Adi Pranata

316 posts

Adi Pranata

Adi Pranata

@adipranata___

Learning from people through places and food. *new account. lost my 2009 password*

Katılım Aralık 2025
323 Takip Edilen232 Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
Karena kebetulan kami lagi R&D produk baru, mau share sedikit info boleh ya. Jadi, belum banyak konsumen yg tau kalau 2 jenis sol sandal slides yg serupa tp tak sama dlm video ini bisa punya harga yg berbeda sekitar 2-3x lebih mahal. Mungkin banyak org yg berpendapat karena faktor nama "brand", tp ternyata gak selalu itu kok. Faktor lain itu biasanya krn penggunaan material yg lebih murah, ringan tp cepet gepeng. Ada jg yg pake bahan khusus dgn density tertentu yg ngaruh ke durability, lebih stabil, tp costnya lebih tinggi. Ada jg krn faktor proses produksi yg dari luar keliatan simple tp ada perbedaan antara molded biasa, injection tekanan tinggi, dan dual density construction. Faktor finishing dan detail kecil jg cukup berpengaruh. Tekstur anti-slip, rebound (balik bentuk setelah kena tekanan), presisi potongan, sampai feel di kaki. Masih ada faktor2 lain yg bikin harganya berbeda lumayan jauh dan membuat penilaian gak hanya sebatas ringan atau beratnya sol aja, tp saya share lain waktu karena bakal kepanjangan. Atau ada temen2 yg jg di industri serupa mau nambahin?
Indonesia
0
0
2
284
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@ggyarine Ngaruh. Makannya ada orgtua yg bela2in sekolahin anaknya di sekolah yg bagus dan relatif mahal. Selain kualitas pendidikannya yg relatif lebih ok, sekalian "beli" lingkungan yg ngebentuk pola pikir dan networking.
Indonesia
0
0
0
23
rin
rin@ggyarine·
menurut kalian lingkungan itu berpengaruh ga sama mindset kita?
Indonesia
335
57
886
44.8K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@cocoelonmusk Saya suka keduanya. Tp kalau lagi perlu yg satset dihidangin, pilih nasi padang.
Indonesia
0
0
0
8
Mystery
Mystery@cocoelonmusk·
Singkat aja kalian prefer lebih suka nasi Padang atau makanan Aceh?? Kalo aku prefer ke Aceh sih soalnya harga nya murah dan lebih enak menurut ku.
Indonesia
21
0
15
365
tyh
tyh@changaaa13·
JARUM PENTUL SM PIN MAGNET KENAPA SUKA ILANG?! PADAHAL DIMAKAN JUGA NGGAKKKK
Indonesia
44
1
42
4K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@karirfess Kalau saya pilih yg kanan supaya setiap divisi bisa lebih fokus dan mengurangi resiko distraksi.
Indonesia
0
0
0
703
Kr
Kr@karirfess·
anggap aja kalian CEO.. lagi ada rencana bikin kantor baru. kalian bakal pilih yg mana?👇 alasannya apa?
Kr tweet media
Indonesia
312
58
1.5K
556.5K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@hanan052020 Pendiri Universitas pertama di dunia jg wanita, Kak. Bener kan @grok? Siapa dan dari mana asalnya?
Indonesia
2
1
16
1.8K
Abu Hanan
Abu Hanan@hanan052020·
Karena patokan lu barat sih, dulu gelap dengan jaman dark ages nya.. Sebaliknya, Islam tdk demikian. Sebutlah Zubaidah binti Ja'far (w. 831 M), dikenal dengan karya infrastrukturnya, termasuk membangun saluran air untuk peziarah di Mekah. Mundur lagi ke belakang, ada tabi'in perempuan terkemuka, Imam Malik meriwayatkan hadits darinya, Ayahnya Sahabat Nabi SAW terkemuka, yakni Sa'ad bin Abi Waqqas. Perempuan tsb adalah Aisyah binti Sa'ad bin Abi Waqqas, seorang perempuan ahli fikih/hadis terpercaya dari Madinah.
7Dream Forever@nanadream00

