Suwung 🌾

7K posts

Suwung 🌾

Suwung 🌾

@ab_sadewa

Don't let people define you. We are wonderfully human!

Indonesia Katılım Eylül 2009
757 Takip Edilen207 Takipçiler
Suwung 🌾 retweetledi
🅱🅰🅶🅾🅽🅶
Kenapa SAHAM BCA LONGSOR? Sesudah Himbara, sekarang bank Swasta DIPAKSA ditarik secara off budget untuk membiayai proyek2 prioritas unggulan pemerintah (MBG, KPMD...) Cash flow APBN sudah gak kuat, yang DISURUH jadi penyedia likuiditas ya Perbankan. N.G.E.R.I.
Indonesia
142
3.2K
7.4K
221.8K
Suwung 🌾 retweetledi
Яizal do
Яizal do@afrkml·
Pernah iseng kepo sama selisih angka atas dan bawah saat cek tensi nggak? Misal nih, tensimu ketahuan 130/100 mmHg. Selisihnya kan 30 mmHg, apa makna dari angka selisih tsb? Normal gak? Banyak yg belum tau krn emg jarang disebut2 saat menganalisis hasil tensi. Kita bahas yok!
Яizal do tweet mediaЯizal do tweet media
Indonesia
82
1.3K
5.5K
347K
Suwung 🌾 retweetledi
alfin rizal
alfin rizal@alfinrizalisme·
dan semoga kebahagiaan-kebahagiaan kita tidak terbuat dari kesedihan-kesedihan orang lain.
alfin rizal tweet media
Indonesia
15
503
1.7K
31.5K
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@Hnirankara Akuisisi 100% oleh negara malah bikin ojol bangkrut, bagusnya masuk sbg pemegang saham Pengendali di aplikator Ojol. Bisnis tetep sustain, sambil bisa men-drive regulasi yang fair.
Cimanggis, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
2
417
Mas Hara
Mas Hara@Hnirankara·
Nanggung blok, mending akuisisi 100% abis itu bikin sistem kek transjakarta versi sepeda motor. Kalo gini mah jatuhnya ngebunuh APBN.
Mas Hara tweet media
Indonesia
65
65
396
20.7K
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
dpr.go.id/kegiatan-dpr/b… Mencoba men-digest: negara ambil alih beban perusahaan -> pakai pajak --> pajak dari rakyat --> rakyat bayar beban perusahaan... dimana peran negara? ooo.. ngambil alih doang, tp kalo company-nya untung sahamnya jd milik pemerintah gitu?
Indonesia
0
0
0
2
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@Metro_TV jadi beli saham aplikator ojol atau via Perpres nih?
Indonesia
0
0
0
265
METRO TV
METRO TV@Metro_TV·
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi menyatakan komitmennya untuk mematuhi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama/CEO GoTo, Hans Patuwo, menanggapi diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi tersebut merupakan payung hukum baru yang dirancang pemerintah untuk memperkuat perlindungan bagi para mitra pengemudi di industri platform digital. Hans Patuwo mengungkapkan bahwa saat ini pihak GoTo tengah melakukan pengkajian mendalam terhadap poin-poin yang tertuang dalam Perpres tersebut. Langkah ini diambil guna memahami detail operasional serta implikasi teknis yang perlu disesuaikan oleh perusahaan. "Saat ini kami akan melakukan pengkajian untuk memahami detail, implikasi, dan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan peraturan tersebut," ujar Hans Patuwo dalam keterangan resminya. Gojek, sebagai bagian dari ekosistem GoTo, memastikan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Fokus utama perusahaan adalah memastikan bahwa transisi terhadap regulasi baru ini tetap mengedepankan asas manfaat bagi mitra driver maupun pelanggan. #GoTo #Gojek #HansPatuwo #PresidenPrabowo #Perpres27Tahun2026 #TransportasiOnline #PerlindunganDriver
METRO TV tweet media
Indonesia
39
20
58
25.5K
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
Dasco: Pemerintah Telah Beli Sebagian Saham Aplikator Ojol via Danantara dlvr.it/TSK1Ms
Kompas.com tweet media
Indonesia
127
74
305
127.6K
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@sonsnos @kompascom Can be.. walaupun semestinya ada Keterbukaan Informasi sih
Cimanggis, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
192
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
فیلم کمدی جدید صددام بدون سانسور, با کیفیت بالا - Saddam Full Movie With... youtu.be/s-4yjjGwNVg?si… via @YouTube Film yang bagus! ketika humor dan tragedi disatukan.
