Aditya Siregar

10.2K posts

Aditya Siregar banner
Aditya Siregar

Aditya Siregar

@adityabss

IT Manager, Tolibul 'ilmi, Aikido practicioner

Yogyakarta, Indonesia Katılım Ocak 2010
630 Takip Edilen1.6K Takipçiler
Aditya Siregar retweetledi
Amrullah Akadhinta
Amrullah Akadhinta@AmrullahAK·
Kalo haji plus sama Awina, tenda lempar jumrah nya dekat, hanya beberapa ratus méter. Insya Allah kami juga ikut membimbing. FYI: lempar jumrah ini jalan kaki paling panjang dalam ibadah haji. Bisa belasan kilometer utk haji reguler. Informasi: 089646749969
Amrullah Akadhinta tweet media
Indonesia
1
3
13
348
Aditya Siregar retweetledi
zaada
zaada@zaada92·
Sufyan at-Tsauri adalah orang yang sangat sering menangis dan merasa gelisah. Lalu ada yang berkata kepadanya, “Wahai Abu Abdillah, berharaplah kepada Allah. Sesungguhnya, ampunan Allah jauh lebih besar daripada dosa-dosamu.” Maka beliau menjawab, “Apakah kalian mengira aku menangis karena dosa-dosaku? Padahal, seandainya aku tahu bahwa kematianku membawa tauhid, meskipun kesalahanku sebesar gunung, aku tidak akan peduli.”
zaada tweet media
Indonesia
2
39
241
7.9K
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
@zaada92 Kisah ini juga mengandung teladan : patuhnya rakyat pada penguasanya serta jauhnya keinginan dari menjatuhkan kehormatannya.
Indonesia
1
0
1
91
zaada
zaada@zaada92·
Di balik humornya, kisah ini menyimpan sindiran yang tajam: penguasa sering mengatakan ingin mendengar kejujuran, tetapi tidak selalu siap menerima kenyataan yang tidak menyenangkan. Padahal, kejujuran rakyat kepada penguasa adalah salah satu bentuk penjagaan bagi kekuasaan itu sendiri. Sebab, ketika orang-orang takut berkata benar, yang tersisa di sekitar penguasa hanyalah pujian, pencitraan, dan kebohongan yang membuatnya semakin jauh dari realitas. Dan mungkin itulah salah satu alasan para ulama dahulu menganggap keberanian berkata jujur di hadapan penguasa sebagai bagian dari kemuliaan. Sebab, sebuah negeri tidak hancur hanya karena pemimpin yang salah, tetapi juga karena orang-orang di sekitarnya terlalu takut untuk berkata benar.
Indonesia
3
6
22
1.1K
zaada
zaada@zaada92·
Kejujuran Badui di Hadapan Penguasa Berujung Penjara Alkisah: seorang badui pernah menghadapi seorang khalifah yang merasa dirinya unggul dalam kesastraan. Khalifah pun berkata, “Apakah engkau ingin mendengar syair-syairku?” Badui itu menjawab, “Ya.” Lalu khalifah membacakan syair yang panjang dan melelahkan. Setelah selesai, ia bertanya, “Bagaimana menurutmu?” Badui itu menjawab dengan jujur, “Tidak ada nilainya.” (Jelek aja belum, mungkin itu maksud badui 😆) Mendengar itu, khalifah pun marah dan memerintahkan agar ia dipenjara di kandang kuda dan keledai. Badui itu pun tinggal di sana selama sebulan. Beberapa waktu kemudian, ia dikeluarkan. Pada suatu hari, khalifah pun kembali membacakan syairnya. Ketika selesai, badui itu langsung berdiri dan hendak pergi. Khalifah pun bertanya, “Ke mana engkau pergi, wahai badui?” Ia menjawab, “Aku menuju kandang, wahai Amirul Mukminin.” 🤣🤣🤣
zaada tweet media
Indonesia
8
32
136
5.5K
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
@BruceEmond Jakarta Post? Dulu saya sering lewat situ kalau mau ke dojo Rawa Belong buat olahraga aikido
Indonesia
0
0
1
1.2K
Bruce Emond
Bruce Emond@BruceEmond·
Pada tanggal 14 May, 1998, saya masih nginap di kantor wilayah Palmerah karena tidak bisa pulang ke kos di Jl. Tiong, daerah Jakarta Pusat. Tidur di bawah meja kerja & mandi di WC sana. Kepala bagian HRD ke luar cari nasgor untuk karyawan, habis beberapa hari ada yang pulang ke rumah. Beliau juga cukur rambut, bersyukur OrBa lengser. Hampir 3 dekade berlalu ... (foto thn 1993 di kantor media berbahasa Inggris)
Bruce Emond tweet media
Indonesia
48
173
974
57.5K
Aditya Siregar retweetledi
txt keabsurdan wni
txt keabsurdan wni@txtharihariWNI·
gue mau cerita sesuatu yang kejadian siang tadi. hal kecil. tapi bikin gue nangis di dapur sendirian. dari tadi gue laper. cemilan habis. males keluar. terus gue denger suara dari luar. sayup-sayup. kayak orang jualan sesuatu tapi nggak jelas jualannya apa. kepo. gue tungguin dari balik jendela. beberapa menit kemudian lewatlah seorang kakek. kira-kira 65 tahunan. bawa dagangan roti. gue panggil. kakeknya nyebut rasa satu-satu. gue pilih coklat keju. bayar. selesai. gue balik masuk rumah. pintu belum sempet gue tutup. dan tiba-tiba kakeknya bilang sesuatu yang bikin gue berbalik. "Mbak maaf... punya nasi putih nggak? Boleh minta sedikit? Saya sakit perut dari pagi belum makan." tangannya gemetar waktu ngomong itu. gue berdiri sebentar. tenggorokan gue langsung berasa penuh. tanpa banyak mikir gue langsung ke dapur. ambilin nasi. ambil lauk yang ada. sambal. beliin minum air putih. gue taruh semuanya di depan kakeknya. dan dia makan. lahap banget. gue berdiri di situ nggak bisa ngomong apa-apa. nggak lama suami gue pulang. dia liat ada kakek duduk di depan rumah kami. "Itu siapa?" gue ceritain semuanya. suami gue diam sebentar. matanya merah. dia mewek. laki-laki ini yang susah banget nangis, mewek di depan gue gara-gara cerita kakek jualan roti. gue malah jadi ikutan nangis. suami gue keluar. ngobrol sama kakeknya. nanya-nanya pelan. dan ini yang bikin gue makin nggak kuat. kakek itu baru dua minggu merantau ke sini. jauh banget dari kampung halamannya di Jawa. beliau nebeng ngekos sama temannya. nekat berangkat karena di Jawa jualannya nggak pernah laku, dan nggak ada yang mau ngurus beliau di sana. sendirian. di kota orang. umur segitu. jualan roti keliling. waktu kakeknya mau pamit lanjut jualan, suami gue inisiatif kasih uang pegangan. kakeknya nolak. "Nggak usah, nggak usah." suami gue maksa pelan-pelan. kakeknya tetap nolak. terus kakeknya bilang satu hal yang bikin gue langsung masuk kamar buat nahan nangis: "Kalau mau bantu, boleh minta baju bekas aja yang sudah nggak dipakai. Baju saya cuma ini." yang dipakainya keliatan lusuh. kusut. kayak udah lama banget nemenin beliau kemana-mana. gue bongkar lemari suami. cariin baju yang masih layak. pilih beberapa. dan uang yang tadi ditolak kakeknya, gue selipkan diam-diam di dalam lipatan bajunya. biar nggak bisa dikembaliin. kakeknya pamit. gue berdiri di pintu nonton beliau jalan pelan-pelan sambil bawa dagangannya lagi. dan gue mikir: mungkin memang Allah yang bikin gue kepo sama suara jualan itu tadi. mungkin memang bukan kebetulan gue lagi di jendela pas kakeknya lewat. mungkin memang siang itu kakeknya harus makan dulu sebelum lanjut jalan. gue nulis ini bukan buat pamer kebaikan. gue nulis ini karena gue malu sama diri gue sendiri yang tadi lagi rebahan sambil ngeluh nggak ada cemilan. sementara di luar, ada kakek yang jualan dari pagi dengan perut kosong dan tangan gemetar. semoga dagangan kakek laris. semoga beliau sehat terus. semoga beliau nggak pernah kelaparan lagi. aamiin. 🤲
Indonesia
337
2.3K
10.1K
168K
Aditya Siregar retweetledi
Amrullah Akadhinta
Amrullah Akadhinta@AmrullahAK·
Yang mau konsultasi Qurban lewat teman2 @cs_peduli silakan. Bisa layangkan pertanyaan melalui WA ke No: 081330280427. #cintasedekah
Amrullah Akadhinta tweet media
Indonesia
0
1
2
141
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
Kesimpulannya sama persis dengan hadits Nabi , bahwa beliau tidak akan memberi jabatan pada orang yang berambisi. Mungkin ini alasannya 👇
Ancient History Hub@AncientHistorry

