🎲

1.5K posts

🎲 banner
🎲

🎲

@aeroneurotics

Katılım Aralık 2021
766 Takip Edilen26 Takipçiler
🎲
🎲@aeroneurotics·
Sebenernya banyak banget yg pengen gue tulis terkait topik ini cuma bingung mulai darimananya wkwkw. Mungkin nanti kalo mood gue lanjutin lagi
Indonesia
1
0
0
10
🎲
🎲@aeroneurotics·
Tapi memang harus diakui dari segi inovasi taktikal dan filosofi bermain Pelatih Britania ini ya dari dulu emang udah kalah saing dari pelatih negara lain. Kalo sekarang mungkin Pelatih Inggris/Britania itu ya yg bagus banyaknya di pengembangan youth football dan club academy.
Indonesia
1
0
0
10
Aura ✨
Aura ✨@footbalicius·
@aeroneurotics @sandotpr @ruangtaktik Napak tanah biar gak simplifikasi gini. Liat realita di sekitar lo aje kl masih di perkampung yg mencerminkan akar rumput Di tempat w tetangga rumah sepetak jadi satu tempat buat produksi sablon, nyambi usaha ayam dari pagi & malem. Sepak bola dari rumah, sebelah manenye
Indonesia
4
0
1
4.5K
Ruang Taktik
Ruang Taktik@ruangtaktik·
Coba saya buat lebih simpel, ya. Ide bermain sepakbola dari rumah ini bukan sepakbola yg kompleks, tetapi sekadar ayah & anak main bola (plastik, karet, dst). Sebagai pelatih grassroots pun saya mengalami generasi skr motoriknya kurang. Jadi, dgn program ini, yg lebih ke ball mastery, harapan paling kecilnya melatih motorik anak karena banyak anak yg langsung dicemplungin ke lapangan tanpa basic, bisa pengaruh ke kepercayaan diri juga. Ball mastery tidak butuh area yg luas & bisa dimainkan dengan bola apapun. Saya pun kasih PR utk parents dgn iming-iming mengurangi screen time. Perkara prestasi juara Asia dst, nanti dulu deh. Yg penting anak-anak fun & gerak dulu.
Tom Byerトム•バイヤー@tomsan106

Sayang sekali Anda belum meluangkan waktu untuk meneliti apa sebenarnya filosofi "Football Starts at Home" itu. Jika Anda melakukannya, Anda akan menyadari bahwa ini adalah strategi yang tepat karena berfokus pada perkembangan anak usia dini, serta mengembangkan kemampuan untuk fokus, berkonsentrasi, dan memperhatikan. Semua keterampilan yang dibutuhkan untuk pendidikan. Ini juga membuat anak-anak aktif secara fisik sejak dini. Inilah alasan mengapa Harvard, Stanford, dan Universitas Houston telah mempelajari dan mendukung program ini. Inilah mengapa FIFA dan AFC juga mengakui program ini. Usia emas untuk mengembangkan pemain kelas dunia adalah antara 2-5 tahun. Ini semua adalah fakta, dan ketika orang tua memahami manfaatnya, mereka terinspirasi dan termotivasi untuk menggunakan bola untuk bermain dengan anak-anak mereka.😉⚽️🇮🇩

