Sabitlenmiş Tweet
Teh jus gula batu
184.6K posts

Teh jus gula batu retweetledi
Teh jus gula batu retweetledi
Teh jus gula batu retweetledi
Teh jus gula batu retweetledi
Teh jus gula batu retweetledi
Teh jus gula batu retweetledi

@SiaranBolaLive -Miroslav Klose sudah jadi top skor sepanjang masa Piala Dunia sebelum final, tapi di laga ini tidak mencetak gol.
-Gotze baru masuk di babak kedua menggantikan Klose dan justru jadi penentu kemenangan.
Indonesia

@utdfocusid Kenapa dulu ambil Dodo.. padahal secara permainan udah oke bgt, setelah dia masuk gaya permainan jadi berubah
Indonesia

Di tengah masifnya seruan #OleOut waktu itu, ada satu hal yang sering dilupakan: era Ole Gunnar Solskjær sebenarnya tidak seburuk narasi yang dibangun media dan netizen.
Ya, dia gagal bawa trofi. Tapi kalau kita lihat lebih dalam, ada fondasi yang jelas terbentuk. Di bawah Ole, United mencapai 3 semifinal (FA Cup 2x, Carabao Cup 1x), 1 Final Europa League 2021, Finis 3rd (2019/20) dan 2nd (2020/21) di Premier League.
Ini bukan pencapaian tim yang “berantakan”. Ini jelas tim yang on trajectory. Masalahnya? Ekspektasi.
United pasca Sir Alex Ferguson hidup dalam bayang-bayang kejayaan instan. Setiap progres harus langsung berujung trofi, padahal secara struktur skuad, mereka belum sepenuhnya siap.
Musim 2021/22 seharusnya jadi titik penentuan. Banyak yang melihat United hanya butuh satu kepingan penting: defensive midfielder elite yang bisa menyeimbangkan lini tengah. Alih-alih mengisi kebutuhan itu, klub justru mengambil keputusan oportunistik dengan memulangkan sang Legenda.
Di atas kertas, itu terlihat seperti no-brainer. Tapi secara taktik, itu mengubah arah proyek Ole: Sistem pressing-nya jadi tidak konsisten. Struktur serangan berubah lebih direct. Ketergantungan pada individu kembali muncul.
Hasil akhirnya? Proyek yang sebelumnya dibangun perlahan jadi kehilangan arah sebelum sempat matang. Apakah Ole pelatih sempurna? Jelas tidak. Dia punya keterbatasan dalam game management dan struktur taktik di level elite. Tapi menyederhanakan eranya sebagai “gagal total” juga gak adil.
Karena kalau dilihat secara objektif, Ole sama sekali gak menghancurkan United seperti framing yg dia terima waktu itu, dia justru membawa United kembali ke jalur kompetitif, sebelum arah itu berubah di momen yang sangat krusial.
#utdfocusid

United Focus Indonesia@utdfocusid
Unpopular opinion about Manchester United?
Indonesia

@tanyakanrl Menikah bukan sekadar ngewe.
Kalau cuma itu tujuanmu, kamu salah niat dari awal.
Nafsu itu selesai dalam hitungan menit.
Tapi pernikahan? Diuji seumur hidup.. Menikah itu ibadah,
maka jalani dengan niat yang benar
Indonesia

@tanyakanrl Bersih bersih rumah, mengasah soft skill, bantu orang tua, ngaji
Indonesia
Teh jus gula batu retweetledi


Sebangsat-bangsatnya Glazers, mereka masih lebih baik daripada Todd Boehly.
United Focus Indonesia@utdfocusid
Unpopular opinion about Manchester United?
Indonesia
Teh jus gula batu retweetledi



























