Albertho kabelen

3.9K posts

Albertho kabelen banner
Albertho kabelen

Albertho kabelen

@akabelen444

Driver trailer🚛| cinta NKRI🇮🇩

Kuala Lumpur, Wilayah Persekut Katılım Ekim 2015
938 Takip Edilen443 Takipçiler
Albertho kabelen retweetledi
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
BI sudah transparan Pemerintah msh terus penyangkalan.. Mari kita cari aman Krn pd saatnya ttp hrs berjuang masing2.. Krn Kenaikan harga yg berjalan bersama dg penurunan daya beli itu bukan siklus tp alarm.. (Tunggu saja nanti pemerintah pasti bilang, ini smua efek global) 🥱
Indonesia
5
111
206
6.8K
Albertho kabelen retweetledi
novel baswedan
novel baswedan@nazaqistsha·
Pelaku mau minta maaf ini sy yakin hanya utk syarat agar nanti terlihat wajar dihukum ringan. Bgmn bisa dipahami bila proses sidangnya banyak manipulatif dan penuh kebohongan.. coba saja bila pelaku disiram air keras di badannya (nggak usah mukanya), lalu dibiarkan selama 1 jam, agar pelaku bisa merasakan bgmn dampak kejahatannya yang begitu kejam, dan berdampak luka berat bagi korban, serta pemulihan yang panjang, itupun tidak bisa pulih seperti sediakala. Sumber:%20detikNews share.google/fN4l57g5Kpeww6…
Indonesia
74
793
1.7K
32.3K
Albertho kabelen retweetledi
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Bapak Presiden @prabowo, Bpk Menko @airlangga_hrt, Bpk Menkeu Purbaya @KemenkeuRI, Bpk Gub BI @bank_indonesia, Ibu Kepala @ojkindonesia yth, dengan data bhw makin hari nilai tukar dan harga saham makin nyungsep, mohon ajari kami untuk : 1) bagaimana kami bisa jadi optimis agar tdk dituduh sbg orang psimis 2) bagaimana kami yakin bhw Indonesia ke depan mamang tidak gelap 3) bagaimana kami yakin bhw pidato Bpk/Ibu memang bisa dipercaya 4) bagaimana kami yakin bhw Bpk dan Ibu memang masih punya keinginan dan kemampuan mengambil kebijakan “radikal” untuk atasi masalah ini - bukan lewat pidato. 5) bagaimana cara kami menyampaikan masukan untuk perbaikan sesuai fakta dan data tapi kami tidak dituduh orang psimis, anti pemerintah dan/atau antek Asing Semoga Bpk dan Ibu berkenan memberikan jawaban kepada kami.
Muhammad Said Didu tweet mediaMuhammad Said Didu tweet media
Indonesia
113
325
747
22.5K
Albertho kabelen retweetledi
Muhammad Said Didu
Muhammad Said Didu@msaid_didu·
Proyek-proyek mubazzir Jokowi yg buang uang rakyat yg perlu diaudit al : 1) puluhan bendungan 2) ratusan embung 3) ratusan kilometer irigasi 4) ratusan ribu ha cetak sawah baru 5) puluhan bandara 6) puluhan pelabuhan 7) Ibu Kota Negara 8) jalan Tol
Indonesia
128
1.4K
3K
42.6K
Albertho kabelen retweetledi
SiraitBatakDusun™️
SiraitBatakDusun™️@bachrum_achmadi·
UGM parahhh keterlaluan, moso Jokowi tdk diundang sbg alumni UGM yg paling terhormat sbg mantan presiden 2 periode. Ini panitia penyelenggara spertinya perlu diberi SP! 🤣🤣🤣
Indonesia
171
627
2.2K
38K
Dude Rafay
Dude Rafay@DudeRafay60339·
😯Don wetulong.😯don jas sit en 😯woc. ☝️laziye....😖faif...wigero faif🙄poin tri persen. De fes👇kuorter of disyie... wigero🤔😖faif poin ziro tri persen. Inflesen is minten et sev level. Paman sehat-sehat yaa.... Supaya netizen bisa trus bercanda😊
Indonesia
74
64
186
20.6K
Albertho kabelen retweetledi
Kr
Kr@karirfess·
Saya ada cerita seorang bapak. Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1. Lembur. Utang. Sampai jual tanah warisan. Anaknya lulus. IPK bagus. Wisuda lengkap dengan toga. Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR. Dan si bapak masih senyum bilang, "Mungkin belum rezekinya." Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya. Tapi cerita si bapak. Dia lahir tahun 70-an. Gak tamat SMA pun bisa buka toko, punya rumah, besarin anak dengan layak. Logikanya simpel dan masuk akal: "Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah, hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya." Logika itu benar. Di zamannya. Masalahnya bukan orang tua yang salah didik. Bukan juga anaknya yang kurang usaha. Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa. Ijazah dulu adalah tiket. Sekarang ijazah adalah syarat minimum. Yang bahkan kadang pun masih belum cukup. Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh. Bayangin ya. Tahun 1995, fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan. Sekarang, lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun, skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja. Gajinya? UMR aja belum tentu. Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu. Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama. Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini: "Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus." "Kuliah dulu, baru enak hidupnya." "Investasi terbaik itu pendidikan." Nasihat itu bukan bohong. Di zamannya, itu benar dan terbukti. Tapi zamannya sudah ganti. Nasihatnya tidak ikut ganti. Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang. Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman. Dia cerita, "Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw." Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?" "Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak." "Bokap lu tau?" "Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung." Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal. Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja. Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya. Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah, jangan cuma pikirin jurusannya. Tapi ajarin juga: 1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil. 2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan. Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana. 3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang. Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata. 4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan. Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup. Soalnya begini. Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah. Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya: "Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal. Kita harus cari tau bareng-bareng." Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun. Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu. Kubu pertama bilang, "Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar." Kubu kedua bilang, "Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha." Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut: Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya. Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya. Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya. Bukan karena malas. Bukan karena manja. Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang. Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Indonesia
153
5K
14.8K
666.3K
Albertho kabelen retweetledi
Fai Nomady
Fai Nomady@SumandoGaek·
Pidato terbaru Prabowo: kondisi Indonesia lebih baik dari Jepang & Eropa. Hhmmm... Jangan salahkan bapak ini kalau semakin aneh isi pidatonya. Kalau saya akan salahkan yang kasih mic. 🎤
Indonesia
1.1K
657
1.7K
115.9K
Albertho kabelen retweetledi
🥀
🥀@boxxtoc·
Vonis 18 tahun nadiem makarim itu final warning buat semua orang pinter: jangan sekali kali punya niat baik buat negara ini kalau gak mau sial habis ini, jangan tanya kenapa birokrasi isinya cuma sisa orang orang yang korup, the system is literally designed to kill the good ones
Indonesia
135
3K
7.4K
100.2K
Albertho kabelen retweetledi
Cinta Laura Kiehl
Cinta Laura Kiehl@xcintakiehlx·
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu. Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu". Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan." Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata? Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri. Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya. Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa? Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Indonesia
237
11.4K
25.4K
330.2K
Albertho kabelen retweetledi
Demokrasi Rasa Nepotisme
Demokrasi Rasa Nepotisme@Bambangmulyonoo·
Tampangnya aja yg sederhana plonga plongo, tp kebijakannya pro oligarki.....
Indonesia
4
26
44
811
Albertho kabelen retweetledi
ONLY NEWS
ONLY NEWS@DoankWarto·
Benarkah proyek IKN merupakan keputusan rakyat ? Kapan rakyat diajak bicara, kok bisa bisanya mengatakan proyek IKN adalah keputusan rakyat ?
ONLY NEWS tweet media
Indonesia
9
5
6
701
Albertho kabelen retweetledi
𝕸𝖔𝖓𝖎𝖈𝖆 ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ
Saking takutnya Mulyono menghadapi pengadilan sampai berbagai cara di lakukan. 700 bukti, 100 saksi, 25 saksi ahli gak bisa buat jaksa melakukan tuntutan artinya polisi tidak proporsional.
Indonesia
121
1K
2.9K
92.4K
🐧𝖒𝖇𝖎𝖊🐬
🐧𝖒𝖇𝖎𝖊🐬@mbienyambay2·
Yosepha ke Jakarta bisa bareng sama mbak Wapres...keren kmu dek ...👍👍🤩🤩...btw ..kog mirip ya...😍
🐧𝖒𝖇𝖎𝖊🐬 tweet media
Indonesia
67
22
207
13K
Albertho kabelen retweetledi
doelpaten
doelpaten@doelpaten·
Viral lagu Aku di Blokir Menteri, Karya Wahyudi Amin Harahap Kalau setuju dgn liriknya, ayo repost dan sebarkan..! @sutanmangarahrp
Indonesia
42
1.1K
2K
34K
Albertho kabelen retweetledi
SHENO WIRANG
SHENO WIRANG@ShenoWirang·
Konyolitas berkelanjutan: 𝗝𝗢𝗞𝗢𝗪𝗜: Absurditas dinormalisasi. Lingkaran kebodohan kolektif. Komedi berubah jadi sistem. Legacy Politik: -IKN, berpotensi mangkrak -Whoosh, terbelit utang -Anak haram konstitusi Raja utang, sudah itu pura-pura lugu, tapi bengis! 𝗣𝗥𝗔𝗕𝗢𝗪𝗢: Mempertahankan citra Jokowi. Kritik dianggap gangguan. Solusi hanya simbolik. Jejak Politik: -MBG, bermasalah -Kopdes, banyak menuai kritik -𝘉𝘰𝘢𝘳𝘥 𝘰𝘧 𝘱𝘦𝘢𝘤𝘦, kecele Tampak garang, tapi lebay! Prabowo sadar ada absurditas pada rezim Jokowi, tetapi tetap melanjutkannya karena sistem kenyamanan atau kelelahan untuk berubah. Intinya, keduanya sama saja! 𝗗𝗘𝗟𝗨𝗦𝗜 𝗕𝗘𝗥𝗦𝗔𝗠𝗔
SHENO WIRANG tweet media
Indonesia
13
59
159
4.2K