๐ƒ๐Š๐€

29.3K posts

๐ƒ๐Š๐€ banner
๐ƒ๐Š๐€

๐ƒ๐Š๐€

@_dikau

๐™ท๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ ๐šŠ๐š”๐šž๐š— ๐š™๐šŽ๐š–๐šž๐š๐šŠ ๐š‹๐š’๐šŠ๐šœ๐šŠ.

Bandung, Indonesia Katฤฑlฤฑm Ocak 2011
299 Takip Edilen301 Takipรงiler
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
SLDTKL โญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธ
Nu baroga threads buka gera threads, beak pisan konvoy poe ieu dikritisi oleh warga Bandung itu sendiri ataupun wisatawan. Sieun teh urang mah Allah Marah we karena segala sesuatu nu berlebihan mah hukumna teu baik. Poe ieu konvoy ka 4x (2014, 2024, 2025 & 2026) Tapi secara kondusifitas makin menurun, yang naik malah kejadian kejadian kriminal dan kejadian anomali lainnya. Saatnya mawas diri kah?
Indonesia
105
208
1.1K
90.1K
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
Ardy Nurhadi Shufi
Ardy Nurhadi Shufi@ardynshufiยท
Tapi lucu sih. Ada mahasiswa marah-marah karena gak bisa makan gara-gara gak ada driver yg ambil pesenan online foodnya. Padahal ya manusia teh diciptakan dengan akal, diberi otak dan sepasang kaki. Tinggal mikir lamun euweuh nu nganterkeun berarti ngikreuh. Da lain di hutan. ๐Ÿ˜Œ
Indonesia
387
1.1K
4.1K
194.3K
๐ƒ๐Š๐€
Barba ngamuk, bojan ngapakyuan, jung kacamatana di rawel trs putros hpna murag trs leungit ๐Ÿ˜ฎโ€๐Ÿ’จ
Indonesia
0
0
0
83
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
RisangP
RisangP@rsngpradยท
Ingat 98? Rupiah melemah Arsenal juara EPL Lalu apa yang terjadi di 99? KING EMYU TREBLE Kalian tau apa yang akan terjadi tahun depan ๐Ÿ”ฅ
Indonesia
278
1.6K
6.9K
198.9K
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
ARES
ARES@RestuAwalliddinยท
"Apakah benar Persib bukan bagian dari budaya dan identitas masyarakat Sunda dan cuma sekedar klub bola biasa?" Menurut Koentjaraningrat melalui bukunya dalam Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia yang diwariskan secara sosial dalam kehidupan bermasyarakat dari generasi ke generasi. Definisi ini penting sebagai titik awal, karena dari sinilah kita bisa mulai mempertanyakan "apakah Persib memenuhi syarat itu?" Sebagai klub, Persib yang lahir di tanggal 14 Maret 1933 ini merupakan peleburan dari BIVB (Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond, 1919) yang dibentuk di era kolonial Belanda sebagai salah satu wadah sepakbola Pribumi (bumi putera) di Bandung. Fakta historis ini yang membuat Persib tidak bisa disebut sekadar klub bola biasa dan secara tidak langsung menjadikan Persib menjadi simbol perlawanan dan persatuan melawan penjajah di era itu yang mencerminkan "nilai & kepercayaan" serta "perilaku kolektif" dalam definisi budaya. Suka tidak suka, pada akhirnya dukungan dan rasa yang muncul untuk Persib (lewat Bobotoh) ini sudah menjadi warisan keluarga untuk mayoritas warga Jawa Barat. Dari kakek ke ayah, ayah ke anak, anak ke cucu, rasa yang diturunkan sudah menjadi seperti adat. Dari buku PERSIB: Sepak Bola dan Identitas Sunda menyebut Persib sebagai "episentrum kebudayaan" dan "warisan yang terus beregenerasi". Klaim ini juga bukan klaim yang berlebihan, mengingat betapa dalam Persib tertanam dalam rutinitas sosial mayoritas masyarakat Jawa Barat yang bukan hanya saat pertandingan, tapi dalam bahasan sehari-hari, dalam mural, dalam lagu, bahkan dalam pilihan warna baju. Lalu secara akademik, jurnal karya Tisna Prabasmoro (2020) dan penelitian lain melihat Persib sebagai medium pembentukan identitas kolektif Sunda yang mirip bagaimana Clifford Geertz bicara soal "sistem makna dan simbol" yang hidup dalam masyarakat. Pada akhirnya hal-hal tersebut membuat Persib bukan hanya olahraga, tapi cara mayoritas orang Sunda mengekspresikan diri, melepas penat, dan menjaga harga diri daerah. Dari sini, dengan sejarah yang begitu panjang, rasanya sulit untuk tidak menganggap Persib sudah menjadi bagian dari Budaya mayortias masyarakat Sunda pada umumnya, dan Jawa Barat pada khususnya. Perihal konvoi dan sebagian masyarakat yang kelewat batas dalam melakukannya memang tidak bisa dihindarkan. Pun untuk hal-hal yang amat merugikan dan menuju anarkis, amat sangat tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun. Makannya, saya bilang di awal kalo hal-hal kaya gini tuh sudah masuk ranahnya pihak keamanan. Karena penertiban dan pencegahan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, yang memang tugasnya menjamin agar ekspresi kolektif seperti ini tidak melebar ke arah yang merugikan. Dan jangan dilupakan kalau ada bagian yang sering luput dari diskusi perihal konteks ini. Di mana banyak dari mereka yang turun ke jalan adalah bagian dari kelompok rentan. Orang-orang yang tidak punya banyak pilihan hiburan yang terjangkau yang menjadikan Persib jadi salah satu dari sedikit hal yang mereka punya. Dan itu bukan sesuatu yang seharusnya dikriminalisasi begitu saja. Terlalu banyak variabel di sini untuk bisa disederhanakan dalam satu narasi yang sejalan. Yang bisa kita sepakati pada akhirnya adalah... "Persib bukan sekadar klub bola. Ia adalah bagian dari cara masyarakat Sunda mengenali dirinya sendiri." - Sumber: 1. Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia, 1974. 2. Dadan Kurniawan. PERSIB: Sepak Bola dan Identitas Sunda. Afdan Rojabi Publisher 3. Tisna Prabasmoro & Randy Ridwansyah. "Fan Culture and Masculinity: Identity Construction of Persib Supporters." Gender Studies, 18(1), 2019 4. Tisna Prabasmoro et al. "Baster dan Identitas Penutur." Metalingua, Vol. 18 No. 1, 2020 5. Clifford Geertz. The Interpretation of Cultures. Basic Books, 1973.
ARES tweet media
Malgath Cargeiros@Cargeiros

