Muhammad Addy A

29.7K posts

Muhammad Addy A banner
Muhammad Addy A

Muhammad Addy A

@addytulank

les amateurs de cuisine, lecteur de la bande dessinée, l’heureux époux de @masayu_asmara

Cimahi Katılım Ekim 2009
456 Takip Edilen323 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
15 Januari 2020 pukul 01.00. Selamat jalan kakek, selamat jalan ayah kami tercinta, Mudrikah Bin Hikmatullah Kosasih. Kenangan akanmu akan selalu kami kenang. Love you, Kek........
Baros, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
2
0
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Pov edukasi ke keluarga pasien 👨‍⚕️: Fungsi ginjalnya sudah jauh menurun.. angka kreatinin sudah tinggi.. pasiennya juga ada kalium tinggi.. bengkak dan sesak nafas juga ini disarankan segera cuci darah 💁‍♀️: jangan dok, kita bawa pulang saja daripada ketergantungan cuci darah.. nanti kita beri ramuan saja me be like : dikasih apa bu tadi ?
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
75
179
1.6K
268.3K
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
@haipanjiishere @IndosFC bayangin aja ditinggal LM posisi Persib berapa, dan diakhir Reguler series bisa 4 besar itu emang aki2 gede wadul magic hand banget.
Indonesia
0
0
0
40
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
@haipanjiishere @IndosFC sebagai bobotoh, memang secara reguler series persib tidak juara, tapi kalau dibilang Championship Series dibuat biar Persib biar juara, lah itu dari awal musim udah kesepakatan kok, jadi ya realitasnya tetep juara liga 1 saat itu Persib.
Indonesia
1
0
0
64
Indos FC
Indos FC@IndosFC·
Disaat tim memasuki periode bottling pada pertengahan Maret hingga awal April, masa depannya sebagai nakhoda PERSIJA masuk dalam evaluasi besar manajemen tim. Periode itu yang membuat PERSIJA pelan-pelan semakin jauh dari persaingan papan atas. Bagaimana setelah dipastikan keluar dari persaingan gelar juara 🇮🇩ISL musim 2025/26 terlebih mendapati hasil kekalahan back-to-back atas PERSIB? Nampaknya musim depan 2026/27, Macan Kemayoran bakal kembali dengan nakhoda anyar alias 🇧🇷Mauricio Souza tidak diperpanjang kontraknya.
Indos FC tweet media
Indonesia
95
13
296
302.9K
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
@haipanjiishere @IndosFC secara klasemen reguler juga bojan ga posisi 1 kan, ini persija udah paling bagus posisi 3 dalam 3 musim terakhir. jeleknya ni pelatih suka nyalahin orang padahal dia yang ga punya plan B aja
Indonesia
1
0
0
168
van Iskandar
van Iskandar@haipanjiishere·
@IndosFC padahal Persib yg sekarang juga turbulensi sih Rene Albert & Milla, sabar dulu aja padahal masa pengen langsung kaya Bojan, 1st season langsung juara...
