Sabitlenmiş Tweet
Gek
1.6K posts

Gek
@_ythnanawyh
apa arti dari kata “kamu”?
DKI Jakarta, Indonesia Katılım Şubat 2025
263 Takip Edilen268 Takipçiler

@unmagnetism @BapaknyaCeyda Mental Miskin jangan punya anak itu paling bagus.. sakit hati banget
Indonesia

@tanyarlfes Fxk yang namanya “seumur hidup karna cinta” nooo…. Meskipun aku kerja, berpenghasilan tapi aku mau pasangan yg bisa provide diriku juga, yng mau kerjasama dan sama” punya ambisi untuk sukses.. bukan cuman nuntut dan malas”an
Indonesia
Gek retweetledi

@tanyarlfes DENGAN BANGGA BAHWA GW BUKANLAH 02 VOTERS, TIDAK MEMILIH KARENA GEMOY, TIDAK KEPINCUT DENGAN CERITA CINTANYA ITU, TIDAK TERTARIK DENGAN ARTIS2 YANG MENDUKUNG BELIAU, TIDAK MINAT DENGAN PROGRAM MAKAN GRATIS, DAN TIDAK MENYANGKAL KALAU BELIAU ADALAH PELANGGAR HAM, FUCK YOU🖕🏻
Indonesia

@sbyfess Salah sekolah juga tuh, ngapain secara kemampuan ga mumpuni tp dilulusin. Ga mau nama sekolahnya buruk gara2 punya siswa yg ga lulus.😩
Indonesia
Gek retweetledi

@_ythnanawyh @tanyarlfes Mau dilurusin mentalitasnya sudah kadung terbentuk Kak, karena kadang yang menamkan ini ya dari kluarga sendiri, dilawan nanti bilangnya pembangkang sok barat kapitalis, ngga dilawan dengernya sebel apalagi ditanemkan ke ponakan2 yang masih kecil
Malahan curhat nih aku 🤦♀️
Indonesia

@tanyarlfes SMA ga ada gradu, Kuliah yang mahal di cindramata dospem sama penguji. Buat gradu S1 Baju batik yang dipunya, make up 300 an, sepatu kets, foto pakek sepupu cuman mau dibayar hanamasa :) bucket gatauu wkww mama yg beli. Habis cuman sekitar 700k, S2 pakek bekas S1 wkwkwk
Indonesia

@tanyakanrl Be Smart teman” jangan asal nyomot.. cari tau kebenarannya. SE mendikdasmen No 10 Tahun 2026 bukan soal Guru non ASN yang di berhentikan tugas. Itu SE mendikdasmen No 7 Tahun 2026, kalo no 10 itu tentang pembelajaran tatap muka.
Indonesia

@Iqeey @ardisatriawan Saya pernah magang di universitas as a assisten dosen, gaji dosentuh miris tapi tuntutan mencekik, gaji dosen tinggi tuh karna tukin, tunjangan + gegara artikel dll
Indonesia

@ardisatriawan Ibu PNS dosen, anaknya sudah kuliah, pasti masa kerja sudah panjang, kalau tipikal pemalas minimal ini gol IIId, ini diatas kertas mapan lho, kena di financial planing nya mungkin.
Apa ga malu sama umbi umbi yang mulai IIc, masa kuliah anak ga di pikir jauh jauh hari, Dosen lho
Indonesia

"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Ini kok saya dapet UKT tertinggi? Penghasilan Orang Tua saya gak segede itu?"
"Coba saya cek, kasih nama sama NIM?"
"Debi Pak, ini NIM saya."
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang biasanya UKT tertinggi, memang gitu aturannya di kampus ini."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba kamu apply KIPK. Ini dicek ya syaratnya."
***
"Bu Dinas Sosial."
"Iya gimana?"
"Saya mau cek orang tua saya di desil berapa di DTSEN, saya mau daftar KIPK."
"Minta NIK orang tua ya."
"Ini Bu, tolong dicek"
"Sebentar ya"
"..."
"Ini ibu kamu PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS pasti kehapus dari DTSEN. Dari jaman DTKS juga rutin diapus. Perintah menteri sosial. Memang aturannya gitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba kamu pakai surat keterangan tidak mampu atau slip gaji ortu buat daftar KIPK."
***
"Pak Lurah, saya mau minta SKTM buat daftar KIPK"
"Kamu bukannya Debi, anaknya Bu Lala, dosen di kampus itu?"
"Iya Pak"
"Lah, penghasilannya bukannya lumayan?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Bentar saya cek dulu aturannya, Ibu PNS kan ya?"
"Iya Pak"
"Saya kemarin dapet instruksi dari Pemda sini, katanya kalau PNS gak boleh dapet SKTM. Jadi saya gak berani keluarin."
"Hah? Terus gimana Pak?"
"Coba langsung pakai slip gaji Ibu ke Dikbud."
***
"Bu Dikbud."
"Iya gimana?"
"Saya mau daftar KIPK, cuma data ortu saya gak ada di DTSEN sama Pak Lurah gak bisa ngeluarin SKTM. Jadi pakai slip gaji."
"Sebentar saya cek ya."
"Ini slip gaji ibu kamu? PNS? Dosen?"
"Iya, cuma Ibu saya lagi tugas belajar, cuma terima gaji pokok doang, UMR juga gak sampai. Bapak juga udah gak ada."
"Waduh, kalau PNS emang gak bisa daftar KIPK. Kemarin pejabat tim teknis KIPK udah bilang kalau PNS gak boleh sama sekali."
"Sama sekali Bu? Gaji Ibu saya cuma segini?"
"Iya. Bahkan Golongan I juga gak boleh. Memang aturannya begitu."
"Hah? Terus gimana Bu?"
"Coba ke bank aja sama Ibu, siapa tahu bisa ada pinjaman"
***
"Bu CS Bank"
"Iya gimana?"
"Saya mau ajukan pinjaman buat bayar UKT anak saya"
"Baik Bu, saya cek dulu"
"..."
"Bu Lala, setelah kita cek penghasilan dan riwayat finansial, kita gak bisa kasih pinjaman."
"Kenapa Bu?"
"Mohon maaf Pak, resiko gagal bayarnya tinggi. Saya gak berani Bu, nanti saya yang kena."
"Waduh, terus gimana ini Bu?"
***
"Pak TU kampus, saya gak bisa dapet KIPK Pak"
"Udah coba pinjam bank?"
"Gak bisa Pak, penghasilan Ibu saya gak cukup."
"Coba ini, perusahaan fintech yang kerjasama sama kampus"
***
"Mas fintech, kalau saya pinjam 12.5 juta buat UKT, saya mesti nyicil berapa?"
"Sekitar 1.3 juta per bulan selama setahun"
"Wah jatuhnya 15.5 juta dong? Bunganya 3 juta sendiri?"
"Iya Mbak"
"Waduh, itu segede biaya hidup saya euy. Gak mampu bayarnya"
"Memang aturannya segitu pinjaman kita."
***
"Pak TU Kampus"
"Iya gimana?"
"Misalkan saya mau nunda kuliah jadi tahun depan, buat ngumpulin duit dulu, bisa gak?"
"Jadi gak daftar ulang pertama?"
"Iya."
"Gak bisa, kalau udah lulus ujian tahun ini, kamu diblacklist dari ikut ujian lagi tahun depan."
"Hah?"
Indonesia






















