@tanyarlfes@shadowvalee Hidup seperti itu kalo di desa terus pegunungan gitu yg masih banyak sawahnya seger loh gak mikir sosmed, lihat bebek jalan di sawah udah bikin happy 😁
yaallah pengeluaran bulan wingi😭 padahal pemasukan hasil kerja cmn 2jt, bener bener kalkulator tuhan gaiso masuk nde akal manusia, Allah bersama gen z bener2 nyata -rek 🙏🏻
@hainiputr@sbyfess Makanya kembali ke diri masing²
Realita hidup di kota, kadang kita belum/gak butuh tapi karena teman² kerja pada beli alhasil ikutan beli tapi ujungnya barang yg dibeli nganggur di kontrakan/rumah
@adityanstr@sbyfess Good for you kak, tapi alangkah baiknya gak ngejudge sender, siapa tahu emang duitnya habis untuk memenuhi kebutuhan pokok yang makin hari makin naik belum kali kebutuhan dadakan. Pls be kind
@tanyarlfes NGOMONG GAK MOOD TERUS YG LAKI MAU NGAJAK KETEMU MAKAN BARENG BUAT KONFIRMASI DULU SOALNYA DIRIMU NGOMONG GA MOOD TERUS SEKARANG NGOMONG KAYAK GITU, CUK TENAN
Wajar ngga sih aku kesel? Sebelumnya aku udh bilang ga kmna2 dia malah nanya bgtu, trs aku jawab “ga” balesan dia ga sesuai ekspetasi aku, harusnya klo emng dia niat gausah nanya dulu ga sih? 💚
@tanyarlfes Itu bukan agamis tapi ortumu sedang menjalankan tugasnya, kalo tugasnya gak dijalankan pas dimintai pertanggung jawaban emang loe mau liat ortu masuk neraka karena hal sepele bagimu
JAKRTA PALMERAH - Rencana eksekusi 12 rumah dinas TNI di Komplek Hankam, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat terpaksa ditunda.
Sebab, eksekusi yang rencananya dilakukan pada Kamis (16/4/2026) ditolak keras oleh warga yang telah menempati rumah tersebut sejak puluhan tahun.
Menurut Auliasa Ariawan selaku perwakilan warga, penundaan eksekusi menjadi poin yang disepakati dalam negosiasi antara warga dan pihak Mabes TNI.
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir dua jam, kedua pihak menyepakati bahwa warga diberikan waktu hingga 30 April 2026 untuk mengosongkan rumah secara mandiri.
“Kami sudah bernegosiasi dengan Mabes TNI dan disepakati diberikan waktu sampai 30 April 2026. Kalau sampai tanggal itu belum dikosongkan, maka akan dilakukan pengosongan paksa,” ujar Auliasa kepada wartawan di lokasi.
Meski kesepakatan tercapai, Auliasa menegaskan keputusan tersebut diambil dalam kondisi terpaksa demi menghindari potensi konflik di lapangan.
“Suara warga itu bulat tapi lonjong, ada yang setuju dan tidak. Tapi demi keselamatan dan keamanan, kami memilih menerima hasil negosiasi ini,” katanya.
Masih Tunggu Kasasi
Di sisi lain, warga masih menggantungkan harapan pada proses hukum yang sedang berjalan.
Mereka telah mengajukan kasasi sejak Oktober 2025 dan menunggu hasil dari Mahkamah Agung.
“Kalau dalam waktu itu kasasi kami dikabulkan, maka TNI tidak bisa melakukan eksekusi,” jelasnya.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan terkait nomor registrasi perkara kasasi tersebut.
Selain itu, warga juga mengungkapkan tidak adanya kompensasi dari pihak TNI, baik berupa uang kerohiman maupun relokasi.
Permintaan untuk skema pengalihan kepada prajurit aktif juga ditolak.
“Tidak ada kompensasi. Permohonan kami untuk over juga ditolak karena sudah ada surat peringatan pengosongan,” ungkap Auliasa.
Ditempati Puluhan Tahun
Auliasa menambahkan, rumah-rumah tersebut telah ditempati dalam waktu yang sangat lama, bahkan sejak tahun 1969.
jakarta.tribunnews.com/jakarta/433646…
@dittaprastiwi Seharusnya kalaupun rumah diambil lagi oleh negara,penghuni rumah sudah disediakan rumah pengganti untuk dihuni selanjutnya dan diserahkan sebagai hak milik mereka dengan luas rumah yang sama walau beda lokasi,sehingga tidak perlu rusuh saat penyitaan.
Gaaa Masuk Akal‼️
Rumah Dinas Ditempati Dari 1969 Mau Diambil Paksa Tanpa Kompensasi😢
Adil Gak Sih Menurut Kalian⁉️
May Day atau hari apapun, warga pasti bertahan.