YouTube video
YouTube
Català
0
0
0
44
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@PikamonID Wartawan, gara-gara nonton film 'Kejarlah Daku Kau Kutangkap'
Indonesia
0
0
0
15
P
P@PikamonID·
Selamat Hari Buruh.
P tweet media
Indonesia
190
123
277
12K
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@Terasrumah76 @kompascom ya, untuk politik semua bisa dirangkai untuk narasi mendapat simpati, tapi tidak dalam ekonomi yang sifatnya fakta material.
Indonesia
0
0
3
616
Losiento
Losiento@Terasrumah76·
@ab_sadewa @kompascom Kurang dari 5% bisa apa? Ya bisa buat jualan kinerja. "Kami sudah membeli saham x sebagai komitmen kami untuk....... " 🤣🤣
Indonesia
1
0
0
768
Canon 50D ²⁶
Canon 50D ²⁶@CosmoDrifto·
@ab_sadewa @kompascom Ini waktu data yang pubex yang bulan lalu ga si? Sementara ini berita baru keluar Curiga belinya pas pubexnya udah dikeluarin, jadi ga ketauan Tapi ya who knows🤷
Indonesia
1
0
0
885
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@desmondwira Kalo misalnya MBG anggarannya dipotong 75%, kopdes dihapus.. apakah IHSG berpeluang naik?
Indonesia
1
0
0
579
Desmond Wira
Desmond Wira@desmondwira·
IHSG menjadi indeks pasar saham yang kinerjanya paling buruk sedunia YTD -19,55% Di gambar cari di bagian paling bawah. Beneran, paling bawah
Desmond Wira tweet media
Indonesia
121
677
1.9K
80.8K
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@BangPino__ Kira-kira kalo foto bareng sama Gibran pertanyaan basa-basi dari dia apa ya?
Gunung Putri, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
13
0
1
13K
BP™
BP™@BangPino__·
Dahlah... Nyesel foto bareng pak Anies... 🤣🤣
Indonesia
307
3.2K
19.5K
327.1K
Suwung 🌾
Suwung 🌾@ab_sadewa·
@ShenoWirang Pernah liat model model pemimpin begini tapi di salah satu negara Afrika.
