waa

1K posts

waa banner
waa

waa

@_enjeniee

Katılım Haziran 2021
34 Takip Edilen15 Takipçiler
waa retweetledi
leoleo(。◠‿◠。)
leoleo(。◠‿◠。)@SWEETNSOUR1122·
@vincanyoo Bisaa tauu, itu juga berlaku di alf4 atau indimart.. Klo kalian beli barang di situ trs pas di kasir harganya beda, complain aja "kak td di raknya harganya ga segini" paling kasirnya cuma pny 2 opsi yait harganya diganti sesuai di rak atau mereka jelasin klo promonya dah lewat.
Indonesia
13
6
359
117.6K
waa retweetledi
𓆩♡𓆪
𓆩♡𓆪@dontlovedave·
bad or good day, i always end up lying in bed late at night with the same empty feeling
English
4
1.6K
4.4K
57.9K
waa retweetledi
౨ৎ elan | 🆓 tag
౨ৎ elan | 🆓 tag@saturbron·
hal yang harusnya murah: 1. pendidikan 2. BUAH BUAHANNNN
Indonesia
1K
39K
128.9K
1.1M
waa retweetledi
hamster
hamster@hamsterbacod·
salah satu pahlawan tanpa tanda jasa adalah orang-orang yang post foto menu & daftar harga di google maps.
Indonesia
461
22.7K
95.1K
993.1K
waa retweetledi
nday
nday@assertndayy·
lagi pula, siapa juga yg mau gagal?
Indonesia
122
5.3K
12.9K
142.4K
waa retweetledi
angie🩵.
angie🩵.@angienicoleee_·
Tbh fuck this semester bruh
English
43
9.7K
22.2K
331.8K
waa retweetledi
yogaa calon pustakawan²⁴🐈
ternyata kaka" yang tidur jam 3 pagi bahkan sampe gatidur, terus jam 6 harus ke kampus itu adalah kita sekarang
Indonesia
56
2.6K
9.5K
112.5K
waa retweetledi
fah
fah@doublegauze·
@zlazloj Tapi diera boikot ini emang priduk Wings sama mayora sebagai alternatif buat produk unilever, dan banyak produk lokal yg kalau dikulik lebih worth it daripada punya U
Indonesia
3
101
2.4K
66.6K
waa
waa@_enjeniee·
Ini gimana caranya biar dikit2 ga nangis si, diem sebentar nangis, di kamar sepi nangis, pdhl lg ga mikir
Indonesia
0
0
0
7
waa
waa@_enjeniee·
Mau sumpah serapah yawes ga mood
Indonesia
0
0
0
3
waa
waa@_enjeniee·
Sedih bgt dituduh begitu
Indonesia
0
0
0
12
waa
waa@_enjeniee·
On repeat That Somebody tapi ga relate, still love it!
English
0
0
0
4
waa retweetledi
Ardhito
Ardhito@endorphineant·
@dittolongdit Orang luar kota pada semangat bgt mau ke pantai malang, warlok seperti saya kalau ga ada niatan lillahitaala, wegiahhh
Indonesia
16
55
811
33K
waa retweetledi
sara (ia)
sara (ia)@burntheimpala·
menurut gw jiwa gw masih SMA
Indonesia
622
39.5K
77.9K
1.2M
waa retweetledi
🥞
🥞@jalapeny0·
@tippanul dan usia dia masih 27 tahun
Indonesia
4
40
1.2K
32.3K
waa retweetledi
bib new edition
bib new edition@BangBib4·
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon ) Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut Saya kasih tahu sebab dan alasannya Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000, Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang) Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan. Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah. Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal. Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi Panen manual (biaya tenaga kerja). Pengemasan yang layak. Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota). Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya. Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi. Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli. Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan. Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton. Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga. Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total. Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel. Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah. Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula

Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹

Indonesia
455
5.3K
20K
1.3M