yesaYA²⁶
384 posts

yesaYA²⁶
@aintcountant
preparing for #collegetwt . . . aspiring big 4 auditor! accounting umn'26 💙



Perhatian agar korban mendapat keadilan @DivHumas_Polri Tiga anggota Polrestabes Medan dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan wanita berinisial IAS dan Pengacara Korban tersebut telah diintimidasi & dianiaya oleh salah satu Kerabat Pelaku Brigadir SDS Tiga anggota Polrestabes Medan yang berada di bawah pimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang tahanan wanita berinisial IAS Berikut adalah poin-poin utama terkait perkembangan kasus tersebut:Identitas Personel yang Terlibat: Ketiga oknum polisi yang diduga terlibat adalah Brigadir SDS, Briptu AP, dan Briptu MIR. Status Pemeriksaan: Hingga awal Mei 2026, Bid Propam Polda Sumatera Utara telah melakukan pemeriksaan terhadap para terduga. Hasil pemeriksaan terbaru menyatakan bahwa tudingan pelecehan terhadap Brigadir SDS tidak terbukti secara pidana asusila. Sanksi Etik: Meski tuduhan pelecehan dinyatakan tidak terbukti, Brigadir SDS tetap menjalani Penempatan Khusus (Patsus) oleh Propam karena terbukti melakukan pelanggaran kode etik terkait prosedur pemeriksaan. Kontroversi Lain: Di tengah penyidikan, muncul isu baru terkait dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp150 juta dalam penanganan perkara ini yang kini menjadi sorotan publik dan pihak berwenang Pengacara korban berinisial Hendra Gunawan Hutabarat melaporkan bahwa dirinya telah dianiaya oleh orang yang diduga merupakan kerabat atau suruhan salah satu oknum polisi yang terlibat. Berikut adalah fakta terkait insiden penganiayaan tersebut berdasarkan laporan terkini: Identitas & Laporan: Hendra Gunawan Hutabarat telah resmi membuat laporan ke Polda Sumatera Utara dengan nomor laporan LP/B/624/IV/2026/SPKT/Polda Sumut tertanggal 22 April 2026. Lokasi & Waktu Kejadian: Penganiayaan diduga terjadi pada 22 April 2026 di sebuah minimarket yang berlokasi tepat di depan Markas Polda Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja, Medan. Motif Penganiayaan: Hendra menduga penyerangan terhadap dirinya berkaitan langsung dengan perannya sebagai kuasa hukum tahanan wanita (IAS) yang membela kasus pelecehan tersebut. Pelaku: Korban mengaku dipukul oleh seseorang yang mengaku sebagai kerabat dari Brigadir SDS, salah satu oknum polisi yang saat ini sedang menjalani penempatan khusus (Patsus). Dukungan Profesi: Akibat kejadian ini, Hendra telah mendatangi kantor PERADI Medan untuk meminta perlindungan hukum dan pengawalan kasus karena ia merasa diintimidasi saat menjalankan tugas profesinya

The world's richest woman created a 100% free medical school for underprivileged students.





PARAH !!! 50 Santriwati Anak Yatim dan Dhuafa yang Dicabuli Kiai, Lalu yang Hamil Dinikahkan. Kadang Semalam Menggilir 2 Santriwati sekaligus dikamar tidurnya, itu bukan KHILAF Tapi Kejahatan Keji. Si Kiai sengaja buat Pesantren dalam rangka mengumpulkan Daun Muda dibawah Umur untuk Memuaskan Diri, Merasakan yang masih berwarna Pink, Liang Sempit tanpa Bulu (Bulu Jagung) Seperti Para Pelaku Penuntut Ilmu Hitam, Mengorbankan Para Gadis, Menghirup Wanginya Selangkangan Perawan. Di Setiap Tahun Ajaran Baru, Membuka Pendaftaran Santri/Santriwati dengan Program GRATIS Agar Kiai bisa Menikmati yang Gratisan, Yang Hamil Cukup Dinikahkan. 50 Orang mungkin hanya Permukaan, yang tidak terungkap mungkin saja lebih Menyesakkan. Nauzubillah tsummanauzubillahiminzalik. Kasus dugaan pencabulan mencuat di sebuah pondok pesantren di Pati. Seorang oknum kiai berinisial S diduga telah mencabuli puluhan santriwati bahkan ada yang hingga hamil, dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 50-an santriwati. Peristiwa ini disebut telah berlangsung selama beberapa tahun, namun baru dilaporkan pada 2024. Mayoritas korban merupakan santriwati usia SMP, banyak di antaranya berasal dari keluarga kurang mampu. Modus pelaku diduga dengan mengancam korban agar mau menuruti permintaannya, seperti menemani di kamar, dengan ancaman dikeluarkan dari pesantren. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi sorotan dan didorong untuk diproses melalui jalur hukum By COACH ADDIE Journalist & Behavior Analyst.

