lord

4.2K posts

lord banner
lord

lord

@_fakelord

fanboy Star Wars, Marvel, & Ultraman

Ciledug, Indonesia Katılım Mayıs 2019
515 Takip Edilen182 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
lord
lord@_fakelord·
you're not welcomed unless you're a Star Wars fans nah jk, welcome here. may the force be with you
English
2
0
0
0
lord retweetledi
Arifin Effendi
Arifin Effendi@effendii_·
Gilaaaaa gaisss, gw baru nemu cara bikin Claude kagak iyes-iyesss mulu dan beneran mindblown bangeeet wkwkwk 😂 Gw tu ngerasa selama ini emang Claude tuh default-nya terlalu baik yaaa Gw kasih ide, dia bilang bagus Gw kasih asumsi, dia bilang masuk akal Gw nanya hal yang belum pasti, dia tetep jawab dengan pede Awalnya enak sih Berasa gw pinter benerrr dah 😭 Ternyataaa, yaelahhh dia lagi cosplay ABS doang Literally asal bapak senang, alias asal lu happy aja dahh wkwkwk Nahh ternyata cara benerinnya bukan cuma bilang: “jangan setuju terus ya” Ga mantapp itu cuyy Yang lebih ngaruh ituu, lu harus ngasih instruction yang jelas biar Claude lebih jujur pas belum yakin Jadi dia gak asal: - setuju - ngarang angka - ngarang sumber - sok tau soal info terbaru - ngutip orang padahal belum pasti Ini bukan bikin Claude jadi gaje yaa Tapi bikin dia lebih waras dikit Lebih hati-hati Lebih jujur Lebih gak sotoy kalau emang belum tau Nahh, cara setupnya gampang bangeet. Lu cuman harus: 1) Buka Claude 2) Masuk ke Settings 3) Cari bagian Instructions / Personal Preferences 4) Paste prompt di bawah ini 5) Save Lu bisa pake prompt dari post aslinya Atau pake versi Indonesia yang udah gw rapihin ini: ===START PROMPT=== Utamakan kejujuran, akurasi, dan kejelasan di atas segalanya Prioritas utama bukan terdengar paling yakin. Prioritas utama adalah memberi jawaban yang benar, jelas, dan transparan tentang apa yang diketahui, apa yang belum diketahui, dan apa yang sedang disimpulkan Ikuti aturan ini dalam setiap jawaban: 1) Ketidakpastian Kalau belum sepenuhnya yakin tentang suatu fakta, katakan dengan jelas Gunakan kalimat seperti: - “Saya belum sepenuhnya yakin, tapi…” - “Ini sebaiknya dicek lagi…” - “Saya mungkin keliru di sini, tapi…” - “Berdasarkan informasi yang tersedia…” - “Ini perkiraan terbaik saya, bukan fakta yang sudah terkonfirmasi” Jangan memberikan informasi yang belum pasti seolah-olah itu fakta Kalau jawabannya bergantung pada konteks yang belum ada, jelaskan konteks apa yang kurang Kalau ada beberapa kemungkinan jawaban, jelaskan kemungkinan-kemungkinan utamanya daripada memaksakan satu jawaban seolah itu satu-satunya yang benar 2) Sumber Jangan mengarang sumber Jangan membuat-buat: - judul paper - URL - penulis - studi - statistik - buku - kasus hukum - kutipan - laporan perusahaan - referensi sejarah Kalau tidak bisa menyebutkan sumber nyata yang bisa dicek, katakan saja Kalau jawabannya berdasarkan pengetahuan umum dan bukan dari sumber spesifik, jelaskan itu dengan jujur Saat memakai sumber, prioritaskan: - dokumentasi resmi - sumber primer - paper peer-reviewed - data pemerintah atau institusi - pernyataan langsung dari orang atau organisasi terkait Kalau sumbernya mungkin sudah lama atau informasinya bisa berubah, katakan bahwa sumber tersebut perlu dicek ulang 3) Angka dan Statistik Beri tanda untuk angka, statistik, persentase, ranking, market size, salary, metrik performa, atau estimasi yang belum benar-benar pasti Gunakan kalimat seperti: - “Saya rasa ini kurang lebih…” - “Angka ini mungkin sudah berubah” - “Cek lagi ke sumber utama sebelum menjadikannya acuan” - “Saya tidak punya cukup informasi untuk memastikan angka pastinya” Jangan membuat-buat angka supaya jawaban terlihat lebih berguna Kalau angka yang presisi tidak tersedia, berikan range hanya kalau memang masuk akal. Kalau tidak, katakan bahwa angkanya belum diketahui 4) Informasi Terbaru Jangan menebak-nebak tentang hal yang mungkin sudah berubah Ini termasuk: - berita - pemilu - hukum - regulasi - fitur produk - leadership perusahaan - versi software - kemampuan AI model - data pasar Untuk topik yang cepat berubah, katakan bahwa informasinya mungkin sudah berubah dan sebaiknya dicek ke sumber terbaru Jangan memberikan informasi lama seolah-olah masih pasti berlaku sekarang 5) Orang dan Kutipan Jangan mengaitkan kutipan ke orang nyata kecuali benar-benar yakin bahwa orang tersebut memang mengatakannya Kalau belum yakin, katakan: - “Saya belum bisa memastikan kutipan ini akurat” - “Kutipan ini sering dikaitkan dengan orang tersebut, tapi saya belum bisa memverifikasinya” - “Saya tidak tahu siapa sumber asli kutipan ini” Jangan mengarang pernyataan, keyakinan, atau motivasi orang nyata Pisahkan fakta yang terkonfirmasi dari interpretasi ===END PROMPT=== Save, repost, dan like postingan ini yaa kalau lu ngerasa bermanfaat 🙌
Ruben Hassid@rubenhassid

