syozakh anasyi
21.3K posts

syozakh anasyi
@agrangga
Inquietum est cor nostrum donec requiescat in te | @sudutkantincom
Purworejo, Indonesia Katılım Şubat 2012
1.3K Takip Edilen442 Takipçiler

Kerjaannya mas gusti @agrangga
cepila@cepillaa
Apa pekerjaan yang gaji nya kecil, tapi menurut kamu WAJIB BANGET DIKASIH GAJI GEDE?
Indonesia
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi

Kita harus berhenti mereduksi Keluarga Cemara (1996) cuma sebagai tontonan "romantisasi keluarga miskin tapi harmonis" atau poverty porn. karya Arswendo ini sebenarnya adalah antitesis dan kritik struktural terhadap hegemoni Keluarga Cendana di era Orde Baru.
Banyak yg gagal paham dan mengira kemiskinan Abah itu diglorifikasi. Padahal, narasi awalnya sangat politis. Abah dulunya pengusaha sukses yg bangkrut karena ditipu rekan bisnisnya. Di era 90-an yg penuh kroniisme dan KKN, hukum itu tumpul. Abah adalah representasi kelas menengah yg dihancurkan oleh sistem yg korup. Kemiskinan keluarga ini bukan "takdir romantis", melainkan korban struktural.
Lalu, lihat permainan Oposisi Biner pada namanya: Cendana vs Cemara.
Cendana itu eksklusif, mahal, dan wangi—metafora absolut buat oligarki dan sentralisasi kekayaan elit penguasa saat itu. Sementara Cemara (Pine tree) itu daunnya tajam, bisa tumbuh di tanah tandus pinggiran, dan tahan dihantam badai. Cemara adalah simbol resiliensi kelas pekerja (working class).
Yg bikin sinetron ini aslinya sangat radikal adalah sikap Abah. Setelah bangkrut, dia bisa aja menjilat penguasa atau main kotor (survival of the fittest ala Orba) buat kaya lagi. Tapi dia memilih turun kelas jadi tukang becak. bukan kepasrahan yg melankolis, ini adalah penolakan secara sadar. Abah menolak berpartisipasi dalam sistem kapitalisme rakus yg nir-moral. Dia lebih milih miskin secara finansial daripada harus mengorbankan integritasnya.
Bahkan lirik legendaris "Harta yang paling berharga adalah keluarga" itu bukan sekadar lirik sedih buat ngehibur orang miskin. Itu adalah tamparan ideologis buat Keluarga Cendana yg saat itu sibuk memonopoli proyek negara dan menumpuk kapital. Arswendo mendekonstruksi metrik kesuksesan Orde Baru (Bapak Pembangunan): bahwa martabat dan kewarasan manusia itu gak bisa dibeli oleh negara.
Jadi, Keluarga Cemara itu bukan ngajarin kita buat nrimo dan pasrah jadi miskin. karya ini adalah manifesto kultural tentang bagaimana menjaga integritas dan kewarasan di tengah negara yg sedang dirampok oleh elitnya sendiri.


Penikmat Keributan X@uzy__
Cewek cewek feminisme mending dipamerin keluarga cemara atau ngga harmonic relationship Biar makin marah marah dia WKWKWKWKKW
Indonesia
syozakh anasyi retweetledi

THE REAL PISANG IJO, yang jual ga pelit dikasihnya 5 sisir

MahaKersa@mahakersa
Mungkin ini adalah pisang ijo TERMAHAL di Indonesia!! Dibandrol dgn harga Rp.800.000 (nampan besar) dan yg kecil Rp. 410.000. Worth it kah harga segitu dgn kualitas dan branding seperti ini???
Indonesia

Sebelum berpulang, Dab Supri selalu minta maaf karena kaos yg dikasih @sudutkantincom beberapa tahun lalu hilang di laundry.
Pernah sekali, saat kantin mulai sepi obrolan jadi dalam. Dia cerita kalau sempet ditabrak orang waktu belanja subuh2.
Indonesia
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi

Di umur 25 George Orwell resign dari pekerjaannya sebagai polisi di Myanmar dan hidup struggling di London. Dia melakukan berbagai pekerjaan kasar, termasuk mencuci piring di dapur hotel.
Sementara di umur 25 Fyodor Dostoyevsky merilis novel debutnya, Poor Folk, yang kemudian meledak dan membawanya dalam circle sastrawan Rusia. Seluruh Rusia membicarakan novelnya.
Keduanya kini menjadi sastrawan besar yang karyanya dibicarakan di penjuru dunia.
Tidak ada takaran formal mengenai nilai ideal di umur 25. Setiap orang berjalan dan berjuang di timelinenya masing-masing.
youn@_ggimyn
Idealnya di umur 25 tahun udh punya apa?
Indonesia
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi
syozakh anasyi retweetledi