Seorang siswi sekolah dasar (SDN) berinisial AKS (12), yang diduga menjadi korban pencabulan oleh oknum TNI di wilayah Kodim 1417/Kendari, Sertu Majid Bone, dilaporkan mengalami depresi. Hal itu seperti yang diungkapkan bibi korban, berinisial VN. Ia mengatakan. korban disebut selalu mengurung diri di dalam kamar dan kerap menangis histeris hingga melukai diri sendiri. Sertu Majib sendiri kini masih dalam pelariannya dan belum ditemukan setelah dilaporkan kabur saat diperiksa atasannya terkait dugaan pencabulan yang ia lakukan terhadap korban. VN membeberkan, awalnya korban bersama keluarganya tinggal di rumah terduga pelaku di Kecamatan Ranomeeto. Korban dan terduga pelaku diketahui memiliki hubungan kekeluargaan. Namun, korban dan keluarganya kemudian meninggalkan rumah itu dan memutuskan tinggal di rumah neneknya yang berada di Kota Kendari sejak kasus tersebut bergulir. Saat di rumah neneknya itu, korban menunjukkan perilaku depresi yang diduga timbul akibat kejadian tersebut. Kata VN, saat itu korban takut keluar rumah dan selalu mengurung diri di dalam kamar. Bahkan saat didampingi keluarganya, korban hanya merenung dan enggan bercerita. “Kondisi korban semakin parah karena depresi berat dengan mencakar-cakar tubuhnya dan menangis histeris ketakutan,” katanya kepada media, Minggu (3/5/2026). Pendampingan yang dilakukan psikolog anak telah diberikan kepada korban, tetapi hingga kini belum memberikan perkembangan baik terhadap kondisinya. Kata VN, pihak TNI sempat berupaya mengajukan permintaan untuk membesuk korban. Namun, hal itu ditolak keluarga lantaran korban masih takut bertemu dengan orang baru. “Kemarin mereka mau datang tapi kami keluarga korban takut karena korban masih depresi berat,” bebernya.

update-- the business owner did nothing but deleting all of the bad reviews. gaada itikad baik, gaada maaf, nothing. well.. we know better. digital footprints are still here, and thank you yaa!

@fluorinasn Logikanya emang gitu kan anjeng??? Kucing dikasih Ikan siapa yang nolak?? berarti si cewek gak bisa jaga harga dirinya, udah tau diajakin gitu harusnya bisa ditolak dulu

@sweetiesunnn makanya patriarki nyuruh elu untuk di rumah. supaya laki2 bisa jagain elu. elu mau kebebasan...yaa elu harus terima resiko dong... laki2 udah setiap saat nerima bahaya. kecelakaan kerja aja 90% korbannya laki2. Kecelakaan di jalan 70% laki2. korban kriminal pun 70% laki2.

“Lelaki tidak bercerita” iya gausah cerita




Sebel bgt, keliatan kyk gamau diajak diskusi dan pengen masalah cepet2 selesai tanpa mau melewati fase memahami. Childish sumpah apaan sepakat2 gitu 💚 meski dia uda paham atau ngerti, tpi aku anggapnya kyk mocking, apa aku terlalu alay?

Ada Mahasiswa Ditangkap Oleh Aparat, Lalu Dikarenakan Sikap Politiknya Kemudian Seluruh Barang Pribadinya Disita Bahkan Skripsinya Dihapus, Apakah Kalian Menyetujuinya? Selamat Hari Pendidikan Ironis Nasional 😊

Memang udah wataknya; kalau nggak mampu melawan substansi dngn logika, laki-laki pasti lari ke humor sampah dan narasi derogatory. Mereka sengaja bikin gaslighting massal cuma untuk nutupi fakta kalau mereka memang nggak punya kapasitas otak untuk diskusi yg setara.

misandrist only happens in social media, but misogynist happened in REAL WORLD. y'all kill women!







