Alan Septyawan

51.2K posts

Alan Septyawan banner
Alan Septyawan

Alan Septyawan

@alanseptyawan

ᮕᮞᮥᮔ᮪ᮓᮔ᮪ Katılım Ağustos 2010
1.7K Takip Edilen1.1K Takipçiler
Sabitlenmiş Tweet
Alan Septyawan
Alan Septyawan@alanseptyawan·
"Lawan!"
Alan Septyawan tweet media
English
1
1
4
7.2K
Alan Septyawan retweetledi
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
Prabowo Pangkal Hemat Sejak menjadi presiden pada Oktober 2024, Prabowo sudah 49 kali ke luar negeri. Hobi jalan-jalan di tengah penghematan anggaran? #KartunTempo #KartunMajalahTempo #MajalahTempo
tempo.co tweet media
Indonesia
9
84
260
4.5K
Vigo
Vigo@enoliska_·
Entah ga tau, ga mau baca atau ga peduli.
Indonesia
2
0
3
211
Vigo
Vigo@enoliska_·
Bijak bersosmed itu salah satunya adalah sadar punya pengaruh besar aka influencer dan memilih berpihak pada yang miskin, tertindas, dan isu-isu kemanusiaan. Contoh orang yang ga bijak itu main sosmed itu influencer yg mempromosikan pelanggar HAM jadi penguasa.
Indonesia
5
88
214
3.6K
Alan Septyawan retweetledi
Denis Malhotra
Denis Malhotra@denismalhotra·
Justru karena pernah rasakan miskin orang menentang MBG, sebab itu sama sekali tidak menyelesaikan inti problem (struktural) masyarakat—melainkan hanya jadi bancakan para kolega dan mitra penguasa. Tapi ini tentang program MBG di Sudan Selatan, bukan Indonesia.
Jejak digital.@ARSIPAJA

Indonesia
3
30
56
834
Alan Septyawan retweetledi
Angga PF
Angga PF@AnggaPutraF·
Yeee, negara yang lu sebutin itu : 1. MBG bukan jadi program bancakan, pengelola MBGnya ada sekolah. . 2. Pendidikan mereka maju gak cuma karena MBG, tapi sistem pendidikan udah oke, gurunya udah sejahtera. . Di Indonesia, MBG cuma bikin orang joget-joget dapet duit gampang dan hobi parkir sembarangan.
🇲🇨 B. Prasetya 🇲🇨@BANGSAygSUJUD

Akun2 oposisi, "MBG tidak bisa mencerdaskan,program jadi TAI, HENTIKAN!" Negara2 yg menerapkan MBG sudah sejak lama memetik hasil: bertabur SDM UNGGUL Inggris mulai MBG :1790 Jepang :1889 AS :1946 Korsel :1953 China :2011 Terbukti oposisi SALAH MBG Lanjut dg pengawasan ketat

