Sabitlenmiş Tweet
break or bury❀
10.3K posts

break or bury❀ retweetledi

Diduga Drone TNI Jatuhkan Granat di Intan Jaya, Empat Warga Sipil Terluka
suarapapua.com/2026/05/17/did…




Indonesia
break or bury❀ retweetledi

sama, aku ada langganan jus.. semua buah harganya naik
waktu itu aku pesen jus Alpukat, yang jual blg “maaf ya mbak, alpukatnya jadi 16rb” damn pdhl harganya di 8/10ribu tiba tiba naik 16rb
daph*@terrifiesme
@tanyakanrl yg kasian tuh, hampir semua penjual yg dagangannya sering aku beli, pasti bakal minta maaf karna harga tbtb naik. mrk ngelakuin itu sesederhana karna takut kehilangan pelanggan! gk ada yg beli otomatis gk ada penghasilan. SI GENDUT MIKIR GK? KAGA! KAN RAKYAT KECIL GK PAKE DOLLAR
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

sedih banget…
guys tolong up kasus ini. gue selalu perih tiap berita ttg Papua. mereka disana bener bener jauh keadaannya dgn kita.
alamnya dikeruk habis habisan, tapi penduduknya miskin. ditembaki pula. yaAllah
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ@NenkMonica
"Stop civilians casualties" adili dan hukum aparat yg sok jago yg merasa hebat bisa bunuh sipil!
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

@tanyarlfes Belum nonton, tapi semenjak gue baca buku 'sagu papua' & 'masyarakat adat kedaulatan pangan' udah cukup membuka pikiran gue gimana cara pemerintah memperlakukan mereka.
Gue bener bener jijik sama pemerintah & antek anteknya yg twololl ituu
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

Hutan Sumatera dibuka demi sawit.
Hutan Kalimantan dibelah demi batu bara.
Hutan Sulawesi dan Maluku dikuliti demi nikel.
Papua?
Semua paket komplit.
Sawit, emas, nikel, food estate, bioetanol.
Tinggal tunggu langit ikut dipatok sertifikat HGU mungkin.
Lalu mereka bilang ini semua demi “masa depan”.
Masa depan siapa?
Karena yang disebut pembangunan di negeri ini sering cuma proses mengubah hutan jadi laporan pertumbuhan ekonomi jangka pendek.
Kayu hilang.
Sungai rusak.
Masyarakat adat tergusur.
Sampai kapan?
Indonesia
break or bury❀ retweetledi
break or bury❀ retweetledi

Waspada!!!
Film Dokumenter "Pesta Babi" tidak diperjualbelikan, seluruhnya atau perbagian.
Jika ada link/tautan yang berisi film Pesta Babi, Full Movie atau perbagian, kami tidak bertanggungjawab apabila ada pemelintiran data dan fakta.
Film asli hanya bisa diakses melalui tautan musim Nobar :
bit.ly/musimnobar_pes…
#papuabukantanahkosong
#pestababi

Indonesia

tukokno mie ayam wo bowo
tempo.co@tempodotco
Prabowo: Saya Bertanggung Jawab Jika Rakyat Kelaparan
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

