🍉🦉

10.6K posts

🍉🦉 banner
🍉🦉

🍉🦉

@_OO1212_

24. not all my opinions satisfy you. follow at ur own risk.

(she/her) Katılım Ekim 2021
329 Takip Edilen317 Takipçiler
🍉🦉
🍉🦉@_OO1212_·
cek wa yah
wendy the cat 😺@seqect

@_OO1212_ 𝑺𝒑𝒐𝒕𝒊𝒇𝒚 famplan ᯓ★ 1 bulan: 17k 2 bulan: 23k 3 bulan: 29k 6 bulan: 40k 1 tahun: 60k indplan ᯓ★ 1 bulan: 19k 2 bulan: 25k 3 bulan: 32k 6 bulan: 50k 1 tahun: 80k

Indonesia
0
1
0
53
🍉🦉
🍉🦉@_OO1212_·
anjink, gue uring2an mulu ini di sebelah cowo gaje ini
Indonesia
0
0
0
8
🍉🦉 retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Izinkan ikut berpendapat tentang situasi belakangan ini…
Indonesia
3.4K
65.8K
160.8K
11.3M
🍉🦉
🍉🦉@_OO1212_·
gue uring2an mulu di sebelah ni orang ya. fak
Indonesia
0
0
0
3
🍉🦉
🍉🦉@_OO1212_·
gua gak pernah ngerecokin lu sama pacar lu kenapa suka bgt ngerecokin hub. gua. mau maki ntar gua yg dosa
Indonesia
0
0
0
6
🍉🦉
🍉🦉@_OO1212_·
gue dari dulu direcokin sama ini orang kok diem aja ya wkwkwkwkkw dongo juga
Indonesia
1
0
0
9
🍉🦉 retweetledi
Abul Muzaffar
Abul Muzaffar@abulmuzaffar10·
Barusan gw nonton podcast yang bilang rupiah akan nyentuh 22.000-25.000, pas bulan Juli-Agustus 2026 Itu kata Prof. Ferry Latulihin. Ekonom dan Mantan Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran. Loh kok bisa? Alasan Prof Ferry: - Efek krisis Hormuz, harga minyak sekarang di atas 100 dolar AS, bahkan otw 120 USD. - Karena masih impor BBM dan subsidi ditahan, beban APBN makin berat. - MBG sebagai the root of all evil. Bikin APBN boros karena memakan hampir 300 T - Efek MBG => Defisit fiskal membengkak sekitar Rp240 triliun Gara-gara ini kata Prof Ferry: - Pasar takut sama APBN Indo. Bisa jebol ga ni anggarannya? - Indonesia bisa turun rating menjadi non-investment grade - Ujung-ujungnya, pasar makin tidak percaya. Tapi ada lagi yang lebih seram..
Abul Muzaffar tweet media
Gopal@MYasfika

Kirain yang bullish porto kita ternyata malah Rupiah yang to the moon.

Indonesia
318
9.9K
30.9K
1.8M
🍉🦉 retweetledi
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
Indonesia
2.9K
22K
24.6K
0
🍉🦉 retweetledi
Evan
Evan@daviddunn177·
Uneducated voters are more dangerous than illegal immigrants.
English
3.8K
58.8K
257.8K
3.7M
🍉🦉
🍉🦉@_OO1212_·
ya Allah kangen belo. kalau masih hidup tolong pulangkan dia ya Allah tolong :( dia belum ngerasain makanan mahal :(
Indonesia
0
0
0
20
🍉🦉 retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
izin share dari dibimbing.. sumpah, ini menggambarkan sekali apa2 yg dipikirkan beberapa diantara kita, akhir2 ini 🥺
Kr tweet mediaKr tweet mediaKr tweet mediaKr tweet media
Indonesia
86
10.3K
23.1K
256.5K
🍉🦉 retweetledi
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
"8+2 = 11" "Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?" "Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan." "Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok." Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.
alfin rizal@alfinrizalisme

@ARSIPAJA aku tahu dia inkompeten jadi presiden. tapi gak nyangka aja kalau sekosong-momplong ini.