Indonesia
34
144
463
115.8K
🎲
🎲@aeroneurotics·
@sandotpr @ruangtaktik Justru yg kek gitu tuh saking napak tanahnya malah masuk mereka ke bawah tanah wkwkw, Ide simpel malah dibikin overcomplicated
Indonesia
2
0
5
478
jk
jk@sandotpr·
@ruangtaktik Emang beda yaa tanggapan yg beneran terlibat di sepak bola sama yg cuma bisa ngasih embel embel "napak tanah dulu"
Indonesia
3
0
14
976
🎲
🎲@aeroneurotics·
@wunderkid_id @ruangtaktik Gak ada yg ngomong kalo baru mulai usia 8-13 gabisa jadi pesepakbola min FSAH ini lebih ke simple habit building yang bisa dilakukan di rumah atau sekitar tempat tinggal dan mengenalkan anak dengan bola, ini juga bagus untuk perkembangan motorik dan kognitif anak.
Indonesia
1
0
10
736
Wunderkid.id: Info Sepakbola Usia Muda Indonesia
Masalahnya seberapa banyak anak yang ayahnya punya waktu buat anaknya main bola di usia 2-5 tahun? Lalu apakah anak yg fatherless bahkan parentless secara peran maupun keberadaan yang ingin menjadi pesepakbola namun mereka mulai baru belajar sepakbola dari dasar dari usia 8-13 tahun gak bisa menjadi pesepakbola? Belum lagi ketersediaan space latihan yang disebutkan oleh admin @FandomID_
Indonesia
4
3
2
12.6K
Enrico
Enrico@Enricosimanung1·
@wunderkid_id Main bola disini bukan main bola di lapangan. Anak 3-5 tahun menendang-nendang bola bersama orang tuanya di dalam rumah itu sudah cukup. Fokusnya adalah mengenalkan anak dengan benda bundar itu sebagai alat bermain, itu saja
Indonesia
2
0
3
400
🎲
🎲@aeroneurotics·
@wunderkid_id @Enricosimanung1 Loh concernmu terkait kesempatan yang sama untuk semua kalangan itu valid, dan itu lebih ke problemnya pemerintah untuk menyelesaikan Kan lgi omongin soal metode dan habit di rumah, jelas ini bukan one solution for all problem, tapi satu cara yang setidaknya bisa dilakukan
Indonesia
1
0
0
117
Wunderkid.id: Info Sepakbola Usia Muda Indonesia
Sepakbola itu untuk semua kalangan, kalau hanya menerapkan kebijakan filosofis yang hanya menguntungkan sebagian kecil pihak buat apa? Sama seperti Filanesia, pemilihan pakem 4-3-3 kan supaya mereka yang tidak mampu secara ekonomi & fasilitas bisa belajar sepakbola dengan mudah dengan jam belajar yang terbatas dan outputnya ya terpantau Timnas K.U dengan berprestasi di kejuaraan usia muda Nasional bersama Tim daerah yang dibela nya.
Indonesia
2
1
1
844
🎲
🎲@aeroneurotics·
@RestuAwalliddin Secara konsep sebenernya bagus, dan untuk awalan gaperlu diterapin ke semua keluarga juga, prioritasnya mungkin lebih ke keluarga menengah atau menengah atas. Dibanding kasih anak"nya gadget dan youtube dari bocah kek ortu" jaman sekarang, mendingan kasih bola aja
Indonesia
1
0
0
647
ARES
ARES@RestuAwalliddin·
Halo pak tom! Izin ikut memberikan opini ya. 🙏 Tanpa mengurangi rasa hormat untuk pak Tom dan semua dedikasi yang telah diberikan untuk sepakbola. Saya setuju dengan filosofi Football Starts at Home. Secara teori sangat masuk akal. Terutama di golden age 2-5 tahun dan manfaatnya untuk konsentrasi dan pendidikan. Tapi, semakin sini saya sebagai penikmat sepakbola terutama lokal makin sadar, kalo memang pada dasarnya tidak bisa "menetapkan" sesuatu tanpa melihat kondisi sosial/ekonomi di tempat tersebut. Dan pada akhirnya kembali lagi ke point bagaimana sebuah masyarakat bisa jadi "Ideal", kalau hal-hal dasar nya saja tidak bisa mereka dapatkan secara maksimal. Realita di lapangan mayoritas orang tua (terutama kelas menengah kebawah) pasti akan lebih mengutamakan untuk memenuhi kebuthan dasar terlebih dahulu. Waktu dan energi mereka lebih banyak tersedot untuk hal-hal "primer", daripada fokus di hal "penunjang" seperti sepakbola. I'm sorry but on this part, I agree with @wunderkid_id Terlepas dari peran Federasi yang masih terbilang minim dalam membangun ekosistem yang "baik" agar sepabola di Indonesia bisa berkembang, tapi hal-hal di luar sepakbola yang punya pengaruh secara langsung juga tidak bisa dianggap sepele begitu saja. Jepang bisa sukses sejauh ini juga suka tidak suka karena ekosistem masyarakatnya sudah "matang" selama puluhan tahun. Hak dasar anak terpenuhi, pemerintah intervensi kuat di luar sepak bola (pendidikan, kesehatan, kesejahteraan), sehingga orang tua punya ruang untuk hal-hal tambahan seperti olahraga. Bagi saya, selama masalah struktural di lapangan (ekonomi keluarga, kesenjangan, dan minimnya dukungan pemerintah di grassroot) belum terselesaikan, pendekatan "hanya" dari orang tua ini akan sangat terbatas. Sejatinya semakin saya dewasa semakin sadar kalau sepakbola enggak bisa lepas dari kondisi sosial-ekonomi masyarakatanya.
Tom Byerトム•バイヤー@tomsan106

