Susetyo
7K posts


🇫🇷 PARÍS HA CAIDO Tras la obtención de la Champions League por parte del PSG, París se ha convertido en zona de guerra. Acá vemos las consecuencias de la cobardía de los líderes europeos.

Waktu Arsenal menang, banyak orang geram karena pendekatan permainan mereka. Waktu Arsenal kalah, semua dirasa sudah layak dan sepantasnya. Padahal di final UCL vs PSG, terlihat jelas bahwa merekalah yg menguasai pertandingan. Merekalah yg nyaman setidaknya hingga menit 70an.. Kontrol bukan dilihat penguasaan bola. Bukan juga soal jumlah percobaan tembakan. Kontrol adalah bagaimana kita bisa memaksa lawan untuk bermain di luar zona nyaman mereka. Mengikuti alur yg kita ciptakan. Arsenal melakukan itu selama satu jam lebih di laga final. Keputusan mereka untuk memenuhi area sentral memaksa PSG hanya bisa main melebar. Keputusan mereka menempatkan 4 bek tengah sebagai tembok di depan gawang tidak meninggalkan lubang. Joao Neves & Fabian Ruiz yg biasa siap menyambut umpan tarik dari sayap kesulitan mendapat ruang. Vitinha yg biasa bisa membawa bola dengan leluasa dan melepaskan umpan berkelas untuk membebaskan Kvara, Doue, dan Dembele, dikunci sebelum bisa beraksi. Arsenal baru mulai goyang ketika Gyokeres dan Timber masuk. Mereka memiliki peran serta area yg berbeda dengan Odegaard & Mosquera. Bahkan sejak pergantian itu, PSG mulai leluasa, sampai Barcola hampir sukses menciptakan gol kemenangan dengan aksi individunya. Ternyata Arsenal selamat dan terus bisa mengimbangi PSG hingga adu penalti. Tanpa tiga penendang utamanya (Saka, Odegaard, dan Havertz) anak-anak asuh Arteta akhirnya kalah. Namun mereka layak mendapatkan apresiasi. Mereka harus menerima kekalahan ini dengan kepala tetap terangkat tinggi. Apa yg mereka capai musim ini, sudah jauh di atas ekspektasi. Apabila bisa melanjutkan momentum ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat mereka mendapat kesempatan bermain di final UCL lagi 👏👏🫡

Persija Jakarta tidak melanjutkan kerja sama dengan Mauricio Souza setelah musim 2025/2026, meski sukses mencatatkan 71 poin dan menghadirkan identitas permainan agresif yang membuat Macan Kemayoran kembali disegani di kompetisi. Menurutmu siapa sosok yang layak jadi pengganti di kursi pelatih Persija musim depan? 📸: @Persija_Jkt



























