🍂
3.1K posts



Aku menulis karena ingin mencari nafkah sekaligus berbagi pemikiran. Dalam royaltiku yang ada di kisaran 10% itu, ada tabungan pensiunku, uang berobat bapak ibuku, gaji perawat bapakku, keperluan keluarga kami. Royalti itu adalah hakku atas karya yang telah kuterbitkan. Ia adalah upah dari jerih payahku menulis yg sering butuh bertahun-tahun untuk 1 buku. Bertahun-tahun itu aku lalui dengan riset yang menggunakan biaya sendiri, hidup juga dengan biaya sendiri. Royalti itu adalah pendapatanku, 'gaji'-ku. Ketika ada yang membajak dan menyebarluaskan bajakan, maka mereka adalah perampas hakku, perampok pendapatanku, pencuri 'gaji'-ku. Mereka meludahi kerja kerasku dan upayaku. Tentu aku marah dan tidak akan pernah ikhlas. Aku mohon banget hargailah hak kami-kami para penulis ini seperti kalian juga menghargai hak profesi lain. Hargai pekerjaan kami. Terkait harga buku yang makin naik, percayalah aku dan banyak penulis lain tidak tinggal diam. Kami juga merasakan kegelisahan yang sama. Buku bagi kami bukan sekadar produk, ia adalah rumah bagi pikiran, kerja panjang, dan harapan bahwa cerita serta pengetahuan bisa terus menemukan pembacanya. Aku pribadi bahkan sudah mempresentasikan sejumlah pemikiran kepada Kementerian Ekraf tentang apa saja yang perlu diperbaiki agar ekosistem perbukuan kita bisa lebih sehat dan sejahtera. Mulai dari kebijakan pajak royalti penulis hingga berbagai aspek perpajakan yang berkaitan langsung dengan industri buku. Perjalanan ini masih panjang, dan mungkin tidak selalu mudah. Tapi kami percaya satu hal: peradaban selalu bertahan karena ada orang-orang yang terus membaca, menulis, dan menghargai karya.


💚 ada ibu2 dtg ke konser afgan sambil bawa speaker sama mic sendiri ntah tujuannya apa. awalnya dia nerobos antrian yg pny vt trs ditegur rame2 akhirnya dia pindah ke atas dan merusuh. pas mau diseret satpam dia ngancem mau jatohin speaker sama tubuhnya kebawah 🤦🏻♀️








