Laksana

5.3K posts

Laksana banner
Laksana

Laksana

@_kopipena

Entah hal baik apa yang pernah aku lakukan di masa lalu, hingga Tuhan mengirimkan kamu sebagai seseorang yang aku butuh bukan lagi seseorang yang aku mau.

Mojokerto Katılım Mart 2016
193 Takip Edilen5.3K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Laksana
Laksana@_kopipena·
Jatuh cinta padamu adalah ketidaksengajaan yang menyenangkan.
Indonesia
8
90
337
0
Laksana
Laksana@_kopipena·
Mencoba kuat, tapi kesedihan ini seperti air pasang, datang diam-diam, lalu menenggelamkanku tanpa ampun. Dadaku sesak bukan karena tangis, tapi karena banyak yang tak sempat kukatakan. Maaf yang tertunda. Pelukan yang kusimpan untuk nanti. Nanti yang ternyata
tak pernah ada.
Laksana tweet media
Indonesia
0
0
6
484
Laksana
Laksana@_kopipena·
“Boleh peluk, tapi air matanya jangan sampai jatuh ke Jenazahnya, ya” menjadi kalimat paling menyakitkan saat aku kehilangan duniaku.
Indonesia
0
0
4
159
Laksana
Laksana@_kopipena·
Dapur dingin tanpa nyala api,
tak ada harum masakan pagi.
Hanya kenangan yang datang dan pergi,
menusuk dada berkali-kali.
Indonesia
0
1
6
261
Laksana
Laksana@_kopipena·
Masih ada cangkir di rak dapur
yang tak pernah kupakai lagi.
Masih ada piring kesukaanmu
yang tak berani kusentuh.
Seolah jika semuanya tetap di tempatnya,
kau hanya sedang tidur,
dan sebentar lagi akan memanggil namaku
dengan suara yang tak pernah bisa kutiru.
Indonesia
0
0
4
452
Laksana
Laksana@_kopipena·
Sekarang aku mengerti,
rumah bukanlah tembok atau atap.
Rumah adalah suaramu
yang memanggil namaku dengan lembut. Dan ketika suaramu hilang,
aku bukan hanya kehilangan ibu—
aku kehilangan tempat untuk kembali.
Indonesia
0
0
3
524
Laksana
Laksana@_kopipena·
Bu, aku berjalan di rumah ini seperti tamu yang tersesat. Tak ada lagi yang benar-benar menungguku pulang. Jika rindu punya suara mungkin seluruh rumah ini sudah pecah oleh teriakannya. Tapi rindu hanya tinggal di dada, menggumpal, menjadi hujan yang tak pernah benar-benar turun.
Indonesia
0
2
9
1.7K
Laksana
Laksana@_kopipena·
Rumah ini masih berdiri, Bu
tapi ia tak lagi bernapas. Sejak kau dibaringkan di tanah itu,
angin tak pernah benar-benar masuk ke ruang tamu.
Ia hanya berputar,
seperti aku yang terus kembali
ke hari terakhir
saat jemarimu perlahan melepas genggamanku.
Indonesia
0
2
7
931
Laksana
Laksana@_kopipena·
Rumah ini belum roboh,
tapi ia sudah mati. Sejak tanah menelan namamu, Bu,
setiap sudutnya berubah jadi liang.
Langit-langitnya rendah,
menekan dadaku pelan-pelan
seperti tangan tak terlihat
yang tak mengizinkan aku bernapas lega.
Indonesia
0
1
8
587
Laksana
Laksana@_kopipena·
Rumah ini sunyi tak lagi sama
sejak kau pergi untuk selamanya.
Dindingnya bisu tanpa suara
menyimpan pilu di setiap sudutnya Jam tua berdetak lirih di malam hari
seperti menghitung rindu yang tak henti-henti Langkahku menggema di lantai sepi,
namun tak ada lagi yang menanti.
Indonesia
0
0
11
540
Laksana
Laksana@_kopipena·
Dan ternyata bolak-balik rumah sakit dan tidur di lantai jauh lebih menenangkan dibanding sekarang.
Laksana tweet media
Indonesia
1
0
2
236
Laksana
Laksana@_kopipena·
Rindu yang menyakitkan, bukanlah karena jarak yang berjauhan, bukan pula karena perpisahan. Tapi, karena namanya sudah tertulis di batu nisan, dan jasadnya terbungkus kain kafan.
Indonesia
0
0
4
282
Laksana
Laksana@_kopipena·
Sejak Ibu pergi,
jam berdetak lebih keras;
seolah setiap detiknya
adalah langkah yang tak lagi terdengar
dari dapur menuju kamarku. Meja makan tetap rapi
kursi di ujung itu kosong
dan aku tak berani memindahkannya. Rumah ini masih berdiri, namun suaranya hilang.
Indonesia
0
0
1
228
Laksana
Laksana@_kopipena·
Aku masih menyimpan nomor teleponmu.
Kadang jemariku hampir menekannya,
lupa bahwa tak ada lagi suara
yang akan menjawab dengan lembut,
“Halo, Nak.”
Laksana tweet media
Indonesia
0
0
2
268
Laksana
Laksana@_kopipena·
Di kursi itu kau biasa duduk,
tersenyum lembut saat aku terpuruk.
Kini kosong, retak, dan redup,
meninggalkan sesak yang kian menumpuk.
Indonesia
0
2
5
259
Laksana
Laksana@_kopipena·
Hari pemakaman itu terus berulang di kepalaku.
Tanah yang jatuh ke atas kayu.
Seolah dunia berkata,
“Sudah. Selesai.” Tapi bagaimana mungkin selesai, Bu?
Cintaku padamu tak pernah diajari cara berhenti. Sekarang aku belajar hidup
dengan lubang besar di dada.
Indonesia
0
1
5
495
Laksana
Laksana@_kopipena·
Ibu, jika bisa kutukar rasa ini, Biarlah aku yang terbaring mengganti, Jangan engkau yang menahan perih sendiri, Jangan engkau yang memeluk sunyi.
Indonesia
0
0
5
295
Laksana
Laksana@_kopipena·
Kini rumah tak ubahnya hanya dinding dan sunyi.
Indonesia
0
0
2
230
Laksana
Laksana@_kopipena·
Saat ini bukan masalah people come and go, tapi restu wong tuo lan itungan jowo.
Indonesia
0
0
0
913
Laksana
Laksana@_kopipena·
Dan di antara cangkir kopiku yang pekat, jejak-jejak senyummu sempurna dalam ingatan.
Laksana tweet media
Indonesia
0
3
13
1.5K
Laksana
Laksana@_kopipena·
Hidup dalam rasa bersalah memang tidak pernah menenangkan dan menyenangkan.
Laksana tweet media
Indonesia
0
0
3
760