get well soon

28.2K posts

get well soon banner
get well soon

get well soon

@_agiLL

لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ

somewhere out there Katılım Haziran 2009
562 Takip Edilen627 Takipçiler
get well soon retweetledi
txt keresahan WNI
txt keresahan WNI@KapudS640·
Sebagai tenaga pendidik yang tiap hari lihat makanan dibuang gini, aku pengen program MBG di stop dan digantikan dengan program sekolah gratis. Sayang tiap hari mbak disekolah buang maknan gini cc:threadlisnasn20
txt keresahan WNI tweet media
Indonesia
646
7.7K
23.7K
1.3M
get well soon retweetledi
Hidup sebagai +62
Hidup sebagai +62@Hidupsebagai62·
Ini adalah komen yang sangat cerdas soal MBG. Kalo cerdas pasti paham Mbg buka lapangan kerja? Nope Hanya menciptakan kontrak kerja, Yg saat mbg dihentikan, di detik itu jg ngk ada pekerjaan Mikiirrr
Hidup sebagai +62 tweet media
Indonesia
107
8.8K
20.7K
243.7K
get well soon retweetledi
get well soon retweetledi
Ommi de Queen👑
Ommi de Queen👑@ommi_siregar·
Faiz seorang pelajar asal Kediri yang memiliki pemikirin kritis, ia kerap mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada masyarakat banyak. Begitu cara dia mencintai negara ini. Kendati demikian, hari ini ia dituduh sebagai provokator. Alih-alih mendengarkan kritiknya, mereka (aparat kepolisian) malah menangkap dan menahan Faiz. Kemarin, ia dituntut oleh Penuntut Umum dengan Tuntutan 6 Bulan Penjara.
Ommi de Queen👑 tweet media
Indonesia
7
1.6K
2.4K
34.9K
get well soon retweetledi
Boy Candra
Boy Candra@dsuperboy·
Guru non ASN dilarang ngajar di sekolah negeri mulai 2027, sementara napi akan diberi kerjaan dapur MBG di Lapas dan digaji. Jujur janggal. Ini arahnya mau kemana?
Indonesia
417
13.1K
36.8K
500.2K
get well soon retweetledi
get well soon retweetledi
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Karyawan yang gajinya UMR dipajakin sama negara. Gaji pejabat dan anggota DPR pajaknya ditanggung oleh negara. Keadilan sosial bagi seluruh pejabat Indonesia.
Indonesia
180
9.7K
22.9K
211.4K
get well soon retweetledi
Culesian
Culesian@scrollsampah·
Anggota TNI di Kodim 1417 Kendari bernama Sertu Majib Bone kini dalam pencarian. Ia putus kontak dan kabur saat menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan kasus pencabulan terhadap pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) bernama Bunga (samaran). Insiden ini terjadi di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (14/4/2026). Data yang dihimpun Kendariinfo melalui bibi korban, berinisial VN, Sertu Majib Bone ternyata tidak asing lagi bagi kalangan atlet di Kendari. Ia adalah Ketua Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Kota Kendari untuk masa bakti 2025 – 2029. Ia dilantik pada 20 Februari 2025 lalu di Aula Kodim 1417 Kendari. Tidak hanya itu, Sertu Majib Bone juga dikenal di kalangan pengusaha. Ia adalah seorang developer dan memiliki banyak perumahan ternama di Sultra, beberapa diantaranya ada di Kolaka, Konsel, Muna, dan Buton. Di lingkup militer, Sertu Majib Bone adalah seorang prajurit yang menjalankan tugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di wilayah Kecamatan Poasia, Kendari. Di sana, ia melaksanakan pembinaan teritorial (binter). Sebagai ujung tombak TNI AD, Babinsa ini berfungsi menjaga keamanan, ketertiban, dan membantu kesulitan warga serta pembangunan wilayah. “Iya, dia developer, babinsa di Poasia, Ketua KKI Kendari juga,” ungkap VN, saat dihubungi Kendariinfo, Kamis (30/4). Dalam perkara yang sedang ditangani oleh Denpom XIV/3 Kendari, Sertu Majib Bone dilaporkan atas dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Korbannya bernama Bunga (samaran), warga asal Kecamatan Ranomeeto, Konsel. Saat ini, korban tengah duduk di bangku SDN di Konsel. Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Letkol CPM Haryadi Budaya Pela, membenarkan laporan tersebut. Sebelum mereka tangani, Sertu Majib Bone, diperiksa di Kodim 1417 Kendari. Namun, ia diklaim kabur dan hingga kini masih dalam pencarian. “Pelakunya belum sempat diserahkan ke kita (Denpom), saat diinterogasi di Kodim, yang bersangkutan sempat kabur,” bebernya, Rabu (29/4). Baca berita selengkapnya di kendariinfo.com
Culesian tweet media
Culesian@scrollsampah

Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya! Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan. Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari. Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita. VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka. “Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026). Baca selengkapnya di kisahan.id

Indonesia
73
599
702
71.1K
get well soon retweetledi
Culesian
Culesian@scrollsampah·
Biadab.. !! 😡😡😡 Dari kemarin gak viral2 ini kasusnya!! Bantu UP gaesshh.. !! Sampe pelaku di hukum seberat2nya! Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Korban cenderung mengurung diri di dalam kamar, kerap melukai tubuhnya dengan cara mencakar, serta sering menangis histeris karena ketakutan. Tante korban berinisial VN mengungkapkan bahwa korban sebelumnya tinggal bersama keluarga di perumahan milik terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Namun, sejak kasus ini mencuat, keluarga memutuskan pindah dan kini tinggal di rumah nenek korban di Kota Kendari. Selama berada di rumah neneknya, korban disebut enggan keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Saat bersama keluarga, korban cenderung diam dan tidak ingin bercerita. VN menuturkan, kondisi korban justru memburuk saat berada sendirian. Korban kerap menangis histeris, menunjukkan rasa takut berlebihan, bahkan melukai tubuhnya sendiri hingga menimbulkan luka. “Kondisi korban semakin memprihatinkan karena mengalami depresi berat. Ia sering mencakar tubuhnya dan menangis histeris karena ketakutan,” ujar VN, Minggu (3/5/2026). Baca selengkapnya di kisahan.id
Indonesia
567
16.3K
30.1K
1.1M
get well soon retweetledi
awan
awan@bopo_jodhipati·
Sebenarnya toleransi beragama di Indonesia tuh tinggi banget…. I mean dimana lagi kita bisa ngeliat orang muslim baca bismillah waktu masang arca kepala Buddha dan diposting akun IG Hindu Cuma ada aja oknum2 dari tiap golongan yg benci hal2 damai gini. Sumber: IG - ubudcult
Indonesia
170
3.5K
22.4K
604K
get well soon retweetledi
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
"Pak TU Kampus" "Iya gimana?" "Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?" "Coba saya cek, kasih nama sama NIM?" "Debi Pak, ini NIM saya." "..." "Ini ibu kamu PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini." "Hah? Terus gimana Pak?" "Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya." *** "Bu Dinas Sosial." "Iya gimana?" "Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK." "Minta NIK orang tua ya." "Ini Bu, tolong dicek" "Sebentar ya" "..." "Ini ibu kamu PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu." "Hah? Terus gimana Bu?" "Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK." *** "Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK" "Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?" "Iya Pak" "Lah, penghasilannya bukannya lumayan?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?" "Iya Pak" "Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin." "Hah? Terus gimana Pak?" "Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud." *** "Bu Dikbud." "Iya gimana?" "Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji." "Sebentar saya cek ya." "Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?" "Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada." "Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali." "Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?" "Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu." "Hah? Terus gimana Bu?" "Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman" *** "Bu CS Bank" "Iya gimana?" "Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya" "Baik Bu, saya cek dulu" "..." "Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman." "Kenapa Bu?" "Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena." "Waduh, terus gimana ini Bu?" *** "Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak" "Udah coba pinjam bank?" "Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup." "Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus" *** "Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?" "Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun" "Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?" "Iya Mbak" "Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya" "Memang aturannya segitu pinjaman kita." *** "Pak TU Kampus" "Iya gimana?" "Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?" "Jadi gak daftar ulang pertama?" "Iya." "Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan." "Hah?"