Indonesia
7
60
134
4.9K
Alan Septyawan
Alan Septyawan@alanseptyawan·
@tb_siswadi Orang begitu memang nol empati. Ga tau malu pula. Ditambah lagi yang begitu banyak juga fansnya. Merekalah yang nanti suaranya dipanen lima tahun sekali saat pemilu tiba. 🙃
Indonesia
0
0
0
88
Tubagus Siswadi W
Tubagus Siswadi W@tb_siswadi·
Kata orang yg tiap hari naik jet , yang ga pernah token listriknya titut titut, yang ga pernah di tagih iuran RT, yg kalo pusing dikit langsung umroh. Ga ada empati nya, caption soal kebersyukuran, tp di private jet. Dikeadaan ekonomi yg cekak spt ini. Gila kali ya ?
Tubagus Siswadi W tweet media
Indonesia
396
706
2.4K
128.1K
Alan Septyawan retweetledi
Iman Zanatul Haeri
Iman Zanatul Haeri@zanatul_91·
in this ekonomi, guru 3T yang kejebrus kubangan jalan jelek dan jalan kaki ke sekolah, mendapatkan banyak hikmah dari berita ini.
Iman Zanatul Haeri tweet media
Indonesia
3
30
65
1.2K
Alan Septyawan retweetledi
Goo913
Goo913@Goo9le_Fiv3·
Dengan bangganya bilang mencairkan 32,1 T dalam waktu 1,5bulan, duit rakyat ituloh😢 Ketika pegawai MBG dijadikan ASN padahal mereka masih baru, sedangkan 300ribu guru menangis, Mereka sudah berteriak, tapi regulasi belum menguntungkan mereka.
Indonesia
62
2.2K
4.2K
80.6K
Alan Septyawan
Alan Septyawan@alanseptyawan·
@txtdrbekasi Pernah begini. Sampe 2 hari ga diambil-ambil. Padahal jarak dari Kelapa Gading - Pademangan ga jauh-jauh amat, tapi ga ada driver yang mau ambil. Ujungnya cancel ajalah kelamaan.
Indonesia
1
0
6
4.3K
TxtdariBekasy 🇵🇸
TxtdariBekasy 🇵🇸@txtdrbekasi·
Gua beli barang di shopee, pengiriman yang instannya promo, terus gw pilih lah, lah ternyata kata penjualnya pesenan gua kgk ada driver yang mau ambil, padahal ini udah 1 hari lewat. jadi, kalo ada promo ongkir itu dibebankannya ke driver yang ambil pesenan? bukan subsidi dari shopeenya?
TxtdariBekasy 🇵🇸 tweet media
Indonesia
51
10
133
32.9K
Alan Septyawan retweetledi
kiv z
kiv z@triwul82·
Emangnya Kepala SPPG mau ikut keliling antar nasi box? Kalau cuma buat koordinasi, kenapa harus borong puluhan ribu unit? Ini pengadaan atau bagi-bagi jatah? nasional.kompas.com/read/2026/04/0…
kiv z tweet media
Indonesia
15
80
114
3.2K
Alan Septyawan retweetledi
M. Ridha Intifadha
M. Ridha Intifadha@RidhaIntifadha·
Penajaman Anggaran Saya mendengar kata itu dua kali hari ini. Dari berita di media dan dari seorang kawan. Saya tidak kaget dengan istilah baru tersebut. Karena mungkin kita pun sudah terbiasa dengan politik bahasa. Jadi gini, saya merasa ada sesuatu yang menarik dari cara kekuasaan memilih kata. Ketika pertama kali kita mendengar rekonstruksi anggaran… saya membayangkan sebuah bangunan yang sedang dibangun ulang. Prosesnya terasa besar, teknis, dan netral. Seperti urusan arsitek, bukan urusan kita. Lalu datang istilah pemangkasan. Kata ini lebih jujur. Ada yang dipotong, ada yang hilang. Dampaknya orang mulai bertanya: dipotong bagian mana? Siapa yang terkena? Pertanyaan serupa pun hadir saat istilah refocusing mengemuka. Maka, muncullah efisiensi. Kata yang lebih nyaman di telinga. Efisiensi terdengar seperti perbaikan, bukan pengurangan. Seolah apa yang terjadi bukan pengambilan, melainkan pembersihan dari yang tidak perlu. Siapa yang mau menolak efisiensi? Jawaban atas pertanyaan ini mungkin sudah ada di benak kita. Persis ketika dikatakan anggaran itu berpotensi sia-sia atau menjadi korupsi. Tapi rupanya efisiensi pun mulai aus. Publik sudah terlalu akrab. Sudah tahu artinya. Kritik juga sudah mengemuka. Maka lahirlah penajaman. Penajaman adalah kata yang cerdas. Ia mengambil metafora pisau. Sesuatu yang diasah, dipertajam, dibuat lebih presisi. Seolah anggaran yang baru ini bukan lebih kecil, melainkan lebih fokus. Lebih terarah. Penajaman juga bagaikan ujung pensil yang diraut. Ia tampak lebih kecil dan mengerucut, tapi diklaim lebih berguna. Namun demikian, yang hilang dalam penajaman adalah pengakuan bahwa ada bagian yang terbuang. Serutan pensil itu jatuh ke mana? Atau ke siapa? Barangkali, beginilah politik bahasa bekerja. Bukan tentang berbohong, tapi soal memilih sudut pandang yang ingin disorot dan sisi mana yang dibiarkan dalam gelap. Rekonstruksi menyorot proses. Pemangkasan menyorot tindakan. Efisiensi menyorot tujuan. Penajaman menyorot hasil yang diinginkan, bukan proses yang menyakitkan untuk sampai ke sana. Setiap pergantian kata adalah pergantian kamera atau mungkin sudut lensa. Subjeknya sama. Ceritanya sama. Yang berbeda hanya angle-nya. Saya tidak tahu istilah apa yang akan lahir berikutnya. Tapi saya khawatir… semakin indah kata yang dipilih; semakin besar sesuatu yang sedang disembunyikan di baliknya. Dan mungkin itu juga berlaku bukan hanya untuk anggaran.
M. Ridha Intifadha tweet media
Indonesia
11
92
179
10.8K
Alan Septyawan retweetledi
Lalu Suryade
Lalu Suryade@suryadelalu·
MUI dukung Indonesia menjadi pengikut Donald Trump di BoP. Dan tatkala pemimpin tertinggi mereka, dan anak2 mereka saat bersekolah dibantai, Indonesia tak mengucapkan belasungkawa. Sahabat macam apa itu?
cholil nafis@cholilnafis

