Kia.
19.4K posts


Sumpah kadang iri sama yang kerja di retail kek Alfamart/Indomaret. Udah kerjanya gaji UMK, di ruangan ber-AC, pengen jajan atau minum tinggal ngambil ☺️😌





Fenomena yang muncul di timeline setelah kalahnya Arsenal ini agak unik ya. Biasanya kalau tim yang udah lama ga juara liga, lalu bisa juara, fans-fans tim lain kayaknya akan jauh lebih menerima dibandingkan kalau tim-tim itu lagi yang juara. Itu yang saya tangkap. Misal nih, waktu Atletico Madrid juara La Liga, kayaknya fans Barca dan Madrid di TL cenderung biasa aja. Atau waktu Napoli juara, flat aja ga terlalu banyak debat. Di Bundesliga waktu Leverkusen juara, semua merayakan. Orang-orang kan cenderung bosen ya kalau tim-tim itu-itu lagi yang jadi juara. Di EPL sendiri, waktu Leicester juara, semua juga happy. Kayaknya ya. Nah, balik lagi ke konteks hari ini. Nih kalau Arsenal beneran kepleset, kan yang paling berpeluang juara adalah City, tim yang selama sekian belas tahun menguasai EPL dan sering dicitrakan buruk perihal finansialnya yang ga terbatas. Tapi kok kayaknya pada lebih nerima City yang juara ya? Kayaknya ya. Maaf kalau salah. 🙏🏻



🚨🎙️ | Ian Wright.: 🗣️ “You told us you’re building — we accepted it. You asked us to trust the process — we did.” 🗣️ “First season, you finish second — we trusted. Second season, same again — we still trusted. Third season, no change — and we still stood by you.” 🗣️ “Now in the fourth season, you asked for squad depth — you got it… and it feels like the same pattern is happening again.” 🗣️ “I really hope it doesn’t… because this time, if it does — I don’t know.”


