Eh perempuan baru bisa akses pendidikan formal itu baru abad 20 awal dan lu kaget yg megang nobel mostly cowok. Nah sekarang lu liat statistik gender mana yg mendominasi pendidikan formal sekarang

Indonesia
16
130
557
21.8K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@ridhoharryazhar Sorry mas, barangkali saya yg kelewat infonya. Mau tanya terkait toko oren yg ngasih data customer/database yg rapi, bisa kita download di bagian mana ya? Karena seinget saya per Agustus 2022 ada kebijakan platform oren sensor nama dan nomor hp pembeli. Thank you.
Indonesia
0
0
0
11
Ridho Azhar
Ridho Azhar@ridhoharryazhar·
Nggak ngotak? Oke, yang ngotaknya itu angka berapa? Dan “nggak ngotak” ini dilihat dari sisi seller aja, atau udah sekalian mempertimbangkan dari sisi platform? Kalau selama ini fee cuma dihitung per resi, bukan per barang, itu bukan berarti fee-nya nggak ada. Artinya selama ini ditahan atau disubsidi. Sekarang pertanyaannya: kalau mau fair, kenapa yang dibahas cuma cost tapi benefit-nya nggak pernah dilisting? Platform itu ngasih • traffic (organik & ads), • infrastruktur sistem, • payment system, • program marketing, • bahkan sampai data customer yang rapi. Di era sekarang, kamu bisa jualan tanpa • sewa tempat, • renovasi, • gaji penjaga toko, • atau bikin sistem dari nol. Bahkan ada affiliator yang siap bantu jualin produk kamu, tanpa kamu rekrut, tanpa kamu gaji. Itu semua ada cost-nya. Dan selama ini, banyak yang nggak kelihatan karena disubsidi. Contoh paling simpel gratis ongkir. Kalau dari awal itu disubsidi platform, lalu sekarang mulai dikurangi, itu bukan “tiba-tiba jahat”. Itu artinya model lama memang nggak sehat untuk dipertahankan terus. Dan yang paling diuntungkan dari gratis ongkir itu siapa? Customer kamu juga. Jadi mungkin pertanyaannya bukan, “kenapa fee makin mahal?” Tapi “model bisnis mana yang sebenarnya sustainable, buat seller, platform, dan market secara keseluruhan?” Terus kalau fee-nya sudah terlanjur naik, gimana? Kalau masih mau main di platform, berarti harus mulai mikir pricing strategy, bukan cuma pricing angka. Dulu di tempat aku kerja, kita bahkan pakai sampai 6 layer harga: • harga normal terendah • harga normal setelah komisi • harga sebelum coret • harga coret (anchor) • harga flash sale tanggal kembar • harga flash sale akhir bulan Artinya apa? Harga itu bukan cuma “berapa jual” tapi bagian dari strategi. Kalau tetap pakai pola lama di environment yang sudah berubah, ya pasti kerasa makin berat. Otherwise, kalau memang nggak setuju sama modelnya, opsinya jelas bangun channel sendiri, atau pindah platform yang lebih sesuai. Tapi selama masih main di dalam sistemnya, ya berarti kita juga harus main dengan cara yang lebih strategis.
100 Juta Pertama@txtfromkeuangan

Ini bener pake banget. Platform fee toko online kayak Sopi sama Tiktok biayanya makin naek ga ngotak. Bahkan per bulan Juni, ga cuman naikin platform fee, ada tambahan fee per barang, ga per resi lagi. Kenapa ya toko online makin kesini maki berani naikin fee?