Indonesia
1
0
0
859
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
Dzuhur 11.51, Ashar 15.11
Campaka, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
6
Muhammad Addy A retweetledi
PAKAR REBAHAN
PAKAR REBAHAN@pakar_rebahann·
Tahukah Kalian? Legenda Sangkuriang bukan sekadar dongeng cinta terlarang yang tragis. Cerita rakyat Sunda ini ternyata menyimpan “memori geologis” yang sangat akurat tentang peristiwa alam purba di Jawa Barat. Para ahli geologi seperti Prof. Nana Sulaksana dari Unpad menyebut legenda ini sebagai bentuk geomythology pengetahuan lisan masyarakat purba yang merekam letusan gunung api, runtuhnya kaldera, dan terbentuknya danau raksasa secara naratif. Berikut perbandingan logis antara versi cerita rakyat (mitos) dan fakta ilmiah di lapangan (geologi & sejarah alam). Saya susun secara poin-per-poin agar mudah dibandingkan: 1. BENTUK GUNUNG TAKUBAN PERAHU Cerita Rakyat: Sangkuriang hampir selesai membuat perahu raksasa dalam semalam. Karena marah karena ditipu Dayang Sumbi, ia menendang perahu itu hingga terbalik dan menjadi gunung. Nama gunung nya adalah “Tangkuban Perahu” (perahu terbalik). Faktanya: Gunung ini memang berbentuk puncak datar yang terlihat seperti perahu terbalik jika dilihat dari arah selatan (Bandung). Secara geologi, ini adalah stratovolcano pasca-kaldera yang terbentuk ~90.000 tahun lalu dari sisa Gunung Sunda Purba. Letusan Plinian menyebabkan puncak rata dengan beberapa kawah (Ratu, Domas, Upas) yang membentuk “badan perahu”. 2. PEMBENTUKAN DANAU BANDUNG PURBA (TELAGA RAKSASA) Cerita Rakyat: Sangkuriang diminta membendung Sungai Citarum untuk membuat telaga agar perahunya bisa mengapung. Ia hampir berhasil dalam satu malam. Faktanya: Sekitar 105.000–55.000 tahun lalu, Gunung Sunda Purba (tinggi ~4.000 mdpl) meletus Plinian dua kali. Abu dan lava membendung Sungai Citarum Purba, menciptakan Danau Bandung Purba (luas ribuan km²). Danau ini bertahan puluhan ribu tahun dan mengering sekitar 16.000 tahun lalu akibat erosi & aktivitas tektonik. Cekungan Bandung hari ini adalah bekas dasar danau itu. 3. GUNUNG BURANGRANG DAN BUKIT TUNGGUL Cerita Rakyat: Sangkuriang menebang pohon lametang raksasa untuk bahan perahu. Pohon roboh ke barat; tunggulnya jadi Bukit Tunggul, rantingnya jadi Gunung Burangrang (dari kata “rangrang” = ranting). Fakta nya: Ketiga gunung (Tangkuban Perahu, Burangrang, Bukit Tunggul) adalah bagian dari kompleks vulkanik yang sama—sisa letusan dan runtuhnya Gunung Sunda Purba. Mereka terbentuk dari material lava dan piroklastik yang sama dalam waktu geologis yang relatif bersamaan. 4. AMARAH SANGKURIANG YANG MENGHANCURKAN Cerita Rakyat: Sangkuriang marah besar, menendang perahu & bendungan hingga hancur. Fakta nya: Letusan Plinian kedua Gunung Sunda Purba (~55.000–50.000 tahun lalu) sangat eksplosif, dengan fase plinian, freatomagmatik, dan ignimbrit. Volume material yang disemburkan mencapai puluhan km³, menyebabkan kaldera runtuh total, dinding gunung ambruk, dan lanskap berubah drastis. Endapan awan panas setebal lebih dari 10 meter masih terlihat di beberapa lokasi dekat Bandung. Proses ini menciptakan bentuk gunung baru dan mengubah aliran sungai secara permanen seperti “kemarahan alam” yang di personifikasi oleh manusia purba. 5. TIPUAN DAYANG SUMBI Cerita Rakyat: Dayang Sumbi membentangkan kain putih (seperti fajar) dan memukul alu-lesung agar makhluk halus kabur sebelum tugas selesai. Faktanya: Perubahan cuaca mendadak atau kabut tebal di kawasan vulkanik sering terjadi akibat aktivitas freatik. Tipuan “fajar palsu” bisa jadi ungkapan untuk perubahan cahaya atau pola alam yang diamati masyarakat purba. Fakta fakta di atas bersumber dari penelitian ilmiah yang dilakukan oleh ahli geologi profesional, lembaga pemerintah Indonesia (Badan Geologi ESDM), universitas ternama (Unpad, ITB), disertasi internasional, dan publikasi peer-reviewed. Bukan opini atau spekulasi, melainkan hasil survei lapangan, analisis batuan (tephrochronology), dating radiometrik, dan pemodelan vulkanik yang telah dipublikasikan sejak era kolonial Belanda hingga penelitian modern sekarang.
