naa
2.3K posts

naa retweetledi

Ini kronologis sampai bisa jadi seperti hari ini. Makanya jangan jumawa dan flexing aja tuh kalian yang sedang di atas.
1.Katanya efisiensi, tapi jumlah menteri banyak, wamen-wamen dikasih jabatan komisaris BUMN.
2. Kenaikan PBB di berbagai daerah, sampai nilai yang fantastis, memicu demo besar terutama di Pati.
3. Di tengah himpitan ekonomi, harus menyaksikan kenaikan tunjangan DPR yg tidak masuk akal. Eh, anggota dewannya pada joget lagi di Senayan. Setelahnya banyak yang ngeles bela diri dengan statemen nggak masuk akal.
4. Provokasi bbrp anggota DPR termasuk Sahroni.
5. Pecah demo besar, jatuh korban jiwa yang dilindas Rantis Brimob.
6. Demo makin besar.
Indonesia
naa retweetledi
naa retweetledi
naa retweetledi
naa retweetledi

Menurut saya, Gibran belum pantas jadi Wapres. Alasannya, ada dugaan nepotisme karena hubungan dengan Jokowi dan putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi oleh pamannya, Anwar Usman. Pengalaman politik nasionalnya juga minim, hanya sebagai wali kota sebelum jadi Wapres. Hingga 2025, belum ada bukti prestasi signifikan di jabatan ini. Meski punya potensi dari bisnis dan pendidikan, itu belum cukup membuktikan kelayakan di level nasional.
Indonesia
naa retweetledi

Mohon maaf nih pak Maruli, TNI aja beli celana dalam masih pake duit rakyat, ya masa mengkritik dan menolak dwi fungsi TNI malah dikatain kampungan.
Orang kampungan pun punya kontribusi beliin celana dalam prajurit TNI.
#TolakRevisiUUTNI #TolakDwifungsiABRI


Indonesia