Indonesia
1
0
5
271
agil triatmoko
agil triatmoko@AgilTriatm64429·
Ini udah pada pindah ke threads ya orang-orang?
Indonesia
114
4
90
9.4K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@Aiamjayboy Hey @grok, did Strange intentionally hold back when he fought Thanos one-on-one in Infinity War?
English
1
0
2
3.3K
iam_jayboy 𝕏 ❄️
iam_jayboy 𝕏 ❄️@Aiamjayboy·
The moment Thanos realized Doctor Strange is not a normal human 👇
English
79
307
9K
869.9K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@grockacw Esia Hidayah, Aiwa, Konka, Vertu, Siemens, JVC, Ericsson.
Suomi
2
0
1
1.9K
Lusiana🍑
Lusiana🍑@grockacw·
Kelahiran 80 - 90 an pasti bisa jawab 😁
Lusiana🍑 tweet media
Indonesia
1.5K
23
390
186.7K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@AdriRM33 Oh sure, what was he supposed to do? Stand at attention and salute him like it’s a military ceremony?
English
0
0
0
225
(fan) REAL MADRID FANS 🤍
Las risas de Álvaro Carreras cuando ve a Fran García salir. Que poco profesional 🤢
Español
173
341
5.4K
1.7M
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@JukiHoki Bagian upload selfie sm ktpnya apa gak berbahaya nih, Juk? Khawatirnya ada netizen kurang wawasan 😅
Indonesia
0
0
0
9.8K
Si Juki
Si Juki@JukiHoki·
Kalian hafal nomor NIK sendiri gak? Coba ketik tanpa lihat sambil upload foto selfie sama KTP buat dicocokin
Indonesia
200
87
4K
814.3K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@eresteuuve Temen kuliah saya, orgnya baik dan memang beneran kocak kak. Tipe orang yg bisa cairin suasana banget.
Indonesia
1
0
53
20.2K
eres
eres@eresteuuve·
Seller kain kafan yg dlu viral di tiktok skrg merambah ke threads, reaksi komennya kocak2 😭 Jd penasaran harga kain kafan mereka tuh brp sih, akhirnya kubuka tokonya Dan tau gak, ternyata gong bgt??!
eres tweet media
Indonesia
13
113
2.4K
176.1K
Iyang April
Iyang April@Iyangapril_·
Rekomendasi nomor seat di bis yang ga bikin pusing dong, aku mau naik bis 🙏🏻
Iyang April tweet media
Indonesia
223
5
82
28.6K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@tantesyofi Tahu bulat kalau ngebut jadinya bukan digoreng dadakan, tapi digoreng drag-dragan.
Indonesia
1
0
0
15
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@rasjawa Ada kampus punya jurusan Planologi tapi kotanya seperti gak terencana dgn mateng. Masuk gak kang?
Indonesia
1
2
14
46.6K
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
Saya punya kenalan dan cerita versi umkm: Beliau usaha tas dan dompet (punya bbrp merk). Omzet per bulannya bisa di atas 10M. Social media dan ads digital? Gak main. Dulu, cara jualan dia kerjasama dgn reseller. Begitu masuk era marketplace bakar uang, beliau tergiur dan cut semua resellernya demi margin yg lebih besar. Sekarang, penjualannya drop banget. Moral of the story: Don’t be greedy. Resellers are part of the team as well. They help keep the business running. Cutting them off might also cut off their income.
Strategi + Bisnis@Strategi_Bisnis

