Sedang berlangsung jumpa pers KUSTOMFEST 13th Annual Indonesian Kustom Kulture Festival 2024 dengan tema Luckyb13 Rollin' di Sushi Tei Jogja. @kustomfest
Video mapping:
27-30 Agustus 2024 di JNM Bloc
Workshop bersama lepaskendalilabs:
28-30 Agustus 2024 di GIK UGM, pukul 15.00 - 17.30 WIB.
Talkshow & demo product:
30 Agustus 2024 di Museum Sonobudoyo, pukul 13.00 - 17.00 WIB
#videomapping#senicahaya
Gelaran karya audio visual oleh Ariwulu, Ismoyoadhi, Krisnawantoo, dan teman-teman pada bidang pohon beringin bertema H.E.A.R.T (Hidden Elementary Algorithm of -Unconscious- Reality Truth), membawa dan mengantarkan kita untuk merasakan experience baru menikmati “seni cahaya”
Yuk ketemuan lagi di CHERRYPOP @cherrypopfest 2024 - SELAMET BERMUSIK
10 – 11 Agustus 2024
Lapangan Panahan Kenari, Yogyakarta
Amankan tiketmu segera, ya. Info selengkapnya @cherrypopfest
@Gayam16 Untuk mewiwiti rangkaian Yogyakarta Gamelan Festival ke-29 tahun ini, program Lokakarya akan digelar.
Senin - Rabu, 5 - 7 Agustus 2024, di Pendopo @Gayam16, pkl. 14.00.
GRATIS, dengan registrasi via tautan pada profil akun @Gayam16, buka » DAFTAR Lokakarya & Rembug Budaya.
Usai pemasangan dan peresmian papan jalan Gang Joko Pinurbo, teman-teman melakukan pembacaan puisi karya Jokpin, di antaranya adalah Butet Kartaradjasa.
Perjalanan Rifda begitu panjang, terjal, sulit, menyakitkan.
2017: cedera siku
2018: cedera lutut
2019: cedera paha dalam
2020: patah tulang kering
2022: cedera di kedua lutut, di kaki kiri, di bahu kanan
2023: berlomba dengan cedera lutut kanan di Kejuaraan Dunia 2023. Tetapi di sanalah Rifda mencatat sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang lolos ke Olimpiade.
2024: Sudah operasi meniskus, tetapi memilih untuk tidak operasi ACL agar bisa tampil di #Paris2024 .
2024: Tiga pekan sebelum berangkat ke Paris lututnya bengkak. Padahal sebelumnya dia sudah bisa memainkan semua alat. Rifda menjadi sangat stres.
2024: Tiga hari sebelum berangkat ke Paris, kondisinya sudah baik dan bisa main 4 alat. Tetapi sesampainya di Paris, saat latihan kedua, dia cedera lagi.
Hari ini, Rifda harusnya tampil pada nomor all around (empat alat). Tetapi dia hanya bisa memainkan satu saja yakni palang bertingkat.
Rifda tampil dengan menahan rasa sakit akibat cedera meniskus dan ACL. Untuk tampil di Olimpiade, Rifda bahkan harus dibantu oleh Eva Novalina, pelatihnya, untuk naik dan mendarat di palang bertingkat.
"Saya ingin sekali tampil di Olimpiade karena ini cita-cita saya. Saya mau buat bangga semua yang sudah mendukung saya," katanya via NOC Indonesia.
"Sekarang rasanya lebih tenang, saya sudah bisa membuktikan bisa tampil di Olimpiade. Saya senang bisa menahan rasa sakit sampai kompetisi selesai."
Hormatku padamu Rifda Irfanaluthfi.
Terima kasih!