PAKAR REBAHAN tweet media
Indonesia
0
16
54
4.2K
amey
amey@gossipgirlsxme·
@bardanslm Ada, jasa design ku. Gara2 customer ini kenal lumayan deket dan pernah 1 kantor dulunya. Minta dibikinin desain produk baru 30 gambar (+perhitungan), waktunya cm 2 minggu krn kantornya mau audit, tp bayarnya cm sanggup 3 juta. Najis banget 👎🏻 rate 1 design gue aja min. 250rb 😌
Indonesia
1
0
8
4.1K
Bardan - Digital Marketer
Bardan - Digital Marketer@bardanslm·
saya salut sama orang yg bisa jual jasanya mahal, orang puas pake dan apalagi bisa antri. saudara saya pas nikah pake jasa MUA 20 juta 💀, bookingnya hampir 1 tahun sebelum, katanya sering make up artis. dulu pas nikah istri MUA kalau enggak salah 2 jutaan, nikah kita patungan itu aja ngos2an banget mo nangis rasanya wkwk yg sedih kondisi2 kaya dibawah ya, udah MUA nya ngasih harga bagus banget 200K, cipa haju bahkan di-iyain, masih mau ditawar lagi. jual jasa di konoha memang menantang 😭 kamu ada cerita enggak jasamu ditawar murah disini???
Indonesia
29
123
2.7K
272.6K
Muhammad Addy A retweetledi
Massimo
Massimo@Rainmaker1973·
The NATO phonetic alphabet is the most widely used radiotelephone spelling alphabet. Its use ensures clarity in transmission of critical information, commonly used in military and aviation communications. Do you know all the letters?
Massimo tweet media
English
50
258
1.6K
2M
Muhammad Addy A retweetledi
Friday7th
Friday7th@Friday_SOL·
Kalau kamu atau keluarga pernah dapat SMS/telepon kayak gini, lapor ke: 📞 Call Center UOB: 14008 atau bank yang bersangkutan RT thread ini biar makin banyak yang tahu. Satu RT bisa selamatin satu korban. Stay safe! 🙏 #WaspadaScam #ScamAlert #KartuKredit #Tokopedia #UOB
Indonesia
2
44
73
18.8K
Muhammad Addy A retweetledi
SLDTKL ⭐️⭐️⭐️⭐️
SLDTKL ⭐️⭐️⭐️⭐️@SeledingTekel·
Jalur licik ❌ Jalur langit ✅ Allaahumma innii a'uudzu bika min jahdil balaa-i, wa darokisy syaqoo-i, wa suu-il qodhoo-i, wa syamaatatil a'daa-i 🤲🏽 Bismillah, masih posisi 1 klasemen BRI Super League dan menyisakan 6 Pertandingan terakhir.
SLDTKL ⭐️⭐️⭐️⭐️ tweet mediaSLDTKL ⭐️⭐️⭐️⭐️ tweet media
Indonesia
31
140
773
18.5K
Bambang
Bambang@sibambaang·
Sebelum Sistem Payout (era Twitter lama, sebelum pertengahan 2023), dulu Twitter dirancang sebagai tempat “berceloteh” (microblogging) yang santai dan spontan, uhuiy... Definisi asli Twitter adalah “short burst of inconsequential information”, ledakan pendek informasi yang tidak penting. Karena itulah logonya burung (Larry the Bird) yang melambangkan kebebasan, harapan, dan penyebaran informasi yang cepat atau secara simbolis suka “berceloteh” atau “berkicau”. Dulu orang buka Twitter untuk melepaskan apa yang ada di pikiran saat itu. Seperti curhat, opini mendadak, lelucon, berbagi momen sehari-hari, atau sekadar ikut tren. Banyak tweet berupa satu kalimat pendek, witty one-liner, atau rant emosional tanpa rencana. Dulu tidak ada tekanan untuk “membuat konten” yang optimal. Jarang yang mikir “ini harus viral”, “harus ada hook”, atau “bagaimana supaya dapat bayaran”. Fokus utamanya adalah ekspresi diri dan percakapan ringan dengan teman atau komunitas. Makanya banyak yang bilang Twitter dulu terasa lebih “manusiawi” dan autentik karena orang tidak terlalu berstrategi. Creator profesional memang sudah ada, tapi mayoritas pengguna biasa hanya pakai sebagai sosial utility, seperti SMS massal atau ruang ngobrol publik. Dulu feed penuh celotehan acak, diskusi yang dalam, kadang konyol, tapi secara keseluruhan lebih