Sayang sekali Anda belum meluangkan waktu untuk meneliti apa sebenarnya filosofi "Football Starts at Home" itu. Jika Anda melakukannya, Anda akan menyadari bahwa ini adalah strategi yang tepat karena berfokus pada perkembangan anak usia dini, serta mengembangkan kemampuan untuk fokus, berkonsentrasi, dan memperhatikan. Semua keterampilan yang dibutuhkan untuk pendidikan. Ini juga membuat anak-anak aktif secara fisik sejak dini. Inilah alasan mengapa Harvard, Stanford, dan Universitas Houston telah mempelajari dan mendukung program ini. Inilah mengapa FIFA dan AFC juga mengakui program ini. Usia emas untuk mengembangkan pemain kelas dunia adalah antara 2-5 tahun. Ini semua adalah fakta, dan ketika orang tua memahami manfaatnya, mereka terinspirasi dan termotivasi untuk menggunakan bola untuk bermain dengan anak-anak mereka.😉⚽️🇮🇩

Indonesia
19
34
108
11.4K
🎲
🎲@aeroneurotics·
@salmanAlfaridji @_rairawan @akhirpekansans Rasisme di depan mata, malah kau alihkan bahas yang lain", seolah" kita semua menyetujui terkait judol, perdagangan manusia dll. Lihat fokus obrolannya dulu pak, lagi kritik rasismenya ke pemain klub itu, bukan berarti serta merta setuju dengan praktik" problematik dibaliknya
Indonesia
0
0
0
27
brrrrrr
brrrrrr@akhirpekansans·
Dan lagi perlakuan rasis Emang sepak bola indonesia tuh ya gitu gitu ajah . Harus ditindak tegas biar ada efek jera.
brrrrrr tweet media
Indonesia
18
11
43
29.8K
🎲
🎲@aeroneurotics·
@salmanAlfaridji @akhirpekansans Ini namanya whataboutism. Lagi bahas rasisme eh malah dialihkan soal judol, pdhal disini gak ada yg dukung judol juga, gak ada yg dukung perdagangan manusia juga. Tiba" menuduh org lain buzzer klub hanya karena terlihat mengkritik soal perilaku rasisme yg jelas" salah. Aneh.
Indonesia
0
0
0
25
🎲
🎲@aeroneurotics·
@dimasandi07 @iIhamzada Keknya kalo toko buku indo gaada bang. Gue pernah nemunya di Periplus sama di Big Bad Wolf
Indonesia
2
0
0
55
Ilhamzada
Ilhamzada@iIhamzada·
Ada dua buku yg mengubah caraku menulis sepak bola, A Season with Verona karya Tim Parks dan Inverting The Pyramid karya Jonathan Wilson. Kalo kalian buku sepak bola apa yg berpengaruh atau menjadi buku favorit? Yuk kita bahas singkat...
Ilhamzada tweet media
Indonesia
14
18
117
6.2K
Santos
Santos@MourimBall·
@wunderkid_id Kenapa jadi kesannya nyudutin Como sama Fabregasnya?
Indonesia
1
0
0
322
Wunderkid.id: Info Sepakbola Usia Muda Indonesia
Jangan ngarep Como FC mau seperti Leicester City FC yang mau merekrut & mengembangkan talenta sepakbola yang punya potensi membela Thailand seperti Thanawat Suengchitthawon atau Duo James. Mereka aja masih belum ada niatnya datangkan pesepakbola berstatus Oriundi atau Pesepakbola Italia Jerman, Swiss atau USA dengan harapan mereka berganti paspor menjadi Italia. Selama Manajemen Como masih berkiblat pada maunya Fabregas & rekomendasi dari Scout yang mereka rekrut dari X/Twitter pada tiap bursa transfer, ya pemain yang datang ujungnya Spanyol lagi atau dari Perancis & Argentina non oriundi. Tinggal menunggu saja bagaimana cara mereka mengembangkan Francesco Andrealli dan Lyfe Oldenstam kemudian apakah Como FC punya pengaruh dalam keputusan mereka membela Italia & Indonesia.
Balrush Football@ruangbola_