Indonesia
131
22.8K
54K
658.6K
🍉🦉 retweetledi
Dravenwe
Dravenwe@DravenweX·
Lucu banget emang negara kita. Statusnya doang raja sawit dunia, tapi pas ada ilmuwan jenius asli ITB mau neliti kode genetik sawit malah dicuekin. Ujung-ujungnya riset dia dibayarin Malaysia sama Amerika, dan sekarang hak patennya malah dipegang tetangga sebelah. Nama ilmuwannya Dr. Muhammad Arief Budiman. Dulu pemerintah kita gak punya visi sama sekali buat ngedanain riset DNA sawit. Karena keahliannya gak difasilitasi di negeri sendiri, si pak dokter akhirnya merantau ke Amerika buat lanjutin riset raksasa ini. Pas tahun 2013, dia beneran sukses memetakan seluruh kode genetik kelapa sawit yang berharga mahal banget itu. Tapi ya gitu, karena modal risetnya dari kantong pemerintah Malaysia dan perusahaan Amerika, keuntungan mutlak dari penemuan maha karya ini ya gak lari ke Indonesia. Bener-bener definisi punya aset emas tapi yang pinter malah numpang digaji di rumah tetangga karena di rumah sendiri cuma disuruh sabar dan ikhlas. Giliran udah sukses di luar negeri, baru deh nanti akun jurnalis pada sibuk bikin judul "Bangga! Anak Bangsa Mengharumkan Nama Dunia". Pret lah wkwk.
Dravenwe tweet media
Indonesia
203
6.3K
22.9K
336K
🍉🦉 retweetledi
Angga Fauzan 
Angga Fauzan @angga_fzn·
Pak Anies skrg sibuk bantu kota Riyadh, punya gerakan AksiBersama, bantu GerakanRakyat, ngisi kuliah tamu dimana2, dsb. Pak Ganjar skrg sibuk bikin yayasan mental health Teman Bersama, jogging rutin sama anak2 Jogja, bantu UMKM paks LapakGanjar, dsb. Kebayang kan aktivitas gerakan dan kegelisahan mereka masih tetap konsisten, saat pilpres dan setelahnya? Artinya apa? Ya gak gimmick. Emang begitu orangnya.
Indonesia
266
19.4K
72.4K
2M
🍉🦉 retweetledi
Wicaksono Management LC
Wicaksono Management LC@bigdigjohnny·
Buat yang MALAS MEMBACA tapi BUKAN PARJO PARCOK. Saya bantu translasi article the Economist biar ga IKUTAN DUNGU teriak antek asing dan "semua akan hilang ketika IHSG bullish": "Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, pernah menyaksikan negaranya hancur sebelumnya. Itu terjadi pada tahun 1998, saat krisis keuangan Asia. Kala itu, runtuhnya ekonomi memicu protes massa dan tumbangnya bapak mertua Pak Prabowo, Suharto, seorang diktator yang terkenal korup. Peristiwa itu juga melemparkan Pak Prabowo, yang sempat berharap bisa menggantikan Suharto, ke dalam pengasingan politik. Butuh waktu seperempat abad baginya untuk merangkak kembali, hingga akhirnya berhasil meraih kursi nomor satu pada tahun 2024. Jadi, Anda mungkin berpikir dia akan sangat berhati-hati terhadap krisis fiskal lainnya: Anda salah. Pemimpin negara dengan mayoritas Muslim terbesar di dunia ini telah memusatkan kekuasaan dan mengelilingi dirinya dengan sekelompok penjilat. Dia mendepak menteri keuangan yang dihormati dan menggantinya dengan Purbaya Yudhi Sadewa, yang pernah menyebut IMF "bodoh" dan mengatakan kepada The Economist pada bulan April bahwa presiden tidak perlu khawatir tentang "perkembangan ekonomi global [atau] harga minyak dunia". Para pelaku bisnis di Indonesia takut untuk bersuara, mungkin karena Pak Prabowo adalah mantan jenderal antikritik dengan rekam jejak hak asasi manusia yang dipertanyakan, atau mungkin karena belakangan ini dia kerap mengintimidasi bisnis-bisnis besar. Pak Prabowo tampaknya mengisolasi diri dari kenyataan. Jadi, dia mungkin tidak akan mendengarkan nasihat yang masuk akal. Namun, inilah beberapa masukan untuknya. Proyek-proyek kesayangannya tidak terjangkau. Sebelum perang Iran, menghabiskan proyeksi 10% dari anggaran hanya untuk dua proyek saja—makan siang gratis di sekolah dan jaringan 80.000 koperasi desa—hanya sekadar pemborosan. Sekarang, krisis energi telah menghapus semua ruang untuk melakukan kesalahan. Pak Prabowo harus mengubah arah atau menghadapi risiko krisis. Dia harus memotong pengeluaran untuk proyek-proyek kesayangannya, atau memangkas subsidi bahan bakar fosil Indonesia yang sangat besar, atau melanggar undang-undang yang membatasi defisit anggaran sebesar 3% dari PDB. Setiap pilihan memiliki risiko. Memangkas proyek mubazirnya akan membuatnya tampak lemah. Membiarkan harga energi naik akan mengundang kerusuhan. Jadi, Pak Prabowo mungkin akan mengambil jalan ketiga: membiarkan defisit menembus batas hukumnya. Itu akan menjadi sebuah kesalahan. Memang benar, batas 3% adalah angka sewenang-wenang yang disalin-tempel dari Perjanjian Maastricht Eropa. Namun sejak krisis 1998, angka itu telah menjadi sinyal bahwa pemerintah Indonesia serius menjaga disiplin fiskal. Sekarang para investor mulai cemas. Pembayaran bunga sebagai bagian dari pendapatan pemerintah melonjak tajam. Lembaga pemeringkat kredit sedang bersiap untuk menurunkan peringkat. Di bawah kepemimpinan Pak Prabowo, modal asing senilai $6 miliar telah keluar dan rupiah telah melemah sebesar 11% terhadap dolar ke rekor terendah. Menjebol batas anggaran akan mendorong biaya pinjaman menjadi lebih tinggi. Bahkan saat dia membuat ekonomi menjadi lebih genting, Pak Prabowo juga mengikis demokrasi Indonesia. Oposisi legislatif hampir sepenuhnya dilumpuhkan, dan proposal untuk mengakhiri pemilihan langsung gubernur provinsi bukan merupakan pertanda baik. Masyarakat sipil diintimidasi. Ruang untuk berbeda pendapat sangat sedikit, dan jika ada, minim pergulatan kreatif antar-gagasan yang saling bersaing. Terlalu banyak hal yang bergantung pada naluri seorang mantan tentara tunggal yang mendapat saran buruk. Dia perlu mendengar kebenaran yang pahit. Ya, bahan bakar murah memang populer. Namun hal itu mendorong konsumsi di tengah situasi kelangkaan. Ya, orang-orang menyukai makan siang gratis di sekolah. Namun memberikannya kepada semua orang adalah pemborosan. Lebih bijaksana untuk fokus pada ibu hamil dan balita dari keluarga miskin, yang membutuhkan nutrisi lebih baik guna mencegah stunting (tengkes). Ya, petani Indonesia kerap diperas oleh tengkulak saat membeli pupuk. Namun ada cara yang lebih murah untuk mengatasi hal ini ketimbang membangun 80.000 koperasi desa, yang kemungkinan besar justru rentan korupsi. Dan ya, batas defisit 3% bisa saja dinaikkan suatu hari nanti. Namun pertama-tama, Pak Prabowo harus meyakinkan pasar bahwa keuangan Indonesia berada di tangan yang aman. Persimpangan jalan baru Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam seperempat abad terakhir. Di bawah serangkaian pemerintahan yang cukup pragmatis, pendapatan per kapita telah meningkat lebih dari dua kali lapor dan demokrasi mulai berakar. Pak Prabowo bukanlah penguasa kleptokratis seperti mendiang bapak mertuanya, tetapi dia sedang mengikis kemajuan yang telah dicapai negaranya sejak masa-masa kelam dulu. Presiden harus berhenti mencoba membungkam oposisi di legislatif, media, dan masyarakat sipil. Perbedaan pendapat yang tidak menemukan saluran dalam politik akan tumpah ke jalanan, seperti yang terjadi dalam kerusuhan tahun lalu. Bersikeras bahwa oposisi harus "sopan" adalah resep yang suatu hari nanti justru bisa mengubahnya menjadi kekerasan. Masih ada harapan. Pak Prabowo peduli dengan warisan kepemimpinannya. Jadi, dia perlu menyadari bahwa negara kepulauan yang sangat besar, luas, dan multi-etnis seperti Indonesia tidak bisa begitu saja diberi perintah layaknya sebuah unit tentara. Indonesia membutuhkan seorang panglima tertinggi yang mendengarkan banyak suara, bukan yang mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang hanya bisa berkata "ya""
The Economist@TheEconomist

Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths econ.st/3RE0Fum Photo: Getty Images

Indonesia
166
19.9K
43.5K
1.2M
🍉🦉 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir. Dan dia ngomongnya bukan sebagai pembela Nadiem. Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja. Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah: Ahok bilang dengan sangat tegas: pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika. Chromebook itu bukan laptop biasa. Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus. Harganya jauh lebih terjangkau dari laptop konvensional. Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau. Ahok kasih contoh nyata. Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar. Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia. Itu bukan mimpi. Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada. "Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan. Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia." Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat: Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang: "Saya pikir ini sengaja." Logikanya sederhana dan sangat keras. Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai. Lebih sulit dibohongi. Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu. Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa. Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan. MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama. Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana. "Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus, kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?" Yang paling menohok soal survei dan legitimasi: Ahok tidak berhenti di situ. Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas. Pemerintah melakukan survei. Rakyat bilang mereka suka makanan gratis. Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG. Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan. Tapi Ahok membaliknya: kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata. Itu bukan preferensi yang genuine. Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi. "Mereka juga pintar. Dia survei, Pak. Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi." Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun: Ahok tidak membela Nadiem secara personal. Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah: Menteri itu tidak pernah menyentuh anggaran secara langsung. Menteri membuat kebijakan. Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya. Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah: apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit? Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri? PPATK sudah menjawab: tidak ada. Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun. "Saya pikir ya ini soal profesionalisme. Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya." Ahok tidak sedang bicara soal Chromebook sebagai produk. Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa: apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa? MBG memberikan makan hari ini. Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup. Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan. Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
319
11.2K
24.2K
969.7K