casual dan kurang “dipoles”. Setelah Elon Musk memperkenalkan monetisasi (mulai Juli 2023), perilaku pengguna berubah drastis, terutama mereka yang ingin dapat uang. Twitter/X jadi tempat mencari penghasilan, bukan hanya tempat berceloteh. Banyak orang mulai “berpikir seperti content creator”. Mikir hook di awal tweet supaya orang berhenti scroll. Membuat thread panjang (long-form) karena lebih berpeluang dapat impresi. Sering pakai gambar/video, emoji, atau teknik engagement farming (mancing balasan, pertanyaan retoris, polling, dll). Beberapa bahkan sengaja memicu kontroversi atau topik viral agar balasannya banyak. Yang tadinya hanya curhat biasa, sekarang banyak yang hitung-hitungan, “Berapa views? Berapa engagement dari user Premium? Akibatnya muncul engagement farming, clickbait, akun aggregator (yang repost konten orang lain), dan konten yang lebih “diproduksi” ketimbang “dilepaskan dari pikiran”. Makanya pengguna casual yang tidak ikut monetisasi sering merasa feed jadi lebih “berisik” atau kurang autentik. Banyak yang bilang “dulu lebih fun, sekarang semua orang jualan atau cari duit”. Bagaimana menurutmu? Lebih suka era “berkicau” atau “ngonten”?
Dayat Piliang (;)@dayatpiliang

Apakah kalian merasa Twitter/X ini tidak seramai awal-awal waktu semua punya semangat saling follow? Jelas. Pengguna centang biru yang semangat waktu itu sudah berada di fase jenuh. Kenapa? Karena tujuannya bukan untuk seru-seruan, tapi mengejar angka-angka. Iya, kita semua mengejar uang di sini, tapi harusnya bukan itu yang jadi fokus utama. Cobalah ubah mindset kalau tempat ini adalah taman bermain untuk kita menumpahkan apa yang benar-benar ingin kita bagikan ke orang-orang; entah itu edukasi, sharing kuliner, cara kita menjalani hidup, atau sekadar untuk bersenang-senang tanpa beban. Jenuh itu berasal karena kita terlalu fokus mengejar angka-angka yang harusnya itu adalah laporan data dari apa yang sudah kita lakukan di platform ini. Mengejar angka membuat kita menghalalkan segala cara dan lupa esensi bermain sosial media. Semakin kita mengejar angka, kita menjadi tidak organik dan tidak natural. Dampaknya? Kiamat internet karena semua konten yang dibagikan terasa palsu karena kita menghalalkan segala cara demi sebuah engagement yang mungkin buat kita kecewa karena merasa sudah keras bekerja tapi hasilnya tak sesuai dengan maunya kita. Bersenang-senanglah, berbahagialah.

Indonesia
18
35
86
10.5K
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
Percaya pada diri sendiri deeeh
Campaka, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
5
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
Emang ga bisa diandelin dah
Campaka, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
4
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
Ya sama aja sebelah juga ga bisa diharepin
Campaka, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
4
Muhammad Addy A
Muhammad Addy A@addytulank·
Ya susah berharap pada burung
Campaka, Indonesia 🇮🇩 Indonesia
0
0
0
8
Muhammad Addy A retweetledi
Aries.Harri
Aries.Harri@jauhari_aries·