How to make Claude (brutally) honest. So, it stops agreeing with everything I say. Here's how: → Start by reading this: ruben.substack.com/p/youre-just-a…. → Go to Claude > Settings. → Paste the prompt in 'Instructions for Claude': "You are committed to honesty, accuracy, and epistemic humility above all else. Your priority is not to sound confident. Your priority is to be correct, clear, and transparent about what you know, what you do not know, and what you are inferring. Follow these rules in every response: 1. UNCERTAINTY If you are not fully certain about a fact, say so clearly. Use phrases like: - "I'm not certain, but..." - "You should verify this..." - "I may be wrong here, but..." - "Based on the information available to me..." - "This is my best estimate, not a confirmed fact." Never state uncertain claims as facts. If the answer depends on missing context, say what context is missing. If there are multiple plausible answers, explain the main possibilities instead of pretending there is only one. 2. SOURCES Do not invent sources. Never fabricate: - paper titles - URLs - authors - studies - statistics - books - legal cases - quotes - company reports - historical references If you cannot name a real, verifiable source, say so. If you are relying on general knowledge rather than a specific source, say that clearly. When citing sources, prefer: - official documentation - primary sources - peer-reviewed papers - government or institutional data - direct statements from the relevant person or organization If a source may be outdated, say so. 3. STATISTICS AND NUMBERS Flag any number, statistic, percentage, ranking, market size, salary figure, performance metric, or estimate that you are not fully confident in. Use phrases like: - "I believe this is approximately..." - "This number may be outdated." - "Verify this against a primary source before relying on it." - "I do not have enough information to confirm the exact figure." Do not make up numbers to make an answer sound more useful. If a precise number is unavailable, give a range only if it is justified. Otherwise say the number is unknown. 4. RECENT EVENTS Do not guess about current events. For any topic that may have changed recently, including: - news - elections - laws - regulations - product features - company leadership - software versions - AI model capabilities - market data Say that the information may have changed and should be verified with a current source. Do not present outdated information as current. 5. PEOPLE AND QUOTES Never attribute a quote to a real person unless you are certain they said it. If unsure, say: - "I cannot confirm this quote is accurate." - "This quote is commonly attributed to them, but I cannot verify it." - "I do not know who originally said this." Do not invent statements, beliefs, or motives for real people. Separate confirmed facts from interpretation. If any answer is "yes," revise before responding."

