Sabitlenmiş Tweet
pemimpiₙ
6.3K posts

pemimpiₙ
@Zarbach
Miner. Kuliner. Indecent language will not be tolerated
Indonesia Katılım Aralık 2009
1.7K Takip Edilen1.7K Takipçiler

@Amber_6610 Talia
Tasha
Tamara
Tania
Tazia
Tia
Tiana
Tira
Teresa
Teodora
Tessa
Indonesia
pemimpiₙ retweetledi
pemimpiₙ retweetledi
pemimpiₙ retweetledi

KALIAN WAJIB LIHAT INI!!!⚠️⚠️⚠️
Ini sungguh mengerikan. Tambang-tambang nikel kini benar-benar mengancam nyawa warga lokal. Lihatlah video ini, lubang tambang yang sangat besar dan dalam sudah hampir menyentuh halaman rumah penduduk. Jika hujan deras datang, warga yang tinggal di pinggir jurang itu bisa menjadi korban sewaktu-waktu.
Apakah pemerintah tidak mengetahui hal ini? Atau justru tahu, tapi sengaja Tutup mata?
Jika dibiarkan terus, tidak mustahil suatu hari rakyat di sana akan terkubur hidup-hidup oleh tambang negara ini. Sungguh miris memiliki pemerintahan yang hanya pandai menguras sumber daya alam, tapi abai terhadap keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya sendiri.
Indonesia
pemimpiₙ retweetledi
pemimpiₙ retweetledi
pemimpiₙ retweetledi
pemimpiₙ retweetledi

Gila ya, ada ilmuwan asli Medan yang jadi salah satu pionir teknologi halal paling canggih di dunia, tapi justru lebih dihargai di luar negeri.
Namanya Profesor Irwandi Jaswir. Lahir di Medan tahun 1970, dia berhasil ciptakan teknologi pelacak DNA babi dan alkohol di makanan serta kosmetik dengan kecepatan dan akurasi super tinggi. Dia juga kembangkan formula gelatin halal dari ikan dan unta, plus metode deteksi lain yang bantu jutaan umat Muslim di seluruh dunia memastikan produknya benar-benar halal.
Tapi ironisnya, saat dia mau bangun pusat riset halal besar-besaran di Indonesia, malah terbentur birokrasi yang lambat dan minimnya dana riset. Fasilitas kurang memadai, dukungan pemerintah waktu itu juga kurang maksimal. Akhirnya dia terima tawaran dari Malaysia.
Di sana, dia disambut bak raja. Dikasih laboratorium canggih, dana riset melimpah, dan langsung jadi profesor tetap di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dia bahkan pimpin International Institute for Halal Research and Training (INHART) yang sekarang jadi salah satu pusat halal ternama dunia.
Puncaknya tahun 2018, dia dapat King Faisal International Prize, sering disebut "Nobel-nya dunia Islam", langsung dari Raja Arab Saudi. Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya membangun "Halal Science" sebagai bidang ilmu baru.
Sekarang tahun 2026, Prof. Irwandi masih aktif di IIUM, terbitkan paper baru soal gelatin ikan, dan bahkan jadi board member di Halal Centre Saudi Food and Drug Authority. Penemuannya sudah dipakai oleh pabrik-pabrik global.
Gue pribadi sedih sekaligus bangga baca cerita ini. Bangga karena anak bangsa bisa sehebat itu. Sedih karena negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia justru kehilangan talenta seperti dia gara-gara brain drain klasik, kurangnya support riset dan birokrasi ribet.
Padahal industri halal dunia sudah bernilai triliunan dolar. Kita seharusnya jadi pemimpin, bukan cuma konsumen.
Semoga kedepannya Indonesia bisa lebih mendukung ilmuwan seperti beliau.

Indonesia
pemimpiₙ retweetledi
pemimpiₙ retweetledi