@RestuAwalliddin Persib lain budaya wkwkw ๐Ÿคฃ persib sekedar klub sepak bola tapi udah melekat bagi orang Jawa Barat, karena di Jawa Barat tidak ada persaingan, ada Persaingan Persikabo, ya sekaran degradasi

Indonesia
21
244
663
54.2K
๐ƒ๐Š๐€
Enakeun kieu penjelasan si aa ieu ! ๐Ÿ‘Œ
ARES@RestuAwalliddin

Kenapa Pesib tidak pernah dipermasalahkan? Karena Persib sudah jadi bagian dari budaya dan perkembangan kota serta mayoritas masyarakatnya. Naik turunnya, baik buruknya, dan semua hal yang menyertainya akan selalu jadi bahasan dan bagian dari mayoritas rakyat Jawa Barat pada umumnya, serta Bandung khususnya. Saya rasa kalo membandingkan 2 hal ini tidak apple-to-apple. Keduanya bukan sebuah hal yang sepadan dan bisa dibandingkan begitu saja. Terus apakah orang bandung gak pusing kalo konvoi persib ini bikin macet dan sampe nutup jalan ber jam-jam? Saya yakin pasti ada yang ngerasa pusing dan bahkan capek kok. Wajar dan normal. Tapi, balik lagi ke point awal. Persib ini sudah jadi bagian dari budaya mayoritas masyarakatnya. Jadi hal seperti ini adalah sesuatu yang pada akhirnya jbisa dipahami dan diterima oleh mayoritas masyarakat karena kedekatan emosional-nya tadi. Yang pada akhirnya, mayortias masyrakat menjadikan Persib dan Konvoi-nya ini sebagai hiburan sekejap untuk melepas keruwetan yang dialami tiap harinya. Dan tentu saja, perihal konvoi ini adalah sesuatu yang gak akan bisa untuk dihindari. Jeung banguna mun presiden arek liwat ge, nu aya presiden-na nu nungguan ๐Ÿ˜‚ Sedikit contoh 2014 pas konvoi Persib Juara, Almh nenek saya yang waktu itu umurnya 80-an juga milu surak euy Persib Juara-mah. Tante saya juga ikut neriiakin nama Ferdinand Sinaga pas bus konvoinya lewat. Kedekatan emosional ini yang saya rasa memvalidasi euphoria mayoritas masyarakat soal Persib. Sedangkan event lari ini sifatnya komersil dan hanya menyentuh beberapa kalangan tertentu saja. Ditambah lagi, pihak EO tidak berkaca pada event-event lari yang pernah diadakan sebelumnya. Mereka kembali gagal buat paham kondisi masyarakat-nya seperti apa. Gausah jauh-jauh ke event lari deh, tuh... kirab budaya-nya KDM juga banyak yang ngeluh gegara jalan-nya ditutup ๐Ÿ˜‚ tapi kalo hubungannya sama Persib ya lain cerita. Mayoritas masyarakat dari berbagai kalangan ya ikut terjun beruphoria. Balik lagi soal lari, untuk Rute-nya juga dari yang saya liat nutup akses ke pasar Ciroyom, pasar Andir yang mana jadi tujuan banyak pedagang. (nuhun rudet) ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚ You bayangin, ini kota tiap harinya itu traffic udah ruwet. Pas weekend apalagi. Jalur-jalur yang "utama" juga banyak yang 1 arah. Jadi kalo misal 1 jalur ditutup ya harus muter lewat jalur lain yang searah juga, dan bahkan kadang jalurnya lebih kecil dari yang seharusnya. Nah you bayangin dah itu kendaraan numpuknya kek mana. Ini juga belom ngomongin soal penerangan jalan yang... POOOEEEEKKK ANYEEENNGG!! Untuk sebuah ibukota provinsi, ini kota tuh sekarang Banyak Kurengnya. Padahal Gubernur-nya juga ngantor sering di situ. Bandung sekarang tuh semacet itu. Macet banget. Kemacetan Bandung tuh udah jadi salah satu yang terparah dan