In 458 BC, Rome was on the brink of collapse. An invading army had trapped the Roman consul and his legion in a mountain pass. Panic spread through the city. The Senate did the only thing they could think of: They sent messengers to find a 60-year-old farmer plowing his field. His name was Lucius Quinctius Cincinnatus. He had once been a senator, then lost his fortune paying his son's bail. Now he worked his own four-acre plot just to feed his family. When the Senate's envoys arrived, they found him sweating behind a plow. They asked him to put on his toga so they could deliver an official message. The message: Rome was making him dictator. Absolute power. Total command of the army. No checks. No oversight. No term limit. He accepted. Within 16 days, Cincinnatus had raised an army, marched out, surrounded the enemy, and forced their surrender. The republic was saved. He had legal authority to rule for six months. He could have stayed. He could have expanded his power. He could have done what every other ruler in human history did when handed unlimited control. Instead, he resigned on day 16. He took off the toga, walked back to his farm, and finished plowing the field he'd left half-done. Twenty years later, when Rome faced another crisis, they called him back. He was 80 years old. He took command, crushed the conspiracy, and resigned again, this time after just 21 days. He died poor. On his farm. 2,200 years later, when George Washington was offered a kingship after winning the American Revolution, he refused and went home to Mount Vernon. The reason he was hailed as "the American Cincinnatus" is because Europeans literally could not believe a man who had won would willingly give up power. King George III, on hearing Washington would resign rather than rule, said: "If he does that, he will be the greatest man in the world." The lesson isn't that Cincinnatus was humble. The lesson is that for most of human history, the people most qualified to lead were the ones who didn't want to. And the moment a society starts rewarding those who chase power instead of those who flee from it is the moment the republic begins to die. Cincinnati, Ohio is named after him. Most people who live there have no idea why.