Saat bincang dengan Dubes Iran, saya mibta komitmen persahabatan untuk saling menolong dan Iran membuka selat Hormuz utk Tanker Indonesia . Usai Bertemu Dubes Iran, Kiai Cholil: Iran Berkomitmen Jalin Persahabatan dengan RI mcnid.net/berita/usai-be…

Indonesia
6
105
302
6.9K
Alan Septyawan retweetledi
Akal Buku
Akal Buku@AkalBuku·
Orang Indonesia dididik untuk memuja kehidupan orang-orang super kaya dan memusuhi rakyat yang kritis kepada para sultan itu.
Akal Buku tweet media
Indonesia
62
3.4K
7.3K
96.9K
Alan Septyawan retweetledi
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Kemewahan artis dipompa terus ke kepala publik supaya ketimpangan terlihat indah, jurang sosial terasa wajar, dan akhirnya akyat miskin belajar memaklumi, hingga mereka lupa kalau itu semua dibangun dari penumpukan kekayaan oleh segelintir orang. Lingkaran ini lalu diperkuat oleh anak-anak muda dari kelas kaya yang rajin jualan mimpi tentang cara keluar dari kemiskinan, cara sukses di usia muda, dan cara membangun mindset kaya, seolah kekayaan mereka lahir dari rumus yang bisa diajarkan ke semua orang. Padahal banyak dari mereka kaya karena menang gacha sejak lahir. Mereka semua itu memang lahir dan tumbuh di keluarga yang sudah penuh modal, koneksi, aset, akses, perlindungan yang sangat luas. Ironisnya mereka percaya seakan semua orang mulai dari garis yang sama, padahal sejak awal sudah hidup jauh di depan. Makanya jangan heran kalau konflik horizontal di akar rumput muter-muter di kalimat seperti "jangan cari cowok miskin" atau "jangan cari cewek matre". Karena rujukan imajinasi mereka sudah dibentuk oleh ilusi yang mereka konsumsi setiap hari. Amarah yang seharusnya naik ke atas malah dibelokkan ke samping, sesama rakyat saling merendahkan, saling menuduh, dan saling menyalahkan pilihan hidup masing-masing. Mereka lupa bahwa kemiskinan massal ini lahir dari struktur yang dipelihara terus-menerus, sementara negara dan kelas pemilik modal tetap aman dari pusat sorotan sambil terus menumpuk kekayaan tanpa ada gangguan.
Akal Buku@AkalBuku

Orang Indonesia dididik untuk memuja kehidupan orang-orang super kaya dan memusuhi rakyat yang kritis kepada para sultan itu.

Indonesia
3
290
474
11.4K
Alan Septyawan retweetledi
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustle·
Semua Bisa Kena! Kalau ada yg bilang politik ga ngaruh di kehidupan lu, coba lihat sekarang? Semua terdampak akibat kebijakan hasil dari keputusan politik. ASN? Udah Nakes? Udah Gamers? Udah Rakyat kecil? Udah Pengusaha? Udah Investor? Udah Aktivis? Udah Siapa lagi? Siapa yg masih belom kena? Lu cuma nunggu waktu giliran buat kena dampaknya aja ga sih? Gue gatau siapa pemimpin yg terbaik, tapi kondisi apatis dan gamau tau tentang politik jelas itu yg membuat keadaan semakin buruk. So, kalau ada kesempatan gunakanlah suaramu sebaik2nya capt 🫡
Indonesia
84
1.6K
3.1K
55.7K