Nike Downfall Harga saham Nike hancur 66% dlm 5 tahun terakhir, di saat brand spt Hoka dan On Cloud makin on fire. What went wrong? Strategi Nike yg memutuskan total 100% berpindah jualan secara digital (demi menjadi direct to consumer brand atau DTC Brand) barangkali merupakan salah satu blunder paling fatal dalam sejarah bisnis modern. Jadi begini. Di era pendemi, CEO baru Nike (yg mantan ceo eBay dengan digital mindset kuat) dengan gagah berani memutuskan agar Nike full jualan secara digital. Cut hubugan dg retailer besar poffline spt Foot Loker dkk. Hentikan jualan via distributor offline. Sebuah keputusan bisnis yg amat “heroik”. Di saat pandemi, strategi itu memang lumayan sukses datangkan penjualan. Selain itu, dengan menjadi DTC, Nike berharap bisa : 1) dapatkan margin yg lebih besar sebab tak ada lagi middleman 2) bisa bangun relasi lebih intim dengan para pelanggannya. Namun saat pandemi berakhir, dan jutaan konsumen kembali berdatangan ke mall offline; Nike tetap memutuskan jualan full via channel digital. Ogah jualan via retailer offline lagi. Blunder strategi itu memunculkan beragam efek yg amat fatal : - Space kosong yg ditingalkan Nike segera dengan sukacita diisi oleh band lain (brand baru seperti Hoka dan On spt mendapatkan durian runtuh karena sekarang punya space kosong di banyak shoes retailer). >>> Ingat : dalm dunia retail, space jualan di gera-gerai offline itu harta karun yg amat mahal harganya. Retailer hanya mau tampilkan brand bagus di posisi paling strategis. Brand kurang bagus cukup ada di pojokan kecil. (makanya banyak brand FMCG yg berani kasi fee besar kpd Indomart agar produknya muncul di lokasi paling depan dan menonjol). - Keputusan Nike meninggalkan space di retailer offline itu literally ibarat harta karunnya ditinggal begitu saja, dan diberikan kepada brand pesaing lainnya. Fatal mistake. - Dampak lain dari blunder itu adalah : Nike spt membuang begitu saja aset marketing yg paling berharga. Jadi begini. Menampilkan aneka sneaker + poster di retailer offline itu sejatinya adalah iklan gratis Nike bagi jutaan konsumen yg tiap bulan datang ke gerai tsb. - Bayangkan saat jutaan orang data ke Foot Looker dan tidak menemukan satupun poster dan produk Nike. Lama-lama mereka lupa dengan Nike. Brand awaraness Nike pelahan runtuh. Dan yang paling fatal : jutaan konsumen itu lalu akan coba tengok brand lain pesaingnya. Keputusan Nike untuk menjadi DTC itu juga ciptakan problem stock menumpuk. Selama ini Nike tak pernah pusing mikirin hal ini. Sebab semua stock dilempar ke retailer2 besar. Kini ketika Nike jualan sendiri, problem logistik ini membuat mereka kehilangan banyak biaya. Jualan secara direct to consumer ternyata bukannya untung, malah buntung. Banyak biaya logistik yg kudu dikeluarkan. Blunder strategi spt itulah yang bikin kenapa penjualan Nike stagnan, dan bahkan tahun lalu penjualan anjlok 10%. Persis di saat brand lain spt Hoka dan On Cloud makin melesat penjualannya. Moral of story : Ternyata kejatuhan bisnis itu bukan karena SDM jelek atau R n D buruk. Nike punya SDM dan RnD terbaik di industrinya. Modalnya melimpah. Teknologi paling top. Budget iklan tak terkalahkan. Spt Nokia dan Kodak, kejatuhan Nike ini benar-benar karena “KESALAHAN STRATEGI”. Makanya dewa strategi Michael Porter pernah menulis : strategy is everything. Begitu company Anda salah mengambil strategi, maka kehancuran biasanya akan segera menyusul. Omong2 apa brand sneakers Anda gaes? Kalau saya lebih suka beli Adidas. Belum mau pindah pakai Skecher, Hoka, atau On. 😊

Indonesia
0
0
0
35
Adi Pranata
Adi Pranata@adipranata___·
@MARKOCHAIN_ Mungkin udah pada pasrah, cari hiburan, ada positifnya spend uang buat muterin roda ekonomi. Biasanya, nongkrong ngobrol sambil adu nasib jg.
Indonesia
0
0
0
108
MARKOCHAIN
MARKOCHAIN@MARKOCHAIN_·
kenapa ya orang indonesia pada senang banget nongkrong ngopi dan ngabisin duit.. padahal rupiah terhadap dollar terus melemah!
MARKOCHAIN tweet media
Indonesia
952
350
6K
785K