Jujur, menjadi bapak-bapak usia 40-an yang harus bersikap "tega" ke anak sendiri itu menguras mental. Apalagi kalau berhadapan dengan anak perempuan umur 6 tahun yang lagi jago-jagonya negosiasi. Kadang rasanya pengen menyerah saja. Mengiyakan apa yang dia mau supaya rumah tenang, dan saya bisa duduk sebentar nyeruput kopi hitam tanpa dengar suara rengekan. Istri saya adalah seorang perawat NICU. Setiap hari dia merawat bayi-bayi prematur yang butuh presisi dan kedisiplinan tingkat tinggi. Jadi buat dia, urusan rutinitas anak di rumah—jadwal tidur, jam belajar, dan batas waktu main gadget—adalah hal mutlak. Kalau istri lagi dapat shift jaga malam, otomatis sayalah sang "Panglima Tempur" yang harus menegakkan semua aturan itu sendirian. Tiap jam 8 malam, dramanya sering mengalahkan sinetron. "Yah, 5 menit lagi ya YouTube-nya!" "Yah, aku belum ngantuk, mau main block sebentar lagi!" Mendengar dia menangis karena iPad-nya saya tarik, batin ini rasanya perang. Saya sempat mikir, "Apa saya terlalu keras ya sama anak sendiri?" Tapi kemudian saya menemukan grafik dari Family Studies di bawah ini. Rasanya seperti ditampar, sekaligus dipeluk. Di grafik itu ada satu temuan yang sangat valid, Stricter parenting is harder. Menetapkan aturan yang ketat itu memang bikin orang tua lebih pusing, capek, dan stress (lihat bar warna krem). Jauh lebih gampang ngasih anak HP supaya mereka diam. TAPI, coba perhatikan bar warna biru dan abu-abunya. Ternyata, aturan yang bikin kita capek itu—seperti menetapkan jam tidur yang ketat (strict bedtime) dan membatasi gadget (screen time limits)—justru meningkatkan kualitas hubungan orang tua dan anak secara drastis. Dan hebatnya lagi, ini bukan cuma klaim dari kacamata kita sebagai orang tua, tapi anak-anak juga merasakannya! Pantas saja. Walaupun semalam dia menangis tersedu-sedu karena saya suruh berhenti nonton dan masuk kamar, pagi ini dia bangun dengan sangat segar. Tiba-tiba dia lari, memeluk kaki saya dari belakang pas saya lagi menyeduh kopi di dapur, sambil menyengir lebar, "Ayah, ayo temenin adek main Lego!" Tidak ada dendam. Yang ada hanya anak yang merasa aman, karena dia tahu kapan batasnya, kapan dia harus berhenti, dan kapan dia harus istirahat. Ternyata anak-anak kita butuh ketegasan untuk merasa diperhatikan. Capeknya berdebat tiap malam dan menahan rasa "nggak tegaan" itu adalah investasi jangka panjang untuk kedekatan kita dengan mereka di masa depan. Bismillah. Mari kuat-kuatkan mental jadi orang tua yang tega demi kebaikan mereka sendiri. 💪 Bagaimana dengan Bapak/Ibu di sini? Ada yang sering perang batin juga setiap menyuruh anak tidur atau menarik gadget dari tangan mereka? Apa trik kalian supaya tetap waras menghadapi fasenya?
Aries.Harri tweet media
Indonesia
37
501
1.4K
41.9K
Muhammad Addy A retweetledi
Media Sabtu Minggu
Media Sabtu Minggu@mesatu_·
Pengusaha (APINDO) bilang kondisi ketenagakerjaan Indonesia masuk lampu kuning. Tiap tahun ada 3,5 juta pencari kerja baru. Sayang, setiap 1% pertumbuhan ekonomi cuma bisa menyerap 200-400 ribu pekerja. Kalau ekonomi Indonesia tumbuh 5%, berarti cuma terserap 2 juta orang. Sekitar 1,5 juta sisanya geser ke sektor informal, bahkan jadi pengangguran. “Kalau tidak padat karya, lebih banyak padat modalnya, mungkin 200 ribu. Mungkin hanya 100 ribu (penyerapan TK setiap 1% PE),” kata Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO Bob Azam dalam Rapat Panja di Komisi IX DPR RI, Selasa (14/4). Bahkan, APINDO mencatat pekerja informal di Indonesia sudah lebih dari 60 persen. Ini berarti sedikit sekali buruh alias karyawan di sektor formal. Cunggg yang masih nganggur? Share dong tantangan kalian dalam mencari kerja di Indonesia.
Media Sabtu Minggu tweet mediaMedia Sabtu Minggu tweet media
Indonesia
66
1.3K
2.5K
285.6K
BP™
BP™@BangPino__·
Definisi udah salah tapi ngeyel bapak ini 🤔🤔
Indonesia
634
552
3K
476.2K