bel retweetledi
bel
777 posts

bel retweetledi

🚨 PERINGATAN DARURAT PENDIDIKAN🚨
Pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ketimpangan akses, kesejahteraan guru yang belum layak, komersialisasi pendidikan, hingga kebijakan yang jauh dari keberpihakan pada rakyat kecil menjadi alarm serius bagi masa depan bangsa.
Lambang Tut Wuri Handayani seharusnya menjadi cahaya yang menuntun, bukan sekadar simbol tanpa keberpihakan. Jika pendidikan terus digelapkan oleh kepentingan, maka yang dipertaruhkan adalah satu generasi. Saatnya bersuara. Saatnya berpihak pada masa depan. #DaruratPendidikan
Indonesia
bel retweetledi

Banyak orang bawah selalu didokrin ‘nggak usah ikut-ikutan politik, siapa pun presidennya yang cari makan tetap kita sendiri.’
Mereka nggak pernah benar-benar dikasih tau, bahwa akses pendidikan, akses kesehatan, tempat tinggal, tanah, air, semuanya dipengaruhi politik. Dipengaruhi kebijakan politik.
Sampai suatu titik:
Mereka mau berobat, akses layanan kesehatannya udah dicabut. Anak mereka mau sekolah, biayanya ternyata makin tinggi, dan derita-derita lainnya.
Sialnya, siklusnya terus berulang.
Tidak banyak yang mau belajar.
Pemilu kembali tiba, kalimat doktrin awal diulang lagi, dan diamini lagi.
Indonesia
bel retweetledi

16 desa di Aceh masih gelap 🕯hampir 3 bulan pascabanjir. ⚡️Listrik di 16 desa di enam kabupaten di Aceh belum pulih hingga 7 Februari 2026, sekitar dua bulan setelah banjir. Perbaikan terhambat karena jalan ambles dan jembatan putus sehingga tim PLN sulit membawa tiang, kabel, dan material. Warga sementara mengandalkan generator dan lampu tenaga surya, namun harus membeli bahan bakar yang memberatkan ekonomi karena penghasilan hanya dari kerja proyek pemulihan. PLN menyatakan medan sangat berat tetapi pemulihan terus diupayakan secepatnya.
Indonesia
bel retweetledi

@tanyakanrl masih, tapiii tahun ini gatau beda aja lebih diem dan tidak expect apapun, tpi masih dikelilingi org org baik dan very grateful for tht 🥹🫶🏻
Indonesia
bel retweetledi
bel retweetledi

Maaf ya, izin posting dari BEM @UGMYogyakarta
—-
Ijin berkabar, Mas dan Mbak Alumni sekalian.
Hari ini BEM UGM surati UNICEF utk respons tragedi kemanusiaan di NTT. Seorang anak yang tak mampu beli buku dan pena seharga Rp10.000,- memilih bunuh diri di saat Negaranya merampas 223T anggaran pendidikan utk alokasi MBG dan menyumbang 16,7T untuk Bord of Peace bikinan Trump. Sungguh ironis.
Sudah habis kesabaran kami sebagai mahasiswa. Saatnya mengatakan bahwa Prabowo Subianto adalah Presiden bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar malah justru membodohi yang lain. Ajaibnya, orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibikin bodoh dan malah menjunjung kebodohan Presidennya.
6 FEB 2026
Tiyo Ardianto
Ketua BEM UGM

Indonesia
bel retweetledi