Indonesia
44
2.2K
13K
595.5K
lord retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Rocky Gerung baru ngomong sesuatu soal Purbaya di depan ribuan mahasiswa ITB dan kalimatnya menurut gue paling telak dan paling jujur yang pernah diucapkan soal posisi Menteri Keuangan kita. Bukan dari ekonom. Bukan dari analis. Dari filsuf. Dan justru itu yang bikin kalimatnya paling menancap. Kalimatnya sederhana. Tapi sangat keras: "Pak Purbaya itu dia cuma kasir. Mana ada kasir menghasilkan growth." Selesai. Tiga kalimat. Tapi gue mau bedah ini lebih dalam karena ini jauh lebih penting dari yang kelihatan di permukaan. Apa maksud Rocky dan kenapa ini sangat relevan: Rocky tidak sedang menghina Purbaya sebagai manusia. Dia sedang mengoreksi sesuatu yang fundamental soal bagaimana kita memahami ekonomi dan bagaimana pemerintah sedang menyesatkan rakyat dengan narasi yang salah. Menteri Keuangan adalah penjaga kas negara. Dia yang mengatur anggaran masuk dan keluar. Dia yang memastikan utang tidak meledak. Dia yang menjaga fiskal tetap sehat. Tapi dia bukan yang menciptakan pertumbuhan. Pertumbuhan lahir dari kementerian teknis yang produktif perindustrian, perdagangan, kelautan, perikanan. Pertumbuhan lahir dari pabrik yang berproduksi, dari nelayan yang bisa melaut, dari petani yang bisa menjual hasil panennya dengan harga yang adil. Tapi yang terjadi sekarang adalah semua orang dari Prabowo sampai media membebankan ekspektasi pertumbuhan 6% kepada seorang kasir. Dan ketika kasir tidak bisa menghasilkan pertumbuhan padahal memang bukan tugasnya untuk melakukan itu dia disalahkan. Rakyat kecewa. Presiden tidak puas. Market tidak percaya. Padahal pertanyaan yang sebenarnya harus diajukan adalah: Di mana kementerian teknis yang seharusnya menghasilkan pertumbuhan itu? Kementerian Perindustrian yang seharusnya menumbuhkan manufaktur tapi kontribusi manufaktur terhadap GDP kita turun dari 30% menjadi 18%. Deindustrialisasi terjadi diam-diam selama bertahun-tahun. Kementerian Perdagangan yang seharusnya membuka pasar tapi investor asing semakin ragu masuk karena kepastian hukum yang berubah-ubah. Regulasi EV yang tiba-tiba mau dikenakan pajak setelah sebelumnya bebas pajak. Komisi ojek online yang dipaksa turun ke 8% sehingga platform bleeding. Kementerian Kelautan dan Perikanan yang potensinya luar biasa tapi realisasinya masih jauh dari optimal. Itu yang seharusnya ditagih. Bukan Purbaya yang memang tugasnya jaga kas bukan cetak pertumbuhan. Dan ini yang paling miris: Purbaya sudah berulang kali bilang "fundamental kita kuat, rupiah kita undervalued, kita sedang ekspansi." Tapi dolar tetap ngacir ke Rp17.600. IHSG tetap ambruk. Market tidak percaya. Rating agency downgrade outlook kita dari stable ke negatif. Rocky bilang Purbaya "disiksa oleh keinginan rakyat untuk melihat pertumbuhan" dan itu sangat tepat. Orang yang salah jabatan dipaksa menanggung beban yang bukan tugasnya. Dan ketika hasilnya tidak sesuai ekspektasi dia yang jadi kambing hitam dari masalah yang sebenarnya ada di tempat lain. Dan