Indonesia
506
6.4K
28.2K
1.2M
get well soon retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada kabar duka yang sangat berat hari ini dan di baliknya ada cerita yang menurut gue harus diketahui semua orang. dr. Myta Aprilia Azmi meninggal dunia pada 1 Mei 2026 dokter internship di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal. Tapi sebelum dia meninggal ada surat resmi dari IKA FK Unsri yang mengungkap fakta-fakta yang sangat mengkhawatirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan sekadar dokter yang sakit lalu meninggal: Berdasarkan investigasi internal dan kronologi tertulis yang dikumpulkan IKA FK Unsri ada empat temuan yang menurut gue perlu lo baca dengan sangat serius. Pertama — beban kerja yang tidak manusiawi. Dr. Myta menjalani tiga bulan tanpa libur di bangsal dan IGD. Tiga bulan. Tanpa libur. Dan selama itu dia bekerja tanpa supervisi dokter definitif melanggar aturan Kemenkes yang jelas menyatakan dokter internship statusnya dokter magang, bukan pekerja tetap rumah sakit. Kedua — kelalaian medik yang sangat mengkhawatirkan. Dr. Myta sudah melaporkan gejala sakit sejak Maret 2026. Tapi dia tetap dipaksa menjalani jadwal jaga malam dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi. Yang paling mengejutkan: saturasi oksigennya sudah menyentuh 80% sebelum akhirnya mendapat penanganan yang layak. Saturasi 80% itu bukan kondisi ringan. Itu kondisi darurat yang seharusnya langsung ditangani. Ketiga — dugaan malapraktik administratif. Obat Sulbacef kosong di rumah sakit. Dan pasien yang merupakan tenaga kesehatan di wahana tersebut yaitu dr. Myta sendiri diminta mencari obat sendiri di luar. Dokter yang sakit disuruh cari obatnya sendiri. Keempat — tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi. Ada arahan dari oknum pembimbing untuk merahasiakan kondisi dr. Myta agar tidak terjadi prolong atau perpanjangan masa internsip. Dan ada narasi gaslighting yang menyerang para dokter internship ketika mereka menyuarakan hak dasar kesehatan mereka dengan sebutan "generasi Z lembek." Ini bukan kasus individual. Ini adalah cerminan sistem: Yang membuat kasus ini lebih dari sekadar tragedi personal adalah konteksnya yang sangat sistemik. Dokter internship di Indonesia berstatus dokter magang bukan pegawai tetap. Tapi dalam praktiknya mereka diperlakukan seperti tenaga kerja penuh tanpa perlindungan yang memadai. Tidak ada batasan jam kerja yang ditegakkan. Tidak ada supervisi yang dijamin. Tidak ada mekanisme yang melindungi mereka ketika mereka sakit dan membutuhkan istirahat. Dan ketika mereka berani bersuara mereka dibungkam dengan label "lembek." Dokter yang sesak napas dengan saturasi 80% dan demam tinggi tetap dipaksa jaga malam. Ini bukan tentang ketabahan atau dedikasi. Ini adalah eksploitasi yang berpotensi fatal. Dan terbukti fatal. IKA FK Unsri bergerak dan ini langkah konkret yang mereka tuntut: Surat resmi tertanggal 30 April 2026 dari Ketua Umum IKA FK Unsri, dr. H. Achmad Junaidi, Sp.S(K)., MARS., ditujukan langsung kepada Menteri Kesehatan RI. Isinya empat tuntutan. Audit menyeluruh terhadap RSUD K.H. Daud Arif sebagai wahana internship dan evaluasi kelayakan oknum pembimbing yang terlibat dalam kronologi ini. Perlindungan agar tidak ada sanksi administratif atau ancaman prolong terhadap dr. Myta dan rekan-rekan internship lain yang mengalami beban double job akibat kekosongan posisi. Somasi administratif kepada RSUD agar memberikan penjelasan resmi dan pertanggungjawaban atas pengabaian kondisi klinis dr. Myta sejak awal sakit. Dan tidak menutup kemungkinan langkah hukum jika ditemukan unsur pidana terkait kelalaian yang mengancam jiwa. Yang paling menohok dari seluruh cerita ini: Dr. Myta Aprilia Azmi sudah melewati bertahun-tahun kuliah kedokteran yang keras. Sudah melalui koas. Sudah lulus ujian. Sudah berhasil