bahkan ngimbangin Jakarta. Ditambah kurangnya Transum yang bisa setidaknya mengurai masalah tersebut, bikin kondisinya makin gak kekontrol. Perdebatan soal event lari ini dan perbandingannya dengan Konvoi Persib saya rasa akan jadi diskursus yang gak habis-habis selama tidak ada keseriusan dan evaluasi menyeluruh dari pihak EO sebagai penyelenggara, dan pemkot sebagai Pemberi Izin. Gini, dari 2 hal tadi. Saya tidak membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain. Karena pada akhirnya, semua kembali lagi ke bagaimana Pemda dan pihak keamanan bisa memitigasi dan meminimalisir keluhan yang ada. Pertama, event lari ini akan minim "gesekan" kalo pihak penyelenggara mau evaluasi dan memikirkan rekayasa pengalihan jalur yang sekiranya digunakan oleh event tersebut. Jadi sinergitas antara EO dan Pemda ini sebenernya jadi kunci untuk sebuat event Sport Tourism bisa berjalan dengan baik. Untuk kota sekaliber Bandung, sangat disayangkan kalo pada akhirnya terlewatkan untuk event-event besar yang bisa menguntungkan bagi kota dan masayarakatnya. Kedua, pihak pemda serta keamanan juga harus lebih paham dengan kondisi yang terjadi di daerahnya. Kayanya kalo 2 institusi tersebut bener kerjanya, masyarakat-pun gak akan jadi "Tegang" sebegitunya. And again... semuanya kembali pada satu kalimat "Everything is political" Sangat disayangkan event yang seharusnya menguntungkan bagi sebuah kota malah kembali jadi ajang konflik bagi Pelari dan Masyarakat-nya.

Indonesia
0
0
1
117
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
BLUE HOOLIGAN
BLUE HOOLIGAN@BlueHooligan___ยท
Buat temen-temen BOBOTOH dari komunitas manapun/apapun yang nanti nonton laga terakhir ke GBLA, saya mohon supaya bisa nahan diri untuk tidak turun ke lapangan, minimal sampai penyerahan piala selesai. Kita hargai pemain yg sudah berjuang. Semoga bisa menang dan JUARA. ๐Ÿคฒ๐Ÿ™
Indonesia
68
497
1.5K
47.2K
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
Marc Klok
Marc Klok@marcklok_23ยท
Untuk lambang di dada, untuk kota ini, dan untuk generasi selanjutnya.๐Ÿ’™
Indonesia
989
5.9K
12K
881.7K
๐ƒ๐Š๐€
๐ƒ๐Š๐€@_dikauยท
Tadina rek ngabodor ka hakim haris, tp ngabodorna teu asup jadina di kartu ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Indonesia
0
0
0
70
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
czn
czn@yenEudaimoniaยท
@idextratime kami bukan sombong, tapi kami tim yang tidak ada lawannya
Indonesia
4
252
791
58K
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
IG: riphanpradipta
IG: riphanpradipta@riphanpradiptaยท
Si Julio Cesar bieu sigah Materazzi di final Piala Dunia. Matrix maen gara-gara Nesta cedera, Julio maen gara2 Barba absen. Ternyata mereka memang dikirim Tuhan untuk mencetak gol penentu.
Indonesia
29
347
1.7K
42.1K
๐ƒ๐Š๐€ retweetledi
Hary
Hary@hgbudimanยท
Bobotoh yang hidup di periode ini adalah saksi sejarah. Kita adalah saksi sejarah. Kita akan segera menyaksikan Persib menjadi tim pertama di liga yang menjadi juara secara tiga kali berturut-turut. Peristiwa yang belum tentu terjadi lagi dalam satu dekade ke depan. ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ
Indonesia
41
1.1K
2.7K
64.3K