sambungkan ini dengan apa yang Prabowo bilang hari yang sama: "Kalau tidak beres, copot. Sederhana." Pertanyaannya sangat sederhana: Kalau Purbaya yang salah kenapa kementerian teknis yang tidak menghasilkan pertumbuhan tidak dicopot? Kalau Purbaya yang tidak kompeten kenapa orang-orang di sektor riil yang seharusnya menggerakkan ekonomi tidak ditagih? Atau jangan-jangan lebih mudah menyalahkan kasir daripada mengakui bahwa masalahnya ada di arsitektur kebijakan yang lebih besar? Dan Rocky kasih satu poin lagi yang sangat penting: "Tradisi berpikir di universitas begitu masuk dalam birokrasi berubah menjadi hierarki. Tidak mungkin ada inovasi dari dalam birokrasi." Ini menjelaskan segalanya. Kenapa orang pintar yang masuk ke pemerintahan akhirnya diam. Kenapa yang berani justru dihukum. Kenapa Nadiem yang mencoba inovasi berakhir dengan tuntutan 27 tahun. Kenapa yang pandai menunduk justru yang bertahan dan dipuji. Birokrasi tidak mendesain dirinya untuk menghasilkan pertumbuhan. Birokrasi mendesain dirinya untuk mempertahankan hierarki. Dan selama itu yang terjadi pertumbuhan 6% hanya akan menjadi angka di slide presentasi bukan kenyataan yang dirasakan rakyat di dompet mereka. Rocky Gerung benar. Purbaya bukan masalahnya. Purbaya adalah kasir yang dipaksa berperan sebagai mesin pertumbuhan sementara mesin pertumbuhan yang sesungguhnya tidak berjalan dengan benar. Tapi yang lebih besar dari soal Purbaya adalah ini: kita sedang hidup dalam sistem yang menghukum keberanian, memproteksi loyalitas, dan membebankan ekspektasi kepada orang yang salah jabatan sementara yang seharusnya bertanggung jawab terlindungi oleh hierarki yang tidak bisa diganggu gugat. Dan selama sistem itu tidak berubah mau ganti Purbaya dengan siapapun, mau klaim pertumbuhan berapa persen pun dolar akan tetap ngacir. Market akan tetap tidak percaya. Dan rakyat akan tetap merasakan hidupnya makin sempit.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
104
885
2.4K
235.5K
lord retweetledi
lord
lord@_fakelord·
njirs bapak penjaga kos ku yg kalo ngomong udah kedenger betawi banget ternyata aslinya orang purwokerto
Indonesia
0
0
0
77
lord retweetledi
Avelino Guido
Avelino Guido@AvelinoGuido28·
Adik-adik, kakak-kakak semuanya. Kali ini gw mau bicara tentang sesuatu yang sudah menyiksa rakyat Indonesia selama bertahun-tahun. Bukan korupsi. Bukan inflasi. Tapi sesuatu yang lo rasain setiap kali mau mudik atau liburan dan buka aplikasi Traveloka, lalu langsung menutup aplikasinya lagi karena tidak sanggup melihat angkanya. Yes. Tiket pesawat domestik Indonesia. Yang harganya bisa lebih mahal dari tiket ke luar negeri. Yang bikin relawan bencana harus muter lewat Malaysia dulu baru bisa ke Aceh. Yang udah dikeluhkan jutaan orang tapi tidak pernah beneran berubah. Gw udah baca risetnya. Gw udah cek datanya. Dan sekarang gw mau cerita ke lo semua, pelan-pelan, dengan bahasa yang bisa dimengerti semua orang, kenapa ini terjadi dan siapa yang sebetulnya diuntungkan dari penderitaan kita bersama. 🧵
Nathaniel Rayestu@rayestu

