𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖
6.1K posts

𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖
@aletha_76
🇲🇨 Merdeka itu hak segala bangsa, dan juga hak semua orang, padamkan kebencian antar bangsa, dan ciptakan perdamaian antar dunia 🇲🇨
Yogyakarta, Indonesia Katılım Mayıs 2023
317 Takip Edilen187 Takipçiler
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

Pedalaman, sagu, dan koteka ? mungkin itu gambaran dibenakmu tentang PAPUA ? itu gak sepenuhnya benar loh ! Dengan PSN WANAM terjadilah Modernisasi Pertanian di Papua yang Perkuat Ekonomi Daerah dan Ketahanan Pangan Nasional juga. Tanah yang dulunya rawa-rawa akhirnya jadi sawah, karena nasi (padi) orang Papua doyan juga. Bajak sawah dengan traktor pake 505 levis dan bersepatu bot saat ini juga pemandangan yang biasa.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

"Seharusnya tak perlu ada anasir-anasir yang ingin Papua merdeka jika pembangunan digencarkan di sana!
Proyek Jalan Trans Papua ini misalnya, tak sekedar menjadi urat nadi perekonomian masyarakat, namun juga telah membuka keterisoliran sejumlah daerah di Papua!".
#Ngik
Indonesia

@B3doel___ Langkah mengembangkan pertanian modern di Papua patut diapresiasi. Semoga hasilnya benar-benar memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

𝐌𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧 𝐀𝐦𝐫𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐰𝐚𝐥 𝐜𝐞𝐭𝐚𝐤 𝐬𝐚𝐰𝐚𝐡 𝐝𝐚𝐧 𝐨𝐩𝐥𝐚𝐡 𝐝𝐢 𝐓𝐚𝐧𝐚𝐡 𝐏𝐚𝐩𝐮𝐚 𝟏𝟑𝟕 𝐫𝐢𝐛𝐮 𝐡𝐚
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin pelaksanaan program cetak sawah dan optimalisasi lahan seluas 137 ribu hektare di Tanah Papua guna memperkuat swasembada pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Aksi tanam padi menggunakan teknologi pertanian modern seperti drone dilakukan bersama petani di Desa Waninggap Kai, Kecamatan Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu.
"Seluruh program cetak sawah dan optimalisasi lahan yang kini berjalan di Papua Selatan sepenuhnya diperuntukkan bagi masyarakat, khususnya putra-putri asli Papua, sebagai bagian dari percepatan swasembada pangan nasional," kata Mentan di Merauke.
Papua kini menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan pangan nasional. Hingga 2026, pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua.
Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi pusat pengembangan terbesar dengan 48.934 hektare cetak sawah dan 53.499 hektare optimalisasi lahan, atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan.
Sementara pengembangan di wilayah lainnya meliputi Papua sebanyak 24.248 hektare, Papua Barat Daya 4.675 hektare, Papua Barat 3.373 hektare, dan Papua Pegunungan 2.000 hektare. Besarnya antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya permintaan pembukaan sawah baru di berbagai wilayah Papua.
Mentan menegaskan program tersebut tidak mengambil hak masyarakat, justru dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan petani Papua.
“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” tegas Amran.
Ia mengatakan pemerintah akan terus melanjutkan pengembangan kawasan pangan di Papua sesuai kebutuhan masyarakat. Bahkan, saat menerima laporan adanya kekurangan pasokan solar untuk mendukung operasional pertanian, Mentan Amran langsung berkoordinasi dengan Pertamina agar kebutuhan petani segera dipenuhi.
“Begitu mendapat laporan kekurangan solar, kami langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan kuotanya siap ditambah. Yang penting kebutuhan petani terpenuhi agar aktivitas di lapangan tidak terganggu,” ujarnya.
Program pengembangan pertanian di Merauke juga mulai menunjukkan hasil nyata. Indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00, sementara produktivitas padi juga turut melonjak. Produksi beras, luas panen, dan pendapatan petani pun terus mengalami peningkatan.
Mentan mengatakan pemerintah tidak hanya membuka sawah baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, hingga pendampingan intensif kepada petani.
“Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.
Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus memperluas pengembangan kawasan pangan di Papua sebagai bagian dari strategi memperkuat swasembada pangan nasional.
Menurutnya, seluruh program tersebut dibangun agar manfaatnya kembali kepada masyarakat Papua sebagai pemilik tanah dan pelaku utama pembangunan pertanian di wilayahnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengatakan Merauke menjadi tulang punggung pengembangan pangan di Tanah Papua.
Dari total sekitar 84 ribu hektare program cetak sawah di Tanah Papua, lebih dari 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Begitu pula program optimalisasi lahan, di mana sekitar 53 ribu hektare dari total 54 ribu hektare berada di Merauke.
Indonesia

@Jumianto_RK Semoga program ini terus berjalan dengan baik sehingga semakin banyak Orang Asli Papua yang merasakan manfaatnya. Teknologi pertanian memang bisa menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

Berkat program cetak sawah rakyat kini warga lokal di Merauke, Papua Selatan, menjadi petani modern yang bertransformasi menggunakan alsintan seperti drone, rice transplanter, dan combine harvest.
Proyek strategis ini diprioritaskan bagi Orang Asli Papua (OAP) guna memastikan kesejahteraan dan kemandirian pangan warga lokal.
Serta meningkatkan produktivitas padi hingga 4-7 ton per hektare, yang secara signifikan melipatgandakan pendapatan masyarakat Papua.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

@Netizen_bawel Film dokumenter seperti ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan potensi Papua kepada masyarakat luas. Semoga pembangunan yang ditampilkan benar-benar membawa manfaat bagi warga lokal.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

Yayasan Wardhana Nawasena Network meluncurkan film dokumenter berjudul "Wanam: Menanam Masa Depan di Tanah Papua" dalam sebuah kegiatan yang digelar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis.
Film tersebut mengangkat kisah transformasi kawasan Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan ketahanan pangan nasional.

Indonesia

@dittaprastiwi Semoga modernisasi pertanian di Papua terus berkembang dan manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat lokal. Kemajuan teknologi akan semakin berarti jika kesejahteraan petani juga meningkat.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

@AnakLolina2 Keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam pembangunan. Semoga setiap program tetap mengedepankan aspirasi warga setempat.
Indonesia
𝘼𝙡𝙚𝙩𝙝𝙖 retweetledi

Kementan minta tambah anggaran besar, untuk apa?
Rupanya keberhasilan pembangunan pertanian di Wanam, Merauke telah mendorong semakin banyak masyarakat dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Papua mengajukan program serupa.
Sementara itu, masyarakat Wanam sekaligus pemilik hak ulayat menyatakan masyarakat menerima sepenuhnya program pemerintah di atas tanah ulayat mereka.

Indonesia

@ankbetawiasli Toleransi yang kuat dan pembangunan yang inklusif adalah kombinasi yang baik. Semoga kesejahteraan masyarakat asli Papua terus menjadi prioritas.
Indonesia

Sumpah, adem bgt denger cerita toleransi di Kampung Wanam, dari masjid ke gereja saling support tanpa sekat
Tapi di balik indahnya kebersamaan, ada PR besar tentang akses ekonomi warga lokal. Smoga proyek pembangunan ini beneran jadi jembatan buat kemajuan mereka, krn merekalah pemilik tanah ini yg berhak buat maju
PSN Food Estate Wanam
#ketahananpangan
Indonesia