Jangan Takut Debat demi keadilan,
mereka ini saksi pengabdian tanpa lelah orang tuanya.
Berikan mereka solusi, bukan sekadar pengosongan‼️
@abdiitusaya@RadioElshinta Di jakarta udah banyak yg DDT karena emang mobilitasnya tinggi, kalo daop lain ya menyesuaikan kebutuhan ada beberapa daerah yg udah double track juga.
Cegah Kecelakaan Kereta, Pemerintah dan KAI Tertibkan Perlintasan Sebidang hingga Kebut Proyek DDT
Bekasi — Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan penertiban perlintasan sebidang serta mempercepat pembangunan Double-Double Track (DDT) guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).
Bobby menegaskan, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan tengah melakukan penertiban terhadap perlintasan sebidang, termasuk menindak perlintasan liar yang dinilai membahayakan keselamatan.
"Pada saat ini kami dengan Kementerian Perhubungan dalam hal ini Dirjen Kereta Api itu melakukan penertiban yang sangat ketat sekali. Tapi tentunya kami mengharapkan dukungan dari masyarakat juga dalam dua hal. Satu adalah tidak membuat perlintasan liar lagi. Ketika membuat perlintasan liar ini, maka menghalangi visibility dari masinis kami," ujarnya.
Ia menjelaskan, perlintasan resmi dilengkapi sistem pengamanan seperti sensor, bukan sekadar palang pintu. Karena itu, masyarakat diminta tidak melanggar rambu maupun membuka kembali perlintasan yang telah ditutup karena tidak memenuhi standar keselamatan.
"Kami sudah mendapatkan arahan kemarin berdua dengan Pak Menteri dari Presiden langsung bahwa dari 1.800 perlintasan yang kita identifikasi jenisnya seperti ini, itu akan kami lakukan peningkatan atau pemenuhan syarat-syarat dari keselamatan. Baik itu dalam memasang flyover atau memasang palang pintu yang bersistem, yang ada sistemnya," lanjut Bobby.
Sementara itu, Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan pembangunan jalur ganda atau DDT ke depan akan disesuaikan dengan perubahan skema pengelolaan prasarana perkeretaapian.
"Ke depan dapat bisa saya sampaikan kepada teman-teman bahwa Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan prasarana kepada PT. KAI. Sehingga Kementerian Perhubungan hanya menjadi regulator,” kata Dudy.
Ia menambahkan, perubahan ini akan memengaruhi perencanaan proyek DDT, termasuk pembagian investasi antara pemerintah dan KAI.
Terkait operasional KRL, Dudy menyebut layanan akan kembali dibuka setelah mendapatkan persetujuan dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pada hari ini Insyaallah apabila telah diberikan clearance oleh KNKT. Karena KNKT adalah menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan investigasi. Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk beroperasi lagi," ujarnya.
Bobby menambahkan, pemulihan jalur telah dilakukan secara bertahap. Jalur hilir telah dibuka lebih dulu pada dini hari, disusul jalur hulu setelah dinyatakan aman.
"Kita sudah pastikan bersama KNKT keselamatan pemakaian jalur ini untuk pemakaian kereta-kereta jarak jauh, walaupun kami masih melakukan pembatasan kecepatan 30 km per jam di stasiun ini," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa KAI mendukung penuh proses investigasi KNKT yang akan mengungkap penyebab kecelakaan serta memberikan rekomendasi perbaikan.
Selain penanganan jalur, Kementerian Perhubungan juga melakukan audit investigasi terhadap perusahaan taksi yang terlibat dalam insiden, yakni Green SM. Dudy mengatakan audit dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek operasional, teknis, hingga sumber daya manusia.
"Kami ingin memastikan betul, bagaimana perusahaan tersebut dalam memberikan layanan kepada publik, apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan khususnya, dan juga kaidah-kaidah operasional sebagai perusahaan taksi yang beroperasi untuk umum,” ungkap Dudy.
"Yang perlu kami sampaikan bahwa kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan, apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang cukup serius," tegasnya.
#KeselamatanKereta#PerlintasanSebidang#DDTIndonesia#KAI#TransportasiPublik#Kemenhub#BekasiTimur#KRLJabodetabek#KNKT#InfrastrukturRel#ElshintaNews@prabowo
GIVEAWAY ALERT
SIAPA YANG UDAH GAJIAN?? Ada yang kepengen dapet iPhone 16 juga gakk?
1. Follow @LazadaID
2. RT, Like & REPLY dengan "Lazada Pesta Gajian ada iPhone 16" yang banyak yessss~
Periode: 23 - 27 April