@MalangTramway Sebenarnya kalau mau beberapa jalur bekas laluan tram/bahkan lori tebu bisa diubah fungsi ke transum tinggal pemda mau gk mengubah pola pikir tata ruang kota dari car centric ke pedestrian friendly, karena pastinya bakal banyak pengubahan arus lalu lintas. 😅
Sebagai catatan, lebar rel kereta api lori PG Kebon Agung yang dulu terdapat tengah Kota Malang 700 mm. Kereta wisata di Darjeeling, India ini menggunakan lebar rel 610mm. Lebih sempit dari rel lori PG Kebon Agung. Mungkinkah Trem Malang dihidupkan dengan rel 610mm? 📽️ @banprerna
@RizkyAgungW5 Berharap NH 90 (ya meskipun tau kalau varian lamanya sering gangguan) kalau AW 149 setauku blm ada varian ASW, AW 159 yang ada varian ASW
@sipalingalter@tutupodol__@JRUrbaneNetwork Kalau itu juga tergantung planner kota masing-masing sih, Di Jepang (Utsunomiya LRT) malah pas masuk area urban yang dibikin mix traffic, biar lebih mudah integrasi antar moda, akses juga lebih gampang, sama lebih murah biaya pembangunannya.
@tutupodol__@JRUrbaneNetwork Kalau di kita memang diklasifikasikan sebagai LRT, mirip dengan Malaysia & Filipina.
kalau di Amerika Utara, China, Jepang, LRT itu Tram tapi biasanya di bangun dengan standar mirip metro tapi tetap punya mix traffic di beberapa petaknya selayaknya tram.
@elleanor12@ekky1995 Bisa juga sih, meskipun kekurangan AWS ini kalau frekuensi keretanya tinggi agak ngaco, tapi mulai mending semenjak digabung sama TPWS, lagipula di Inggris pun mulai berpindah ke ATP, meskipun masih sedikit operator yg pakai.
@AndoA69361@elleanor12@ekky1995 Mungkin ya, soalnya agak kaget juga kok malah CBTC yang disarankan, mau habis berapa biaya penataan ulang kalau maksa pakai CBTC.😅
@Bimo_DRK@ekky1995 Kalau dimodel driverless kayaknya kurang aman buat sistem terbuka yg banyak perlintasan, biayanya pasti juga bakal bengkak parah karena harus mengubah seluruh jaringan kereta di Indonesia jadi sistem tertutup seperti kereta cepat/MRT/LRT.
@elleanor12@ekky1995 Mungkin argumen dimulai karena akun "neohistoria" Mengasih contoh sistem CBTC, dimana sistem CBTC kurang cocok buat diintegrasikan ke sistem terbuka yang banyak perlintasan, mungkin kalau ngasih contohnya sistem ATS-P yang memang di pakai di sistem terbuka bakal beda😅
@ekky1995 Yg dimaksud sistem persinyalan yg up to date realtine di dalm lokomotif bukan cuma di luar yg ada jarak nya dari satu sinyal ke sinyal tadi ada akun yg udah jelasin
Termasuk rel ditambah, kereta tiap tahun ditanbah tapi rel nya baru double track
@tetsudonojtw CBTC padahal tdk efektif buat sistem terbuka dengan banyak perlintasan, kalau ATS-P masih masuk akal buat KAJJ, tapi kalau CBTC ya siap-siap ubah banyak hal, anggap aja bangun ulang infrastruktur persinyalan di seluruh "legacy lines" yang ada di Indonesia 😅
@ekky1995 CBTC bukan tdk bisa diterapkan di KAJJ, tapi kurang efektif kalau diterapkan di sistem terbuka yg banyak perlintasan, KAJJ lebih cocok dipasang sistem ATS-P, KAI juga bisa menambah Obstruction-warning signal di setiap perlintasan yg diintegrasikan dgn main signal blocks & ATS-P.
Teknisi kereta api :
"Gak bakal bisa lah sistem persinyalan CBTC diterapkan di KERETA API JARAK JAUH...."
Neo Historia :
"BISA GBLG, PESIMIS AMAT LO JADI TEKNISI KA...."
🤣🤣🤣
@amri_9812 Karena sistem ATS-P masih bisa diterapkan di sistem terbuka (meskipun harus ada penyesuaian), KAI juga bisa menambah sistem persinyalan tambahan seperti Obstruction-warning Signal di setiap perlintasan lalu integrasikan dengan sistem ATS-P & Main Signal blocks.
@amri_9812 CBTC agak susah karena harus sistem tertutup seperti MRT/Kereta Cepat baru bisa efektif, kalau memang ingin memasang sistem keamanan tambahan yang adaptif secara real time untuk KAJJ & KRL, bisa adopsi sistem ATS-P daripada CBTC.
@tozaisen_05 Contoh bentukan Obstruction-warning Signal yang biasanya dipasang tidak jauh dari perlintasan & bakal menyala sebagai indikasi bahaya jika ada kendaraan/benda menghalangi lajur KA.
@tozaisen_05 Mungkin lebih cocoknya Indonesia mengadopsi sistem ATS-P seperti JP yang sekarang dipakai kebanyakan operator kereta disana, juga sepertinya sudah harus memasang "Obstruction-warning signal" di setiap perlintasan kereta yang terkoneksi ke Main signals.
CBTC bisa dipake kalau jalurnya steril & terisolasi, biasanya jaringan yang memenuhi kriteria itu cuma jaringan Metro & Subway di kecepatan sedang, bukan tinggi, KAJJ dipasang CBTC gimana ceritanya coba
@entalpih Intinya proyek infrastruktur bukan cuman sekedar siapa yg cepat nyelesain, harus punya perencanaan yg matang mulai dari lokasi, integrasi, dll. Biar pas udah selesai tdk menjadi beban operasional, mending proyek infrastruktur itu mahal waktu pembangunan drpd mahal pengoperasian.
@dekinoreborn@fendithehunk Ortu gua aja yg mix Chinese, surat tanah & rumahnya dari awal atas nama mereka sendiri, ada-ada aja emang kelakuan tetangga kita yg satu ini😆
@fendithehunk Huh, so why do my parents (mix Chinese) and my friends who are Ethnically full Chinese still legally own land and property under our own name here in Indonesia today then? Fun fact, Regardless of ethnicity, every Indonesian can own and buy land & property. 😅