Fandi Akh. retweetledi

Buta paling BODOH adalah buta politik
Udah capek2 blusukan, main gimmick dan kreasi visi dan misi di Tangerang Selatan, disetir kesana dan kesini, ujung2nya DITINGGAL juga
Sejak awal, saya curiga Marshel Widianto hanya dijadikan sebagai BONEKA dan gimmick semata hingga tak akan pernah serius utk diusung oleh partai KIM
Orang mengira Marshel sudah paham soal politik? Gak. Justru, begitu dia ditugaskan sebagai bakal calon walikota Tangsel, disaat itulah dia MASUK JEBAKAN koalisi BEJAT itu
Saya tak bisa bayangkan bagaimana seorang Marshel yang dari kelompok miskin tiba2 dikasih iming2 menjadi Wakil Walikota sekelas Tangerang Selatan. Kaget? Iya jelas. Seperti mimpi disiang bolong
Entah mimpi apa yang muncul ke angan2nya sejak saat itu. Entah janji apa yang sudah keluar dari mulutnya ke orang2 yang dijumpainya disetiap sudut Tangerang Selatan
Mungkin dalam benaknya sudah terbayang pelantikan sebagai wakil walikota dengan dinas putih putih lengkap dengan topi ala walikota, keren memang
Yang saya prihatin, sudah ditinggal oleh teman-teman komikanya, saat ini lebih apes lagi ditinggal oleh teman2 koalisi yang dulu dia perjuangkan bersama Prabowo-Gibran
Makin relevan pula, ketika teman2nya komika turun aksi melawan pembegalan konstutusi, dianya sendiri DIAM seolah semua baik2 saja. Ya namanya mulut disumpal pakai uang hehehe
Tapi sekali lagi, Marshel hanya dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, dianya saja yang tidak sadar kalo dimanfaatkan. Mungkin ada bayaran, tapi bayaran-bayaran itu membawanya ke jurang yang mulai menenggelamkan namanya
Tak semua komika cerdas. Kalo kata bang Pandji Pragiwaksono, kalo ada "Job apapun" langsung "berangkat abangkuuu...." Apapun dilakukan selagi itu berurusan dengan uang
Sekarang Marshel dihadapkan pada situasi sulit, mengembalikan kepercayaan teman2 dan publik, nah ini bagian tersulit. Entah bagaimana caranya.
Semoga Marshel dan kita bisa belajar dari semua ini, jangan mau dimanfaatkan oleh politisi. Berdirilah diatas kepalamu sendiri, bukan dibawah kaki penguasa

Indonesia