sampai di tahap internship tahap terakhir sebelum resmi menjadi dokter penuh. Dan di tahap itu dia jatuh sakit, melaporkan kondisinya, tidak didengar, tetap dipaksa bekerja, saturasi oksigennya jatuh ke 80%, dan akhirnya tidak sempat menikmati gelar dokter yang sudah dia perjuangkan bertahun-tahun. Sementara ada oknum pembimbing yang sibuk memikirkan bagaimana supaya kondisinya tidak menyebabkan prolong bukan bagaimana supaya dia bisa sembuh. Untuk semua dokter internship yang sedang membaca ini: Kalian bukan "generasi Z lembek." Kalian adalah manusia yang berhak atas jam kerja yang manusiawi, supervisi yang layak, dan penanganan medis ketika kalian sakit. Itu bukan privilege. Itu hak dasar. Dan untuk sistem yang selama ini menganggap dokter internship sebagai tenaga kerja murah tanpa perlindungan kasus dr. Myta harus menjadi titik balik. Bukan hanya menjadi trending topic sehari lalu dilupakan. Semoga dr. Myta Aprilia Azmi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga perjuangan ini tidak sia-sia. Al-Fatihah. cc: threads
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
282
9.3K
21.8K
947.4K
get well soon retweetledi
#KelanaRasa
#KelanaRasa@arieparikesit·
Wah kacaw, Nasi Kuning Muna Cung Pasar Pathuk Jogja difitnah memakai empal daging babi, ini sama sekali tidak benar ya gaes, daging empal Mbak Muna Cung fix 100% daging sapi. Yang dah kenal gue lama pasti tahu gue sangat bisa membedakan keduanya dan gue pelanggan setia Naskun Muna Cung Pasar Pathuk Jogja Jahat kamu pemfitnah
#KelanaRasa tweet media
Indonesia
61
132
348
38.5K
get well soon retweetledi
txtdrimedia
txtdrimedia@txtdrimedia·
THIS 💯💯
txtdrimedia tweet media
English
53
25.9K
90.4K
558.8K
get well soon retweetledi
dr. Adam Prabata
dr. Adam Prabata@AdamPrabata·
SUMPAH MARAH BANGET!!! "𝗔𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗷𝗮, 𝘃𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗜𝗩 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗮𝗱𝗮, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗿𝗮𝗰𝘂𝗻𝗶𝗻 𝗷𝗮𝗻𝗶𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝗥𝗩" adalah salah satu misinformasi paling berbahaya yang pernah gue temui. Bayangin kalo ada ibu hamil dengan HIV mendengar atau membaca informasi itu, maka ia membahayakan janinnya. Menurut gue urusannya udah BUKAN soal opini, tapi soal nyawa. Maaf kalo gue ulang-ulang terus. 𝗩𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗜𝗩 𝗶𝗻𝗶 𝗔𝗗𝗔. HIV sudah diisolasi, dikarakterisasi, dan dipelajari secara ekstensif oleh banyak sekali ahli sejak 1983. Banyak banget paper peer-reviewed yang mengonfirmasi eksistensinya, termasuk gambar mikroskop elektron, analisis genomik, dan uji klinis yang merekrut ratusan ribu pasien di seluruh dunia. Data menunjukkan bahwa tanpa intervensi APAPUN, termasuk ARV, risiko penularan HIV dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui berkisar antara 15–45%. Artinya, sekitar satu dari tiga bayi yang lahir dari ibu dengan HIV positif tanpa pengobatan, bisa terinfeksi HIV. 𝗡𝗮𝗵 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗽𝗮𝗸𝗲 𝗔𝗥𝗩, 𝗿𝗶𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗽𝗲𝗻𝘂𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗔𝗡𝗚𝗔𝗧 𝗠𝗘𝗡𝗨𝗥𝗨𝗡. ARV bisa menekan angka penularan dari ibu hamil ke janin hingga di bawah 5%, bahkan mendekati 1–2% di setting ideal. Selain itu tentunya ada berbagai metode lain untuk menurunkan risiko penularan dari ibu hamil ke bayi, antara lain dengan opsi caesar, hingga pemberian ARV profilaksis. Pada ibu hamil, manfaat ARV dalam mencegah infeksi HIV jauh lebih besar daripada risikonya. Panduan dari WHO, NIH, dan semua guideline klinis major secara tegas merekomendasikan inisiasi ART pada semua ibu hamil HIV positif tanpa memandang viral load atau CD4 count, karena manfaatnya untuk ibu dan bayi sudah terbukti. 𝗣𝗘𝗦𝗔𝗡 𝗣𝗘𝗡𝗧𝗜𝗡𝗚 Ibu yang menangis sambil bertanya "saya reaktif HIV" itu tidak butuh dibilangin "abaikan saja". Ia lebih butuh dirujuk ke dokter, mendapat konseling, dan jika konfirmasi positif, segera mendapat ARV. Respons yang tepat di sana bisa menyelamatkan dua nyawa, yaitu ibu dan bayi. Jadi, wajar kan gue MARAH PAKE BANGET?!!!
dr. Adam Prabata tweet media
Indonesia
93
2K
6.4K
150.4K