Allah tidak mungkin menguji hamba-Nya di luar batas kemampuan. Maka yakinlah bahwa kamu bisa melewati semua ini dengan sangat mudah, semudah menengadahkan tangan mengharap pertolongan-Nya.
Di hari lebaran ini bukan menjadi alasan untukmu wahai wanita mengupload foto, sekalipun hanya ujung gamis atau sepatu indahmu. Jadilah yang tetap tersembunyi sekalipun wanita lain berusaha tampil dan ingin dikenali. Bidadari tetaplah bidadari, walaupun ia tersembunyi.
Di Bulan Ramadan, ada yang 5x khatam, 2x khatam dan ada yang 1x khatam. Ada juga yang belum khatam. Semuanya baik meski pahalanya berbeda. Yang penting, jangan enggan menyentuh Al-Quran setelah perginya Ramadan seperti tahun-tahun yang telah terlewatkan.
Kelak engkau akan mengatakan, "Oh iya ya, sekarang aku tau kenapa Allah tidak mengabulkan doaku yang dulu. Ternyata Allah ganti dengan yang jauh lebih baik."
Jika engkau punya standar tinggi, tinggikan pula kualitas dirimu. Orang-orang berkelas pasti memilih orang yang selevel dengannya. Pantaskan dirimu, dan mintalah kepada Rabb-mu.
Nikah itu mudah, sangat mudah. Yang sulit itu menemukan pasangan yang tepat. Ya, tepat menurut syariat. Jangan karena terburu-buru ingin menikah, sehingga engkau tidak selektif dalam memilih.
Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan:
“Aku heran terhadap orang yang berpura-pura di depan manusia berharap kedekatan dari hati-hati mereka, tapi dia lupa bahwasanya hati-hati mereka di tangan Allah Ta'ala."
Shaidul Khathir (hal. 697)
Setiap rintik hujan yang jatuh ke bumi, sudah Allah tentukan waktunya dan akan menyentuh tanah yang mana. Begitu juga engkau, sudah Allah tentukan waktu yang tepat engkau akan berlabuh pada pelukan siapa.
Jangan terus-terusan membiarkan futur menghinggapimu terlalu lama. Ditakutkan engkau lama kelamaan nyaman dengan jauh dari ketaatan. Padahal, ketaatan bisa membawa kita merasakan manisnya iman.
Menikah bukan hanya soal cinta. Cinta kalau tumbuh dari keburukan akan berakhir pada kebinasaan. Jika cinta karena ingin meraih ridha-Nya dan dilalui sesuai dengan syariat-Nya, insyaa Allah akan mengarungi bahtera rumah tangga bahagia dan bersama di dalam jannah-Nya.
Mendung belum tentu hujan, kuncup belum tentu mekar, berbunga belum tentu berbuah. Lamaran? Belum tentu berujung pada pernikahan.
Maka gantungkanlah hatimu hanya kepada Allah agar tak ada kekecewaan. Engkau belum jadi miliknya sebelum terucap "saya terima nikahnya".
Ingin tau bagaimana Allah sangat sayang padamu?
Allah masih memberikan kesempatan hidup untukmu dan selalu menunggu taubatmu. Meski engkau tak kunjung bertaubat setelah berkali-kali bermaksiat.