Pen Makan Onigiri

1.5K posts

Pen Makan Onigiri banner
Pen Makan Onigiri

Pen Makan Onigiri

@adryan_2407

Lombok 24 Tahun

Lombok Barat, Nusa Tenggara Ba Katılım Mart 2020
1.9K Takip Edilen206 Takipçiler
Pen Makan Onigiri
Pen Makan Onigiri@adryan_2407·
@ibra93576 @berhomonim ga kaya binatang? klo gitu harusnya manusia ga suka cwe ataupun cwo, karna binatang juga kawin dengan lawan jenisnya
Indonesia
1
0
12
109
apos
apos@ibra93576·
@berhomonim Ya memang ada binatang yang ngelakuin hubungan sesama jenis, maka dari itu adanya aturan itu biar kita ga kaya binatang, mikirnya gitu bukan malah mikir binatang aja homo masa kita ga boleh? Bodoh namanya
Indonesia
5
0
2
429
Tornado
Tornado@AlyaKohl·
@rockstarzszz Emang agama mana yang SEKARANG suruh bunuh orang? Wkwk
Indonesia
1
0
1
289
Pen Makan Onigiri
Pen Makan Onigiri@adryan_2407·
@dsxhshikii09 @berhomonim bukan membenci orangnya?? Jelas mau dijatuhkan dari ketinggian gtu lu sebut "bukan membenci orangnya"?? lagian ngapain kalian takut LGBT? mreka ya manusia pada umunya makan minum kerja tidur. Takut sama orientasi sex yg beda sama aja kaya takut ke org beda warna kulit
Indonesia
0
0
0
33
Dsxhshikii Laron
Dsxhshikii Laron@dsxhshikii09·
@berhomonim dalam Islam Rahmat itu bukan semuanya diperbolehkan , tapi Rahmat berarti memberi petunjuk hidup yang dilarang itu perbuatannya bukan membenci orangnya , dari itu aja Islam bener2 agama Rahmat walau melarang lgbt tapi tidak boleh menyakiti/ menghina orang yang melakukannya
Indonesia
1
0
0
207
callme-shrimpy
callme-shrimpy@udangsausmanis·
@neohistoria_id @Wokianagrande juyjurr banyak hal yg bikin gw bingung dngan utas ini, tpi gw cuma akan komentari ttng “queerfobia”. apa betul cuma gara2 imperialis dan kapitalis? no no ya, queerfobia dah duluan ada di indo sblum kolonialisme Belanda. indo pas komunis ngga ada tuh isu LGBT dibahas di parlemen.
GIF
Indonesia
1
1
9
1.1K
neohistoria Indonesia
neohistoria Indonesia@neohistoria_id·
Jika kita membedah Sejarah dengan pisau analisis struktural, kita akan menemukan bahwa Islamofobia, Queerfobia, dan bahkan Kristenofobia adalah cipta kondisi sosial yang sengaja dipelihara. Kapan kita sadar tentang hal ini? Ketiganya merupakan gejala dari penyakit yang sama: sebuah sistem imperialis dan kapitalis yang sangat bergantung pada konflik horizontal agar sistem tersebut tetap bertahan. Imperialis Eropa tidak menaklukkan dunia hanya dengan kekuatan senjata; mereka menaklukkannya dengan memanipulasi identitas. Untuk mengontrol populasi yang jauh lebih besar dari mereka, kaum imperialis memetakan, mengkategorikan, dan menciptakan hierarki di antara penduduk lokal. Mereka memberikan hak istimewa kepada satu kelompok agama atau etnis, sambil merampas hak kelompok lain. Ketika kemerdekaan diraih, batas-batas negara sering kali digambar sembarangan oleh mantan penjajah, meninggalkan bom waktu berupa konflik etnis dan agama, seperti di India dan Pakistan, bahkan penjajahan Israel di Palestina. Luka sejarah ini kemudian diwariskan. Konflik agama tak lebih merupakan warisan dari strategi pecah-belah ini. Alih-alih menyadari bahwa sumber penderitaan mereka adalah struktur ekonomi pascakolonial yang menindas, masyarakat diakar-rumput dimanipulasi untuk melihat tetangga mereka yang berbeda agama sebagai ancaman. Kapitalisme membutuhkan kelas pekerja yang terpecah belah. Jika seluruh masyarakat kelas pekerja (apapun agama, ras, dan orientasi seksualnya) menyadari bahwa mereka memiliki kepentingan ekonomi yang sama, seperti upah yang layak, perumahan, akses kesehatan, mereka akan bersatu dan "meninju ke atas" (punching up) ke arah segelintir elit yang menguasai kekayaan. Islamofobia: Sejak era Perang Dingin berakhir dan