
Uji Publik Penyatuan Halaman Gedung Sate dan Lapang Gasibu Dipertanyakan Ada yang berbeda dari pelaksanaan Aksi Kamisan Bandung pada Kamis, 23 April 2026. Bila biasanya digelar di Taman Vanda, pada Kamis itu digelar di Jalan Diponegoro, di antara halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Berangkat dari persoalan digabungkannya halaman Gedung Sate dan Lapangan Gasibu yang menelan Rp15,8 miliar, massa mempertanyakan urgensi proyek senilai Rp15,8 miliar itu. Aktivis Geo Urban Ricky N. Sas bahkan membikin petisi yang dijuduli "Jangan Rampas Jalan Umum Demi Ambisi Pribadi!" dan sudah ditandatangani 2.413 (dilihat Pikiran Rakyat pada Kamis, 23 April 2026 pukul 21.00 WIB). Ricky mengungkapkan, semula ragu-ragu membikin petisi itu lantaran tahu kalau pemerintahan Indonesia tak takut petisi. Namun, seusai berdiskusi, diputuskanlah membuat petisi lantaran dibutuhkan untuk mengukur bagaimana partisipasi publik memahami masalah yang ada. Ditutupnya Jalan Diponegoro hingga fungsinya menjadi hilang lantaran penyatuan Gedung Sate dan Lapang Gasibu membuatnya memutuskan untuk membikin petisi. Ia menegaskan, kekuatan utamanya adalah akan bertambah lagi titik kemacetan dan bertambah parah. Apalagi, Jalan Surapati itu rush hour, pagi dan sore, jam pergi dan jam bubar kantor. Irwan S/ PRMN #gedungsate #bandung #kdm #prmn



