Indonesia
0
0
1
77
Aditya Siregar retweetledi
Amrullah Akadhinta
Amrullah Akadhinta@AmrullahAK·
Alhamdulillah, di antara penerima manfaat program bantuan pelunasan BPJS oleh teman2 @cs_peduli . Tafadal yg mau ikutan.
Amrullah Akadhinta tweet media
Indonesia
0
4
12
261
Aditya Siregar retweetledi
Amrullah Akadhinta
Amrullah Akadhinta@AmrullahAK·
# Ibadah orang2 yg diberi kemampuan di hari2 ini: banyak sedekah. # Ibadah orang2 yg diberi ujian di hari2 ini: bersabar & berdoa. # Jika semua beribadah dgn baik pada Allah: dengan izinNya, Allah berikan jalan keluar.
Amrullah Akadhinta tweet media
Indonesia
0
13
47
731
Aditya Siregar retweetledi
Amrullah Akadhinta
Amrullah Akadhinta@AmrullahAK·
Dengan Rp150.000, insya Allah sudah menghadirkan 10 kg beras untuk satu penerima manfaat. • Untuk pengajar Al-Qur’an • Untuk takmir masjid • Untuk Muslim/muslimah yang ekonominya lemah Tafadal yg mau ikutan sedekah beras bareng #cintasedekah
Amrullah Akadhinta tweet media
Indonesia
0
5
8
330
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
Jadi ingat wkt hajian lalu satu grup sama profesor teknik geologi ugm.. tiap lewat gunung batu makkah - madinah selalu cerita detail : Ini batu apa Kapan terbentuknya Dlsb... Smg Allah menjaga pak Prof
Archaeo - Histories@archeohistories

Road in Oman cuts through mountains ... 🇴🇲 This type of highway in Oman cuts through the rugged Hajar Mountains, one of the most geologically complex regions in the Arabian Peninsula. To build roads like this, engineers must carve directly through solid rock, creating stepped cuttings along the slopes. These terraces are not just aesthetic, they help stabilize the mountainside, reducing the risk of rockfalls and erosion in an environment prone to extreme heat and occasional flash flooding. Modern Omani highways are designed for both durability and speed, with multi-lane carriageways capable of handling long-distance transport across difficult terrain. Many of these projects were developed as part of Oman’s infrastructure expansion in the late 20th and early 21st centuries, connecting coastal cities like Muscat to interior regions that were once accessible only by rough tracks. Despite the harsh conditions, these roads maintain high safety standards, including drainage systems, reinforced slopes, and wide turning radii to accommodate high-speed travel through mountainous areas. Some mountain roads in Oman experience temperature swings of over 30°F (17°C) in a single day, requiring specialized asphalt mixes that can expand and contract without cracking. © Reddit #archaeohistories

Indonesia
0
0
0
201
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
Alhamdulillaah last minute anak kedua selesai puasa syawwal ❤️
Indonesia
0
0
1
62
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
Bahkan jika kita duduk di majlis Syaikh Sulaiman Ar Ruhayli di masjid Nabawi, tetap yang kita pinta adalah Allah azza wa jalla agar menjadikan lisan Syaikh / Ustadz sebagai wasilah kita menerima petunjukNya.
Indonesia
0
1
1
81
Aditya Siregar retweetledi
Ihsan Ullah Khan 🇵🇰
Ihsan Ullah Khan 🇵🇰@IamIhsanMarwat·
والد کے کندھے پر بیٹھ کر روضہ رسولﷺ پر خوبصورت انداز میں سلام پیش کرنے والے یمنی بچہ پوری دنیا میں وائرل امام کعبہ نے ملاقات کیلئے بلایا۔
اردو
120
3.7K
23.1K
458K
Aditya Siregar
Aditya Siregar@adityabss·
Jika bingung dalam beragama, pahami saja kaidah simplenya : "Jika ada perintah, laksanakan semampunya. Jika ada larangan، jauhi sejauh-jauhnya."
Indonesia
0
2
3
100