berganti dengan narasi War on Terror, Islamofobia diproduksi secara massal oleh kompleks militer-industri. Ketakutan terhadap Islam digunakan untuk melegitimasi invasi imperialis demi penguasaan sumber daya dan membenarkan anggaran militer triliunan dolar untuk melindungi kepentingan nasional. Di tingkat domestik, pekerja kerah biru di negara Barat dibuat percaya bahwa imigran Muslim-lah yang "mencuri pekerjaan mereka," bukan korporasi yang memindahkan pabrik untuk mencari buruh murah. Queerfobia: Kapitalisme sangat bergantung pada struktur keluarga inti tradisional (heteronormatif) sebagai unit ekonomi dasar untuk mereproduksi tenaga kerja baru (anak-anak/buruh masa depan) dan membebankan kerja-kerja perawatan yang tidak dibayar (mengurus anak, memasak) kepada perempuan. Eksistensi kelompok queer dianggap mengancam efisiensi jalur perakitan ini. Selain itu, politisi sayap kanan sering kali memicu kepanikan moral terkait isu LGBTQ+ murni untuk mendistraksi pemilih dari kegagalan pemerintah dalam menyediakan jaring pengaman sosial. Kristenofobia: Di beberapa wilayah non-Barat, minoritas Kristen sering kali dijadikan kambing hitam oleh elit lokal (oligarki) yang gagal menyejahterakan rakyatnya. Di sisi lain, di negara-negara Barat mayoritas Kristen, politisi populis sering menciptakan narasi palsu bahwa "Kekristenan sedang diserang" agar kelas pekerja kulit putih yang miskin tetap mendukung kebijakan pro-miliarder, demi "mempertahankan nilai-nilai agama." Ketika seorang pekerja yang kesulitan membayar tagihan listriknya diajarkan untuk membenci tetangganya yang seorang gay, atau ketika seorang penganut agama tertentu diajarkan untuk mencurigai imigran yang berbeda keyakinan, energi perlawanan mereka tersedot habis. Inilah yang disebut sebagai konflik horizontal atau punching sideways. Masyarakat terlalu sibuk berdebat tentang siapa yang berhak menggunakan toilet umum atau membangun tempat ibadah, sementara para CEO korporasi besar terus menghindari pajak dan memotong hak-hak buruh. Media massa yang dikuasai konglomerat dan algoritma media sosial meraup keuntungan (engagement) tertinggi dari kemarahan dan polarisasi. Sentimen kebencian adalah komoditas yang sangat menguntungkan. Sejarah mengajarkan kita satu hal yang pasti: elitisme dan kapitalisme paling takut pada solidaritas. Selama Islamofobia, queerfobia, dan Kristenofobia dilihat sebagai "masalah moral" atau "benturan peradaban"—dan bukan sebagai alat kendali politik-ekonomi—status quo akan tetap aman. Sebagai masyarakat, kita harus mulai mengenali siapa yang sebenarnya menuai keuntungan secara materiel ketika orang-orang di kelas bawah saling menghancurkan. Cui bono? Pembebasan sejati tidak akan terjadi dengan menindas sesama kelompok yang terpinggirkan, melainkan dengan mengarahkan kemarahan kolektif kita ke atas, membongkar sistem yang sengaja memecah belah kita sejak awal. Referensi: D'Emilio, J., 'Capitalism and Gay Identity', dalam A. Snitow, C. Stansell, dan S. Thompson (eds.), Powers of Desire: The Politics of Sexuality, New York, Monthly Review Press, 1983. Federici, S., Caliban and the Witch: Women, the Body and Primitive Accumulation, New York, Autonomedia, 2004. Harvey, D., A Brief History of Neoliberalism, Oxford, Oxford University Press, 2005. Herman, E. S., dan Chomsky, N., Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media, New York, Pantheon Books, 1988. Kumar, D., Islamophobia and the Politics of Empire, Chicago, Haymarket Books, 2012. Mamdani, M., Define and Rule: Native as Political Identity, Cambridge, MA, Harvard University Press, 2012. Said, E. W., Orientalism, New York, Pantheon Books, 1978.
neohistoria Indonesia tweet media
🍉iwin🍉@niwseir

