Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja
23.6K posts

Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi

@keluhkesahkonoh Ga akan tersinggung, kasih paket sembako jg lupa trus pilih dia lagi nanti
Indonesia
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi

@TaliUdeng Curiga.... Kayaknya sebentar lagi kabar mengejutkan soal gas 3 kg
Indonesia
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi

Hei orang-orang Kemendikbud!!!!
SERIOUSLY gak ada satu pun yang mau spill siapa PPK pengadaan CHROMEBOOK itu?!?!?!
Sebagai orang yang pernah kerja di kementerian dan sekarang memilih pindah ke luar negeri for good. GUE TAU banget busuk, licik, dan inkompetennya budaya birokrasi di sana. DAN GW AKAN SPILL.
Dan yang paling bikin sedih: rakyat selalu dikorbankan.
INI YANG GUE LIAT SENDIRI SELAMA KERJA DI KEMENTERIAN:
1. Tanda tangan peserta rapat sering dipalsuin biar SPPD cair. Iya, palsu. Udah rahasia umum.
2. PPT rapat antar kementerian? Banyak yang cuma copas-comot dari internet atau sumber lain tanpa dikaji serius. Yang penting rapat jalan dan anggaran habis.
3. Orang-orang pintar yang pulang S2 dari luar negeri malah sering dianggap “terlalu pintar”, gak disukai atasan, dan akhirnya cuma disuruh ngerjain administrasi receh.
4. Yang naik jabatan cepat? Penjilat. Bukan yang kompeten.
5. Notulensi rapat strategis sering dilempar ke anak magang atau honorer yang bahkan belum tentu ngerti istilah dan konteks pembahasannya. Jadi gue gak heran kalau di kasus ini katanya hasil SK bisa diplintir sana-sini.
6. Banyak banget rapat dan “kajian” yang sebenernya cuma formalitas buat ngabisin anggaran. Output nihil. Yang penting ada dokumentasi kegiatan.
7. Kwitansi dan stempel palsu buat cairin uang perjalanan dinas? Ada.
8. Pencapaian dr kementerian itu hanya sebatas “realisasi anggaran” atau penyerapan anggaran jd output yang berdampak ke masyarakat itu GA JELAS. Coba deh cek LAKIP tiap kedeputian isinya kosong.
9. Tiap acara kementrian, selalu ada GRATIFIKASI dr pihak ketiga. Dan hadiah2 itu masuk kantong org2 kementerian.
10. Tiap perjadin hotel, tiket, invoice gocar pengeluaran semua DI MARK UP. Mereka suka edit2 invoice di canva.
11. Banyak bangettt pegawai yang MAIN JUDOL.
12. Dst
CC:threadabdi
Indonesia
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
Ferry Soetedja retweetledi
















