^

1.8K posts

^

^

@_jarumjam

a liberation notes

Katılım Mart 2020
32 Takip Edilen50 Takipçiler
^ retweetledi
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
174
7.5K
19.3K
309.5K
^
^@_jarumjam·
@BNI banyak penipu yg reply tuh kak
Indonesia
1
0
0
22
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
@_jarumjam Halo Kak _jarumjam, maaf udah buat Kakak gak nyaman 🙏. Kalo boleh mimin tau, apa yang Kakak maksudkan adalah mau buka rekening BNI atau registrasi wondr Kak? Terkait kendala yang dialami, Kakak bisa sampaikan detailnya via DM ya. Waspada terhadap info kontak yang mengatasnamakan BNI pada website umum, akun resmi X (Twitter) BNI centang emas (verified) di sebelah nama akun (bukan photo profile). Jaga selalu kerahasiaan data pribadi Kakak. WA resmi BNI 0811-588-1946, BNI Call 1500046 tanpa atribut apapun. Mimin tunggu infonya ya, sehat selalu Kak. Mimin senang melayani sepenuh hati 😊. Tks – CX Novi-
Indonesia
1
0
0
42
^
^@_jarumjam·
@BNI min mau bikin akun wondr kok ga bisa langsung?
^ tweet media
Indonesia
6
0
0
64
^
^@_jarumjam·
@afrkml sumpah takut banget ngelahirin😭😭
Indonesia
0
0
0
33
^
^@_jarumjam·
semua orang di kantor nonton drama cina sampe pada ketiduran😭
Indonesia
0
0
0
23
^
^@_jarumjam·
sekarang buka komputer isinya kerjaan gajelas
Indonesia
0
0
0
12
^
^@_jarumjam·
kangen jadi medkom💔
^ tweet media
Indonesia
1
0
0
17
^ retweetledi
Faiz
Faiz@radenfaizz·
Pantes negara ini stuck gitu-gitu aja, toh calon penegak hukumnya aja pada cabul.
Indonesia
145
20.8K
66.5K
958.1K
^
^@_jarumjam·
@xfatrorry benci banget traveling tanpa mikirin duitnya dari mana
Indonesia
0
0
0
199
Rorry
Rorry@xfatrorry·
Lo bakal jadi apa yang lo benci
Indonesia
935
2K
13.2K
729.4K
^
^@_jarumjam·
@tanyarlfes dari kecil selalu divideoin ayah pake kamera jadul, ga kaya sih, tapi kata orang punya banyak dokumentasi pas kecil itu mahal
Indonesia
20
97
2.2K
118K
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 penasaran gimana kalau kebalikannya? Kasih tau lu anak orang kaya, tanpa nyebut lu anak orang kaya.
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
788
136
6.9K
907.2K
^ retweetledi
Humanies Project
Humanies Project@humaniesproject·
Aceh masih belum pulih, sekarang banjir lagi di pidie jaya, Bireun, Gayo luwes 🥺
Indonesia
36
9.1K
20.2K
241.6K
^ retweetledi
gara
gara@anggarasamvdr·
nah🥺
gara tweet media
240
17K
61.2K
615.9K
^ retweetledi
Summie's write
Summie's write@RuthSummie·
I wanttttttt😩
Summie's write tweet media
English
435
33.9K
101.7K
2.4M
^
^@_jarumjam·
ngobrol sama orang yang pernah pendidikan militer 3 bulan, isinya prabowo doang😭😭😭😭 bbm ga naik lah, mbg mempertaruhkan jabatan lah, pusing anjg
Indonesia
0
0
0
35
^ retweetledi
mutiara
mutiara@ayamgota·
Gue paham masih banyak orang yang bisa beli matcha, beli sushi, beli barang viral. Terlihat 'aman' ya, terlihat jauh dr situasi 98, tapi lu pada harus tau sekarang keuangan negara lagi MEROSOT BANGET, mungkin bisa otw 98, gada yg tau. Gue mau nangis aja.
Indonesia
276
13.6K
57.7K
1.5M