daerah karena berbagai alasan, seperti kebisingan yang tak terduga, menyusutnya panorama, hilangnya nilai-nilai budaya, efek-efek penggunaan energi nuklir. Budaya konsumeristis yang mengutamakan keuntungan jangka pendek dan kepentingan pribadi, dapat mendorong prosedur yang terlalu cepat atau membolehkan penyembunyian informasi.” - Laudato Si, no 184
Indonesia
0
0
0
59
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
“Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama Allah untuk keuntungan militer, ekonomi dan politik mereka sendiri dengan menyeret apa yang sakral ke dalam kegelapan dan kekotoran” PAUS LEO XIV
Indonesia
0
0
1
49
Yurika Agustina
Yurika Agustina@YurikaAgustina·
JUST WAR (Perang yang Adil) Oleh RP Benny Phang, O.Carm “Mungkin Anda bertanya mengapa Gereja selalu menyerukan perdamaian, bukan perang. Refleksi Gereja soal ini sudah amat panjang dan bukan berdasarkan romantisme. Prinsip moral tentang perang dibalut dengan satu pemikiran: JUST WAR (perang yang adil). Bagaimanakah _Just War_ ini terungkap di dalam terpenuhinya beberapa persyaratan yang akan saya sebutkan. *Satu saja persyaratan gugur, maka perang tidak boleh dilegitimasi.* Prinsip ini mengatur kondisi sebelum, selama dan sesudah perang.” Penjelasan selengkapnya: facebook.com/share/p/1B9yZC…
Indonesia
0
0
0
37