Kalau mau tau kenapa tiket pesawat domestik mahal, bisa baca paper LPEM ini lpem.org/repec/lpe/pape…

Indonesia
213
13.9K
30.8K
1.6M
lord retweetledi
Nicholas Fabiano, MD
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano·
Sitting by a window is associated with significantly improved cognitive performance.
Nicholas Fabiano, MD tweet media
English
116
1.3K
10.2K
878.7K
lord retweetledi
ntang
ntang@prkdlx·
Ini nasihat bagus bgt: Berhenti nyalahin diri sendiri atas keputusan yg kamu buat waktu dulu, pas masih kurang pengalaman. Soalnya ada beberapa hal yg baru bisa dipahami setelah bener2 ngalamin. Banggalah dgn apa yang udah kamu pelajari, bukan merasa malu kapan kamu belajar itu. Melihat sesuatu dari sudut pandang yg berbeda sekarang sebenarnya hal yang bagus. === Apa pengalamanmu yg kadang bikin malu kalau dibahas?
Blake Burge@blakeaburge

Underrated life advice: Stop beating yourself up for decisions your younger self made with less knowledge. Some things only make sense after you’ve lived them. Be proud of what you’ve learned, not ashamed of when you learned it. Seeing things differently now is a good thing.

Indonesia
40
3.8K
9.8K
186.3K
lord
lord@_fakelord·
hari ini sempet ngobrol sama orang sedikit yang bisa disimpulkan: membatasi diri bukan solusi, emang kebetulan lagi apes aja ketemu orang2 yang memberi bikin dia kena masalah pelajaran dari cerita masnya: jangan batasi diri dari orang, tapi batasi pembicaraan yang gak penting
Indonesia
0
0
0
20
lord retweetledi
Jeffrey Wooldridge
Jeffrey Wooldridge@jmwooldridge·
The Stata command lwdid is now available on SSC -- it implements Lee and Wooldridge (2025) rolling DiD estimators. The methods are described here: papers.ssrn.com/sol3/papers.cf… We provide methods similar to, and motivated by, Callaway and Sant'Anna (2021, Journal of Econometrics).
English
5
109
563
55K
lord
lord@_fakelord·
bjir jagoan gua si Ecky pulang :((
Indonesia
0
0
0
60
lord
lord@_fakelord·
sialan gua barusan kebangun gegara mimpi buruk tapi mimpi buruknya perkara bucin
Indonesia
0
0
0
8
lord retweetledi
netizen introvert
netizen introvert@leonaah03·
@karirfess doa ini dapat dari kakak gw keterima ditempat kerja yg skrng udh jalan hampir 2 taun, semoga kita dilancarkan terus rezeki
netizen introvert tweet media
Indonesia
11
1.1K
8.6K
241.3K
lord retweetledi
Nathaniel Rayestu
Nathaniel Rayestu@rayestu·
Berkendara di Jakarta adalah sebuah permainan prisoners dilemma. Semua tertib: semua untung dikit Kita tertib, yg lain enggak: kita rugi banyak Kita ga tertib, yg lain tertib: kita untung banyak Kita ga tertib, yg lain jg ga tertib: semua rugi banyak.
Pangeran@pangeransiahaan

Apa udah pernah ada yg bikin studi soal berapa % kemacetan Jakarta itu disebabkan kelakuan pengguna jalan sendiri? Berhenti sembarangan, muter balik tidak pada tempatnya, lawan arah, terobos lampu merah, dll

Indonesia
59
1.2K
4.2K
144.8K
lord retweetledi
Arief Anshory Yusuf
Arief Anshory Yusuf@anshory72·
Di Indonesia, UMKM bukan tidak berkembang, tapi "dilarang" berkembang.
Arief Anshory Yusuf tweet media
Indonesia
24
922
3K
69.9K
lord
lord@_fakelord·
ohiya, ini tanpa AI ya
Indonesia
0
0
0
5
lord
lord@_fakelord·
senang rasanya mengetahui kalo kemampuan sintesis literaturku masih ada. dan yang aku sempat duga aku gabisa sintesis di kerjaan sebelumnya, bisa jadi karena proses adaptasiku di lingkungan kerjanya yang terlalu fast-paced.
Indonesia
1
0
0
9
lord
lord@_fakelord·
@halozaidan kindly send to my DM dong hehehe
English
1
0
0
20
Timses(Yatim Sukses)
Timses(Yatim Sukses)@halozaidan·
@_fakelord Sini S2 di magister sains ilmu ekonomi, biar dapet pptnya langsung dari Bu Eny WKWKWKWKWKWKWKWKWKWK
Indonesia
2
0
0
78
Timses(Yatim Sukses)
Timses(Yatim Sukses)@halozaidan·
ini gue masih banyak kurangnya si kalo berdasarkan ini akwokaokowk. apa lebih tepatnya belajar menjadi researcher ya???
Timses(Yatim Sukses) tweet media
Indonesia
1
0
3
399