




peterr
26 posts












@bagus_muljadi Ayok alumni lpdp, dibaca lagi paper ndakik ndakik kalian di awal, rencana kontribusi kalian ke negara jangan jadi omon omon 🤣

Argumen Anda tentang “pusat produksi pengetahuan global” mengabaikan satu fakta mendasar: Anda sendiri bekerja di institusi negara yang masih mempertahankan struktur kolonial di dalam Eropa. Di negara kolonial "UK" dekolonisasi belum terjadi. Negara yang disebut “UK” bukan entitas netral. UK artinya Inggris (England), yang menguasai secara kolonial, terpaksa Skotlandia, sebuah negara bangsa yang lebih tua dari Inggris dan memiliki bendera nasional tertua di Eropa. Tidak ada UK itu, buktinya di Indonesia jelas karena kedutaaan "UK" aja secara resmi namanya Inggris. UK identik dengan negara Inggris sebagai penjajah Skotlandia dan Irlandia sebelumnya (masih di Irlandia Utara dan Wales). Itu semua utk menghapus eksistensi Skotlandia, negara berdaulat yg diduduki penjajah Inggris secara ilegal. Sebagai koloni Inggris, Skotlandia adalah bangsa tanpa kedaulatan penuh di bawah struktur tersebut. Dan itu sudah terbukti semua. Apakah Anda memahami kolonisasi Skotlandia dan proses dekolonisasinya yang sedang berlangsung? Proses itu kini bergerak melalui Liberation Scotland, gerakan pembebasan nasional Skotlandia, didukung oleh otoritas hukum Profesor Robert Black, King’s Counsel, profesor hukum paling terkemuka di Skotlandia. Isu ini telah dibawa ke mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk Komite Dekolonisasi C-24 dan C-4 di markas besar PBB di New York. Pada September 2025, sebuah konferensi formal di PBB di Jenewa membahas hak Skotlandia atas penentuan nasib sendiri dalam hukum internasional, dipimpin oleh seorang anggota parlemen Tiongkok dari Hong Kong dan ditutup oleh Georgios Katrougalos, mantan Menteri Luar Negeri Yunani dan kini UN Independent Expert. Liberation Scotland saat ini berhubungan dengan puluhan negara pada tingkat tertinggi, dengan minat besar terhadap situasi konstitusional Skotlandia yang sebenarnya. Tokoh internasional seperti Sanjeev Sanyal, penasihat utama Perdana Menteri India, telah menyatakan secara terbuka bahwa Skotlandia adalah koloni Inggris. Negara-negara yang pernah mengalami kolonialisme langsung mengenali pola tersebut. Dalam hukum internasional, pelanggaran terhadap hak penentuan nasib sendiri memiliki karakter erga omnes, yaitu menyangkut kepentingan seluruh komunitas internasional, bukan urusan domestik semata. Karena itu, berbicara tentang “dekolonisasi” tanpa menyadari bahwa sebagian “pusat pengetahuan global” beroperasi di dalam struktur kekuasaan kolonial yang belum terselesaikan justru menunjukkan keterbatasan analisis geopolitik, apalagi kerja di universitas Inggris di negara yang masih menjajah Skotlandia dan mencuri semua dari Skotlandia. Mobilitas talenta global memang penting. Namun dekolonisasi bukan hanya soal posisi dalam jaringan pengetahuan. Dekolonisasi adalah soal siapa yang memiliki kedaulatan, siapa yang menentukan aturan, dan siapa yang masih berada di bawah dominasi politik yang disangkal. Skotlandia hari ini menunjukkan bahwa bahkan di jantung dunia Barat modern, kolonialisme belum sepenuhnya berakhir. Inggris adalah penjahat dan penjajah di Skotlandia. Memahami hal itu justru memperdalam, bukan melemahkan, analisis tentang arsitektur global yang Anda bicarakan.

“Kalau patriot, pulang.” Dalam konteks riset global, cara berpikir seperti ini sangat tidak menguntungkan negara sendiri. Sangat sedikit orang Indonesia yang berhasil mendapatkan posisi akademik permanen di UK. Dari sekitar hanya 30–40 permanent academics Indonesia di UK (hampir tidak ada yang berasal dari jalur LPDP (in fact, saya pribadi tidak mengenal satupun). That is a very sad number for a country this "big". Hampir tidak mungkin mendapatkan posisi permanen di universitas di UK; apalagi Russell Group univs; tanpa memiliki portfolio postdoctoral yang sangat kuat. Persaingannya terlalu brutal. If you disappear for 2–3 years after your PhD, you are immediately out of the market. Negara-negara seperti China, India, dan bahkan Iran justru memanfaatkan diaspora akademiknya. Mereka menjadi: – jembatan hibah riset internasional – co-supervisor doktoral – pintu masuk kolaborasi laboratorium – penghubung industri dan universitas – agen soft power budaya dan bahasa Akhirnya mendongkrak kualitas dan ranking universitas mereka. Nilai hibah riset yang mengalir melalui jaringan ini seringkali jauh melampaui investasi beasiswa ±2 miliar rupiah per orang. Walaupun itu mahal, but in the global research landscape, that is a small number. A UK-based Indonesian academic who wins Newton Fund / ISPF grants with Indonesian collaborators (I know a few) can easily bring back 2X that amount into the country within a year. Saya sendiri tidak pernah mendapatkan beasiswa pemerintah manapun. Saya harus bekerja paruh waktu untuk menyelesaikan S2 dan S3. But I do feel a certain sadness melihat bagaimana kita belum mampu mendukung orang-orang kita untuk berjaya diluar. Those who won LPDP scholarships are most likely more intelligent and more competent than I ever was. But many of them never got the chance to become globally competitive scientists. That is the part that makes me sad. We still think in zero-sum terms: as if one person flourishing abroad automatically means the country loses. A country is strong ONLY when individuals flourish, wherever they are! Yang perlu kita benahi adalah manajemen beasiswanya: pastikan yang mendapatkan memang benar-benar PANTAS. Sentimen negatif yang begitu kuat ini adalah pertanda adanya kecurigaan bahwa sistemnya tidak sepenuhnya adil. That is what needs to be fixed. Nobody goes to a football match booing the best players. People root for those who truly deserve to be on the field. Scholarship awardees who genuinely earn it will be supported. They will be celebrated. Dan jika seseorang bisa memenangkan posisi postdoc di universitas bergengsi, dalam sistem yang sangat kompetitif, itu sendiri adalah bukti bahwa dia pantas. Go on, champ! We’re proud of you.


makanya gue gk suka mhs yg terima LPDP sekarang tujuannya better education for their country, malah ngentot sm warlok dibilang otak makin berisi (walaupun gk di gunain di indo) pun nggak, cm jd irt, berujung ngejelekin Indonesia udh byk tabiat separatisme sprt Veronica Koman