Proses penelitian untuk film Pesta Babi berlangsung lama dan penuh hal-hal tak terduga.
Lagu “Soho Mukang” yang menjadi closing soundtrack ini kami rekam tahun 2024 di sebuah kampung yang indah di tepi kali Passue di selatan Papua.
Waktu itu kami belum punya bayangan filmnya akan jadi seperti yang sekarang. Judulnya pun belum ada dalam bayangan. Pokoknya kami mau belajar memahami secaea mendalam agar dapat menjadi pencerita yang baik.
Lagu Soho Mukang ini salah satu yang membentuk pemahaman kami tentang Papua dan Indonesia seperti dalam film.
Sebagai pembelajar antropologi, saya tahu bahwa di setiap kampung biasa ada seniman pencipta lagu. Dan dari lagu2 mereka kita bisa belajar banyak hal.
Sore itu sejumlah seniman berkumpul. Salah satunya memiliki konsep lagu. Teman2nya antusias dengan lagu itu dan sepakat harus direkam untuk dimasukkan ke YouTube.
Keesokan harinya mereka mengajak kami ke pantai kali yang indah sekali untuk membuat merekam lagu ini di alam. Mereka yang susun konsep; saya diminta merekam dengan kamera sesuai arahan.
Semuanya serba improvisasi. Termasuk dua bapak yang menari itu. Semula saya mengira mereka hanya menonton. Tiba2 mereka muncul dari balik semak sebagai penari. Konsep yang paling dramatis adalah bernyanyi di atas perahu. Keren.
Semua bersemangat meminta videonya dinaikkan pada hari itu juga di YouTube.
Untuk itu perlu nama group/nama akun. Mereka bersepakat namanya Awyu Bersatu (Awber). Mungkin maksudnya agar seluruh suku Awyu bersatu menjaga tanah air melawan para perampas tanah dan perusak hutan.
Saya sempat berniat mengusulkan kenapa namanya tidak sekalian Papua Bersatu saja. Tetapi saya urungkan karena khawatir suatu saat ada di antara Anda yang membaca teks ini yang akan menuduh saya yang bukan-bukan :)
Kalau Anda suka film Pesta Babi dan menikmati lagu Soho Mukang dari Awyu Bersatu ini, mohon subscribe Awber Group/Soho Mukang youtu.be/ieeykg1cYZE?si….
Kalau Anda merasa bahwa alam yang indah di video tidak boleh dihancurkan oleh PSN, katakan #PapuaBukanTanahKosong.
Kalau Anda menghormati hal setiap masyarakat untuk hidup damai sejahtera di tanah airnya, katakan #EndColonialismNow

YouTube
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

...Baru beres nonton film Pesta Babi.
Pantas dilarang oleh rezim.
Film terbaik di 2026 sekalipun 2026 belum selesai.
5 menit pertama dah bikin emosi terbakar sampai meledak.
Intinya:
Jokowi+Prabowo the King of Bangsat! (``,)
youtu.be/CXRaPPmSyE0?si…

YouTube
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

“Kamu dari TVRI harusnya enggak boleh bertanya seperti itu,” kata Teddy. “Siapa yang nyuruh kamu?”
Bagaimana Seskab Teddy mengatur arus informasi Istana dan mengancam wartawan plus petinggi media. Artikel lanjutan dari serial 'Dead Press Society", baca: projectmultatuli.org/bencana-inform…
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatur ketat arus informasi istana.
Mulai dari meminta wartawan memberitakan yang baik-baik saja, hingga menelpon manajemen dan petinggi media saat tidak suka dengan isi pemberitaan.
#DeadPressSociety #YaAkuBakalDibaca projectmultatuli.org/bencana-inform…
Indonesia
break or bury❀ retweetledi