Gunung Putri, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
25
SHENO WIRANG
SHENO WIRANG@ShenoWirang·
Gaya khas baju yang dikenakan memang mirip Soekarno, tetapi tingkah polahnya plek ketiplek dengan Jack Mulyono. "𝗠𝗔𝗕𝗨𝗞 𝗣𝗢𝗣𝗨𝗟𝗔𝗥𝗜𝗧𝗔𝗦" Watak feodal, selalu ingin dipuji dan selalu ingin terlihat peduli, namun hakikatnya si penikmat pajak itu sedang merendahkan martabat rakyat. Sudah primitif, norak pula! 𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗧𝗔𝗡𝗧𝗥𝗨𝗠
Indonesia
190
641
1.6K
91.6K
Suwung 🌾 retweetledi
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Prof. Feri Latuhihin ekonom yang sudah setahun lalu memprediksi dolar akan tembus Rp17.000 ketika belum ada yang percaya baru bicara lagi. Dan kali ini lebih keras, lebih konkret, dan lebih mengerikan dari sebelumnya. Gue mau rangkum dan kritisi semuanya termasuk pertanyaan yang menurut gue paling penting: para ekonom sudah kasih saran, tapi apakah pemimpinnya mau dengar? Atau yang kasih saran justru akan disebut antek antek asing? Prediksi yang sudah terbukti dan peringatan baru yang lebih keras: Setahun lalu Feri bilang dolar akan tembus Rp17.000. Banyak yang tidak percaya. Sekarang dolar sudah di Rp17.300. Sekarang dia memperingatkan skenario yang jauh lebih buruk: dolar bisa tembus Rp25.000 kalau kondisi fiskal tidak segera dibenahi. Bukan angka yang dia lempar sembarangan. Dia punya hitungan. Soal angka pertumbuhan ekonomi dan ini yang paling mengejutkan: Purbaya marah-marah ke World Bank karena World Bank bilang pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,7%. Purbaya klaim angkanya jauh lebih tinggi dari itu. Feri bilang sesuatu yang sangat mengejutkan: "Saya bilang 4,7% sudah bagus. Kalau menurut saya bisa 0%." Kenapa? Karena ketika Feri cross check angka pertumbuhan 5,11% versi BPS dengan indikator lain khususnya pertumbuhan kredit perbankan angkanya tidak cocok. Untuk mencapai pertumbuhan 5,11% kredit perbankan harusnya tumbuh minimal 11%. Kenyataannya: kredit tumbuh di bawah 8%. Feri perkirakan pertumbuhan riilnya mungkin di sekitar 4% saja. Dan Moody's serta Fitch sudah men-downgrade outlook ekonomi Indonesia dari stable menjadi negatif. Artinya lembaga rating internasional pun tidak percaya dengan angka yang pemerintah klaim. Soal defisit APBN dan ini yang paling mengkhawatirkan: Feri memaparkan data yang sangat konkret: Defisit APBN Januari: Rp35 triliun.Defisit Februari: Rp135 triliun.Defisit Maret: Rp240 triliun. Kalau dianualisasi secara linear defisit sudah setara 3,72% dari GDP melampaui batas 3% yang menjadi patokan fiskal. Dan di saat yang sama harga minyak dunia naik karena perang. Subsidi BBM membengkak. Inflasi berpotensi double digit. Jatuh tempo utang tahun ini saja sekitar Rp888 triliun ditambah bunga Rp99 triliun. Itulah mengapa Feri menduga dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot Purbaya kemungkinan memang tidak setuju dengan arah kebijakan bukan karena sabotase sembarangan, tapi karena mereka melihat angka-angka yang tidak memungkinkan untuk terus mempertahankan spending sebesar sekarang. Soal MBG dan ini yang paling tegas: Feri mengucapkan sesuatu yang menurut gue perlu didengar keras-keras oleh siapapun yang masih berargumen bahwa MBG adalah investasi: "Mohon dikasih tahu kepada Pak Presiden bahwa kalau MBG itu dianggap investasi itu bohong besar." Investasi yang sesungguhnya adalah infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan. Atau investasi non-fisik yang menghasilkan produktivitas jangka panjang: pendidikan dan riset dan pengembangan. Makan siang bukan investasi. Makan siang adalah konsumsi. Dan konsumsi yang dibiayai utang itu bukan membangun masa depan. Itu memakan masa depan. Feri menghitung bahwa untuk MBG yang benar-benar