Ini bukan islamophobia tapi minoritas-phobia. Negara ini melanggengkannya dengan peraturan bersama 2 menteri dalam negeri dan agama. Peraturan ini membuat pendirian rumah ibadah/kegiatan ibadah wajib mendapatkan izin dari warga mayoritas. Kartu mati untuk minoritas jenis apapun.

Indonesia
31
436
1.6K
41K
I'm a
I'm a@flirtycaracal·
@lamoredemi @fuyunglay Masih untung di jaman sekarang kaum lgbt ga langsung dibumihanguskan sama Tuhan.
Indonesia
2
0
0
263
Pen Makan Onigiri
Pen Makan Onigiri@adryan_2407·
@Rundel159256 @lesyeuxdeanne__ @lamoredemi Tapi dengan kelakuan oknum radikal kek gtu yg bisa menyebabkan segelintir orang percaya+terdorong melakukan kekerasan, bisa aja ada org yg berani membunuh/mendorong org dari ketinggian cuman karna ngerasa benar menurut agama. Klo udah kek gtu mau gimana coba?
Indonesia
0
0
1
14
Rundel
Rundel@Rundel159256·
@lesyeuxdeanne__ @lamoredemi Kalau otak lo beneran maju, lo pasti tahu yang namanya logical fallacy. Nyamaratain 2 miliar Muslim dengan kelakuan oknum radikal itu pemikiran yang sangat dangkal. Benci boleh, tapi akal sehat jangan ditinggal. Coba tebak yang di zaman batu penuh dengki siapa?
Indonesia
2
0
0
141
Nugroho
Nugroho@Ryugie_Nufus_82·
@whosewhore Memang harus dimusnahkan, Pembawa wabah penyakit kelamin no.01 di dunia...!
Indonesia
4
0
0
664
Dsxhshikii Laron
Dsxhshikii Laron@dsxhshikii09·
@whosewhore menghindari penyimpangan dibilang agama barbarik , ternyata Kaum lgbt selain kelaminnya menyimpang otaknya juga menyimpang
Indonesia
4
0
0
1.1K
Pen Makan Onigiri
Pen Makan Onigiri@adryan_2407·
@LuminouseK20375 @ttonyyuu @whosewhore giliran masalah lain aja jago banget ngelesnya.. bukannya dicari solusinya, diakuin memang jdi masalah di kaumnya malah ngeles. emang tipikal kalian tuh suka milih" dosa, ga salah juga org" bilang "Giliran sesama ditoleransi"
Indonesia
3
0
0
41
Luminouse Knight
Luminouse Knight@LuminouseK20375·
@ttonyyuu @whosewhore disini mayoritas bre,lu keluar negeri kek, mayoritas kristen terbesar aja LGBT di legalin,kasus pencabulan Ama pendeta juga ada, penembakan massal jga ada, membiayai perang juga ada, genosida juga ada keluar bre jgn disini Mulu lu liatnya
Indonesia
2
0
1
238
aybbb
aybbb@Ayyubmhmd·
@whosewhore lagi lagi muslim yg disalahin, padahal org konservatif anti lgbt ga cuma muslim doang. padahal banyak juga yg homofobia karna lingkungan dan agama cuma dipakai buat tameng doang.
Indonesia
2
0
7
326
Pen Makan Onigiri
Pen Makan Onigiri@adryan_2407·
@OpenMinded0000 @whosewhore yg ngeliat LGBT kelainan cuman kalian doang, lu liat aja semakin hari semakin banyak org" yg ga suka sama agama lu itu karna kelakuan umatnya yg barbarik sok bermoral tpi ga bermoral, ngerasa dirinya sebagai Tuhan
Indonesia
1
0
0
9
Open Minded
Open Minded@OpenMinded0000·
@whosewhore Seharusnya yg capek ya kaum bautai (lgbt) yg dilihat sebagai org yg punya kelainan
Indonesia
1
0
1
153
Bring Me to My Dream
Bring Me to My Dream@4Uendless_love·
@whosewhore Lah di jaman nabi Luth aja kaum lu di azab goblok Itu aja udh jadi contoh nyata Masih aja belain LGBT TOLOL
Indonesia
2
0
0
560
counter iq 78
counter iq 78@ACKEWDIK·
@gam3rzzz @whosewhore Itu cuman bercanda yg lempar dari gedung tidak usah digubris biar para kaum boti LGBT kesel aja contohnya kek loe ada batang tapi kelakuan kek cewek enggak laki lakinya laki banget dan iya emang tetep kena HIV tapi kebanyakan dari anal sex yg dilakukannya para boti LGBT
Indonesia
2
0
0
202
brarr✨
brarr✨@dishhyours2·
@gwencocoaradian @0xHamdan Gua anak vespa,kawan gua banyak yg punk,latar belakang tu kebebasan bukan penyimpangan dan 1 hal ya mereka tu perangin yg namanya lgbttot itu
Indonesia
2
0
0
298
rax
rax@gwencocoaradian·
TW // CYBERBULLYING, HOMOPHOBIA 1. jadi gw komen di postingan jakarta keras suruh mereka belajar tentang latarbelakang culture punk
rax tweet mediarax tweet media
Indonesia
76
358
2.2K
172.1K
Pen Makan Onigiri
Pen Makan Onigiri@adryan_2407·
@SonyEricss6 Pantesan.. sesamanya sendiri diserang, mending dia mulai benci diri dia sendiri aja klo gtu, hama parasit komunitas
Indonesia
0
0
0
13
jo 𓇼 ⋆.˚ 𓆉 𓆝 𓆡⋆.˚ 𓇼
“lu kalo gay mending keluar indo aja bgst gausah di sini!” meanwhile netizen indo di vt cowo gay philippines:
jo 𓇼 ⋆.˚ 𓆉 𓆝 𓆡⋆.˚ 𓇼 tweet mediajo 𓇼 ⋆.˚ 𓆉 𓆝 𓆡⋆.˚ 𓇼 tweet mediajo 𓇼 ⋆.˚ 𓆉 𓆝 𓆡⋆.˚ 𓇼 tweet media
Indonesia
92
1.3K
9.3K
372.1K
Zona Store
Zona Store@Zonastore26·
pacaran 3 tahun hancur karna boti 🥲🥲🥲
Zona Store tweet media
Indonesia
96
194
3.1K
572.7K