Guys, ada nama yang menurut gue perlu dibahas lebih serius dari yang selama ini dibahas media.
Letkol Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet.
Bukan menteri.
Bukan jenderal bintang empat.
Tapi dalam konteks kebebasan pers dan kontrol informasi di pemerintahan Prabowo dia adalah satu nama yang paling banyak disebut oleh para jurnalis yang berbicara di balik anonimitas.
Apa yang terjadi di bencana Sumatra
dan di mana Teddy masuk:
Akhir November 2025.
Banjir dan longsor menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
BMKG sudah memberikan peringatan
delapan hari sebelumnya.
Tidak ada rapat darurat.
Tidak ada langkah antisipasi dari pemerintah pusat.
Saat bencana meluas Prabowo tetap menjalani agenda seperti biasa.
Rapat soal koperasi.
Ketemu Menteri Kelautan.
Menerima Ratu Belanda.
Baru di tanggal 27 November setelah 72 orang meninggal dan 54 orang hilang rapat penanganan bencana digelar.
Dan per Januari 2026, korban tercatat 1.199 orang meninggal dan 114 orang hilang.
Di tengah semua itu ada wartawan bernama Rina yang dikirim liputan ke Aceh.
Lebih dari tiga minggu di lapangan.
Dia melihat beras menumpuk di posko tapi tidak disalurkan.
Seorang pria yang istrinya harus diamputasi tapi tidak bisa karena tidak ada alat.
Orang-orang yang mengaku sudah siap bunuh diri karena tidak kuat lagi.
Rina melakukan siaran langsung.
Dia tumpahkan semua yang dia lihat.
Dan Teddy Indra Wijaya Sekretaris Kabinet
menonton siaran itu dari Jakarta.
Lalu Teddy menghubungi pemilik media tempat Rina bekerja. Mengamuk.
Dan meminta pemimpin redaksi media itu diganti.
Bukan insiden tunggal ini pola:
Wartawan lain bernama Indira yang dikirim ke Padang mengalami hal serupa.
Setelah dia melapor bahwa bantuan belum datang dan pemerintah belum terlihat atasannya langsung menelepon.
"Next, jangan sebut kalau belum ada bantuan masuk, ya."
"Tapi memang belum ada bantuan.
Faktanya begitu."
"Cerita soal dampaknya aja.
Tapi jangan kasih tahu kalau bantuan belum masuk."
Indira akhirnya siaran langsung di depan sebuah ekskavator yang membersihkan sisa longsor bukan karena ada kemajuan nyata, tapi karena itu satu-satunya hal yang bisa terlihat seperti "pemerintah bekerja."
"Maksa banget," kata Indira.
Teddy dan pola Orde Baru yang sangat familiar:
Project Multatuli yang menginvestigasi ini menarik perbandingan yang sangat tepat dan sangat tidak nyaman.
Di era Orde Baru tidak ada larangan tertulis soal apa yang boleh dan tidak boleh diberitakan.
Yang ada adalah telepon.
Pejabat atau perwira militer tertentu menelepon petinggi redaksi untuk memberi arahan, teguran, atau larangan atas isu tertentu.
Tidak perlu SK.
Tidak perlu aturan resmi.
Cukup satu telepon dari orang yang tepat dan seluruh redaksi paham apa yang harus dilakukan.
Apa yang dilakukan Teddy?
Persis sama.
Menelepon pemilik media.
Mengamuk.
Meminta pemred diganti.
Tanpa surat resmi.
Tanpa proses hukum.
Cukup satu telepon.
Yang paling ironis Teddy adalah simbol harapan yang berubah menjadi simbol yang lain:
Banyak yang dulu berharap besar pada sosok militer muda yang masuk lingkaran dalam Prabowo.
Ada harapan bahwa generasi baru perwira akan membawa cara kerja yang berbeda.
Lebih profesional.
Lebih terukur.
Yang kita saksikan sekarang adalah seseorang yang menggunakan posisinya sebagai Sekretaris Kabinet posisi administratif,
bukan posisi keamanan untuk mengontrol arus informasi tentang kegagalan pemerintah dalam menangani bencana.
Bukan mengontrol berita palsu.
Bukan melawan disinformasi.
Tapi meminta media tidak memberitakan bahwa bantuan bencana belum datang saat bantuan memang belum datang.
Dan Teddy tidak merespons pertanyaan dari Project Multatuli:
Pertanyaan dikirim ke nomor pribadinya dan ke email resmi humas Setkab.
Tidak ada respons sampai artikel diterbitkan.
Tidak ada klarifikasi.
Tidak ada bantahan.
Hanya diam.
Ketika seorang Sekretaris Kabinet bisa menelepon pemilik media dan meminta pemimpin redaksi diganti hanya karena wartawannya melapor bahwa bantuan bencana belum datang itu bukan soal satu orang yang arogan.
Itu adalah sistem yang memang dirancang untuk memastikan bahwa rakyat hanya mendengar apa yang penguasa mau mereka dengar.
Dan sistem seperti itu pernah kita kenal.
Namanya Orde Baru.
Dan kita butuh 32 tahun untuk keluar dari sana.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan investigasi Project Multatuli dalam serial Dead Press Society. Semua nama wartawan disamarkan untuk melindungi sumber. Teddy Indra Wijaya tidak merespons pertanyaan yang diajukan sampai artikel diterbitkan.

Indonesia
break or bury❀ retweetledi
break or bury❀ retweetledi
break or bury❀ retweetledi

Veils of Sorrow
A gentle nod, a fleeting cheer,
Yet tears like rain, they linger near.
Through painted masks, we dance and spin,
Beneath the surface, where grief begins.
#AsmatTribe #Art of #Carving


English