targeted ke yang membutuhkan cukup Rp10 triliun per tahun. Bukan Rp335 triliun. Dan sisa Rp325 triliun itu seharusnya bisa jadi buffer fiskal atau dialokasikan ke investasi yang benar-benar menghasilkan produktivitas jangka panjang. Soal class menengah yang semakin tergerus: Dari 57 juta kelas menengah di 2019 sekarang tinggal 47 juta. Turun 10 juta orang dalam kurang dari 10 tahun. Dan tabungan rata-rata kelas menengah yang dulu Rp3 juta per orang sekarang sudah mendekati nol. Mereka tidak lagi makan tabungan. Mereka sudah mulai makan hutang. Dan Feri menyebut satu indikator yang sangat mengkhawatirkan: omset pegadaian sedang melonjak luar biasa. Ketika orang menggadaikan barang untuk kebutuhan sehari-hari — itu bukan tanda ekonomi yang baik-baik saja. Soal BI yang tidak bisa berbuat apa-apa: Feri menjelaskan dilema yang sangat real yang sedang dihadapi Bank Indonesia: Kalau suku bunga dinaikkan untuk melawan inflasi dan menjaga rupiah ekonomi yang sudah lemah akan tambah terbebani. Kredit macet naik. Investasi turun lebih dalam. Kalau suku bunga diturunkan rupiah makin melemah dan inflasi makin tidak terkendali. "BI tidak bisa melakukan apa-apa. Naikkin salah, nurunin salah." Dan intervensi di pasar valas untuk menjaga rupiah cadangan devisa tidak tanpa batas. Kalau outlook ekonominya memang buruk intervensi itu seperti menggarami lautan. Soal komentar terhadap Purbaya dan ini yang paling kontroversial: Feri mengucapkan sesuatu yang sangat bold: bahwa menurut dia Purbaya tidak paham soal ekonomi. Contoh yang dia berikan: ketika perbankan mengalami undisbursed loan kredit yang sudah disetujui tapi belum dicairkan senilai Rp2.735 triliun, Purbaya justru mengucurkan tambahan dana dari BI sebesar Rp227 triliun. Logika Feri: kalau bank sudah kelebihan likuiditas yang tidak bisa disalurkan menambah likuiditas lagi adalah seperti menuangkan air ke ember yang sudah penuh. Itu bukan solusi masalah kredit. Itu memperburuk excess liquidity yang justru bisa memperlemah rupiah lebih jauh. Gue tidak akan menghakimi apakah Feri 100% benar soal ini. T api pertanyaan teknisnya valid dan layak dijawab secara publik oleh Kemenkeu. Dan inilah pertanyaan yang paling fundamental: Para ekonom Feri Latuhihin, Mahfud MD, Feri Amsari, berbagai pengamat lain sudah memberikan saran yang konkret, berbasis data, dan bisa diverifikasi. Saran yang konsisten: rasionalisasi MBG, ramping kabinet, perbaiki kepastian regulasi, prioritaskan investasi produktif, jaga fiskal dari defisit yang melebar. Dan apa respons dari lingkaran pemerintah? Orang yang kritik MBG disebut tidak nasionalis. Orang yang mempertanyakan kebijakan ekonomi disebut tidak mendukung presiden. Dan siapapun yang mengutip data dari lembaga internasional seperti World Bank atau IMF bisa dengan mudah diberi label antek asing. Dari nonblok menjadi goblok kata Feri mengutip kritik terhadap kebijakan luar negeri. Dan label yang sama bisa dikenakan pada kebijakan ekonomi: dari mendengar para ahli menjadi memusuhi para ahli. Indonesia punya banyak ekonom yang kompeten. Punya data yang bisa dibaca. Punya pengalaman sejarah termasuk bagaimana Habibie menyelamatkan ekonomi di 1998 dengan tiga langkah berani yang gue sudah bahas sebelumnya. Yang kurang bukan nasihatnya. Yang kurang adalah keberanian untuk mendengar nasihat yang tidak menyenangkan dan keberanian untuk mengambil keputusan yang menyakitkan jangka pendek demi kepentingan rakyat jangka panjang. Dan selama nasihat para ekonom direspons dengan label "antek asing" sementara rupiah terus melemah, defisit terus membesar, dan kelas menengah terus tergerus Kita semua yang menanggung akibatnya. Bukan para pejabatnya.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
120
1.2K
2.4K
258.7K