Sabitlenmiş Tweet
Agus sumarna
3.3K posts


Vote for THE FIFA PUSKÁS AWARD
Explore the candidates and the categories and be part of the Best awards experience
fifa.com/the-best-fifa-…
English
Agus sumarna retweetledi

DARURAT DEMOKRASI
REFORMASI DIHABISI
Indonesia sudah kehilangan marwah Kenegaraannya.
Masih ada yang ngga marah melihat Negaranya di obrak abrik hari ini?
#DaruratDemokrasi #KawalPutusanMK #ReformasiDihabisi

Indonesia
Agus sumarna retweetledi


Kapok naik lion grup, padahal naik batik yang notabene setara citylink dan gk pernah pilih lion air tetep aja sempet ngalamin SRG-CGK AC mati :(
Yuda Herdanto@yudaherdanto
Gimana nih @BatikAirINA @lionairgroup pesawat singapura cengkareng selama di penerbangan udara AC nya mati total? Saya terbang dengan batik air ID7156 Singapura - Cengkareng Jumat 7 Juli 2023 jam 14.25. Semua penumpang kipas2 hampir 2 jam. Mau komplain lewat WA error terus.
Indonesia

@m0lylim Mbak udah daftar haki? Mending daftar jangan cuma namanya aja sampe ke konsep, design dan menu juga bisa didaftarkan sebagai turunannya
Indonesia
Agus sumarna retweetledi

Hidup bisa ngasih gue apa aja yang manis, asem, pahit, asin tetep gue nikmatin! Karena mental gue BonCabe yang pedas menggelegar merasuk jiwa. Gue generasi tangguh apapun tantangannya jiwa terus membara!
Gue BonCabe, Klo Lo? #BonCabe #GueBonCabe #MentalGueBonCabe #MentalBonCabe
Indonesia

Agus sumarna retweetledi

Ave Neohistorian!
Penemu benua Amerika Serikat sebenarnya bukan Cristoforo Colombo tetapi seorang pria Sunda bersahaja yang bernama Asep Sutresna Suganda.
Asep Sutresna Suganda lahir di lereng gunung Tangkuban Perahu pada tahun 1459. Ayah Asep adalah petani bernama Aki Nolednad. Sejak kecil, Asep bercita-cita untuk melihat seisi dunia.
Karena itu, pada usianya ke-17, Asep bergabung dengan Angkatan Laut Sunda. Pada waktu itu, berkat kecerdasannya dalam ilmu navigasi dan kartografi, Angkatan Laut Sunda berhasil mempersatukan Nusantara dan bahkan berhasil mengalahkan Tiongkok dalam pertempuran di Teluk Siam. Pada tahun 1488, Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi memerintahkan Asep Suganda untuk berlayar menuju ke timur dan menemukan daratan yang belum dipetakan oleh pelaut Sunda.
Berbekal 1 kapal tiga tingkat bernama Aing Maung dan 3 kapal fregat bernama Pakuan, Kawali, dan Kalapa, Asep Suganda pun berlayar jauh menuju timur dan melakukan kontak dengan banyak penduduk pribumi di sana. Mulai dari Kepulauan Fiji, Hawa'ii, hingga akhirnya ia tiba di pesisir Zapotec. Awalnya rombongan Asep disambut dengan hangat oleh warga lokal dan diundang ke ke Tenochtitlán, ibukota Aztec. Namun Asep Suganda marah ketika salah satu awak kapalnya diminta untuk menjadi tumbal korban untuk dewa Huitzilopochtli.
Terjadi lah pertempuran antara Angkatan Laut Sunda dengan Aztec. Namun karena kekuatan militer Sunda yang kuat, pasukan Aztec pun bertekuk lutut. Pasukan Sunda berhasil menduduki Tenochtitlán setelah enam minggu pertempuran. Saat berlayar kembali ke Nusantara, salah satu awak kapal Asep yang berasal dari Tanah Batak, Rika Situmorang hilang di tengah hutan. Asep pun berteriak, "Kumaha Rika? Kumaha Rika?"
Akhirnya benua yang ditemukan Asep itu dinamakan Kumaharika. Ratusan tahun kemudian, akademisi Eropa berusaha menghapus Sejarah Sunda dan menggantikannya dengan nama benua Amerika.
Di usia senja Asep Suganda, ia berhasil menaklukkan Spanyol dan menumbangkan Klan Habsburg asal Jerman. Penjajahan Sunda atas bumi Eropa pun dimulai.
Referensi:
Europa Universalis IV

Indonesia