Pemain Indonesia bisa bermain di Como lewat jalur rekomendasi? Beberapa waktu lalu lihat interview Ganindra Bimo dengan Pak Mirwan terkait kemungkinan pemain Indonesia berkarir di Como. Pak Mirwan menjawabnya begini, "Kalo nanti ada pemain bener2 berkualitas, ya bisa aja. Tapi, jatah pemain non-EU di Italia itu cuma 3 di semua kelompok umur. Jadi, misal di U-15 sudah diisi pemain indo, maka slot pemain non-EU di tim senior tersisa 2 saja. Jadi harus milih, mau fokus pembibitan atau prestasi. Sejauh ini track record pemain indo ga bisa adaptasi, beda kalo ambil dari Argentina atau Brazil, kemungkinan adaptasi mereka lebih cepat. Contohnya, 2 th lalu ada Fellipe Jack dari Brazil umur 18th, satu tahun di primavera U-19 tembus tim senior dan bahkan sudah main di Serie A. Sekarang, dia di naturalisasi Timnas Italia, masa adaptasinya selama dua tahun. Dia kemudian di loan ke Spezia untuk mendapatkan menit bermain lebih sebagai center-back. Jadi kalo ngomong pemain indonesia yg mau main di sini, agak susah karena slotnya terbatas. Tapi kemungkinan itu tetap ada." 📸 Youtube: Karbida FC

Indonesia
17
33
329
53.8K
rHCp
rHCp@chaebarov·
@wunderkid_id Fabregas jg berkali-kali dicecar kenapa anti pemain Italia. Alasan ngaco, ngatain pemain Italia mahal, pdhl yg muda potensial murah jg banyak. Como ini bisa leluasa, karena FIGC dan Lega nya tolol gk bisa bikin regulasi yg maksa klub Serie A perduli pemain muda dan pemain lokal.
Indonesia
1
0
2
235
🎲 retweetledi
Fabrizio Romano
Fabrizio Romano@FabrizioRomano·
Former Juventus and Arsenal GK Alex Manninger has passed away in a car accident at 48 years old. Rest in peace, Alex. 🕊️💔
Fabrizio Romano tweet media
English
2.9K
8.3K
107K
2.7M
🎲
🎲@aeroneurotics·
@bleednectar Kopken dulu tuh enak, tapi sekarang kayanya qc nya jelek. Kalo soal kopinya jujur gue bilang prime kopken yg dulu lebih enak dari fore. Fore terlalu light, bahkan udah dobel shoot sekalipun, akhirnya malah kdg watery dan manis doang. Tpi ya gatau sih mungkin beda selera aja
Indonesia
1
4
71
17.3K